Pengakuan Calo di Pasar Pramuka soal Dokumen Palsu: Bikin Ijazah Hanya Butuh 2 Jam

Lintang Siltya Utami

Kamis, 03 Juli 2025 | 14:15 WIB
Pengakuan Calo di Pasar Pramuka soal Dokumen Palsu: Bikin Ijazah Hanya Butuh 2 Jam
Ilustrasi membuat ijazah. [Ist]

"Setelah itu selesai, ini sponsor untuk di kedutaan. Nah, zaman dulu kalau orang mau ke sana kan harus pakai rekening koran atau rekening tabungan. Nah, itu saya bikin juga di Pasar Pramuka," ungkap GNT lagi.

Mendengar pernyataan tersebut, Rismon Sianipar lantas bertanya apakah ada orang yang ingin membuat ijazah palsu.

"Ada nggak klien yang meminta untuk misalnya membuat ijazah sarjana?" tanya Rismon Sianipar.

Tak terduga, pria tersebut mengaku bahwa ada banyak sekali orang yang membuat ijazah palsu di Pasar Pramuka. Menurutnya, orang-orang yang membuat ijazah palsu justru dari kalangan berduit.

"Wah, itu mah banyak banget dari seluruh universitas. Istilah kata kalau di Pramuka itu bukan rahasia lagi, tapi sudah umum. Jadi, sebenernya konsumennya juga anak-anak orang kaya yang bandel-bandel itu. Dia nggak lulus, tapi dia mau nunjukkin ke bapaknya, dibikinlah itu," imbuhnya lagi.

Namun, menurut pernyataannya, ia belum pernah menjumpai pejabat yang memintanya untuk membuat dokumen palsu. Meski begitu, klien yang pernah ditanganinya membuat dokumen palsu berupa ijazah untuk melamar di berbagai perusahaan.

"Kalau pejabat saya belum pernah waktu itu. Cuma ketika dia (klien) bikin ini, dia buat ngelamar ke sini, buat ngelamar ke seluruh Indonesia," bebernya lagi.

Saat ditanya mengenai jangka waktu yang dibutuhkan untuk membuat dokumen palsu tersebut, GNT mengaku tak memerlukan waktu yang lama. Bahkan untuk membuat ijazah palsu, dibutuhkan hanya satu hingga dua jam.

"Satu jam hingga dua jam selesai bikin ijazah palsu," ujarnya.

baca juga

Rismon Sianipar kemudian menanyakan tentang materai lawas dan warna kertas yang harus digunakan saat membuat ijazah palsu dari tahun jadul. Menurut GNT, para pemilik kios di Pasar Pramuka yang mampu membuat dokumen seperti itu telah menyiapkan kertas khusus yang diasapkan di dapur, sehingga memberikan warna kuning usang.

Namun, perihal tinta, GNT tak dapat menjaminnya. Ia mengatakan jika masing-masing pemilik kios di Pasar Pramuka memiliki keahlian dan spesialisasi yang berbeda-beda dalam membuat dokumen palsu, sehingga tak semuanya dapat menjual ijazah palsu.

Lebih lanjut, narasumber tersebut juga mengatakan bahwa beredar desas-desus di Pasar Pramuka tentang dugaan ijazah palsu Jokowi. Ia mengaku banyak temannya di pasar tersebut yang yakin jika ijazah milik Presiden Republik Indonesia ke-7 itu dibuat di Pasar Pramuka. Tetapi, ia tak bisa menyebutkan siapa pelaku yang dicurigai.

Walau begitu, terdapat kecurigaan tentang keterlibatan mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Paiman Raharjo.

"Kalau desas-desus (tentang ijazah Jokowi) belum begitu jelas, cuma banyak orang atau banyak teman meyakini (bikin) di sana. Cuma kita belum mengerucut atau menuduh ke salah satu orang atau apa. Kalau pandangan saya pribadi, di situ ada pernah ada seorang pembuat pemalsuan-pemalsuan dokumen itu ada yang jadi pejabat," ujar GNT.

Rismon Sianipar kemudian menanyakan berapa persentase ijazah palsu dibuat mirip dengan aslinya.

"Kalau misalnya ijazah itu hasilnya apakah 100 persen persis dengan contohnya?" tanya Rismon Sianipar.

GNT menjelaskan jika hasil bergantung dengan uang yang diberikan. Semakin mahal uang yang dibayarkan, maka semakin mirip ijazah palsu tersebut dengan yang aslinya.

"Kalau masalah hasil itu tergantung harga. Contohnya, harga 600 ribu atau 500 ribu ya asal-asalan. Kertasnya juga. Tapi kalau berani bayar 5 juta, dibikin mirip asli. Begitu juga dengan ijazah sarjana, insinyur, segala macam," kata narasumber tersebut.

Pada akhir pembicaraannya dengan Rismon Sianipar, GNT yang kini sudah tak lagi melayani jasa pembuatan dokumen palsu memberi saran kepada pemerintah untuk lebih teliti dalam menyeleksi pejabat. Ia meminta agar pemerintah benar-benar memastikan jika ijazah yang dimiliki oleh seseorang dikeluarkan langsung dari universitas atau sekolah yang bersangkutan.

"Harus lebih teliti dari pemerintahnya atau yang penerima daripada pejabat itu dari seleksi awalnya. Dari seleksi dokumennya semua harus teliti, benar-benar dicek di universitas yang mengeluarkan atau sekolah yang mengeluarkan. Karena memang banyaknya dan maraknya pemalsuan itu. Dan di Pasar Pramuka ini bukan dari Jakarta aja, seluruh Indonesia, bahkan orang asing," pungkasnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Perkara Ijazah Jokowi Ditunda, Kenapa TPUA Minta Roy Suryo Dihadirkan?

Gelar Perkara Ijazah Jokowi Ditunda, Kenapa TPUA Minta Roy Suryo Dihadirkan?

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:42 WIB

Otak Pemalsuan Ijazah Jokowi? Sosok Kunci 'Widodo' Akhirnya Buka Suara Lawan Tuduhan Politisi PDIP

Otak Pemalsuan Ijazah Jokowi? Sosok Kunci 'Widodo' Akhirnya Buka Suara Lawan Tuduhan Politisi PDIP

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:55 WIB

'Jokowi Satu-satunya Presiden di Dunia Tak Berani Tunjukkan Ijazah': Rismon Kritik Bareskrim Polri

'Jokowi Satu-satunya Presiden di Dunia Tak Berani Tunjukkan Ijazah': Rismon Kritik Bareskrim Polri

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:40 WIB

Terkini

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×