"Setelah ini, kami akan rapat internal untuk menimbang jawaban mereka. Keputusannya ada tiga: diterima sesuai penugasan Presiden, diterima tapi mungkin digeser negaranya, atau dikembalikan," papar Utut.
Hasilnya akan segera dilaporkan kepada pimpinan DPR untuk diteruskan ke Presiden.
Pesan Tegas DPR
Di tengah proses seleksi, Komisi I menitipkan pesan tegas kepada para calon diplomat. Budisatrio Djiwandono mengingatkan agar kepentingan nasional menjadi prioritas utama di atas segalanya.
"Prioritas utama mereka adalah memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia di negara tugas, yang tentu saja harus selaras dengan visi-misi dan program prioritas Presiden," tegas Budi.
Ia juga meminta para calon dubes untuk aktif membangun jaringan luas dan mengidentifikasi semua peluang di bidang ekonomi, politik, hingga budaya.
Sementara itu, daftar berisi 24 nama calon dubes telah beredar di kalangan media. Meski belum ada konfirmasi resmi, Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mengakui adanya kecocokan nama.
![Anggota tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono memberikan pernyataan saat menggelar konferensi pers di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta, Jumat (19/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/19/75016-preskon-program-makan-bergizi-gratis-program-makan-gratis-budisatrio-djiwandono.jpg)
"Surat resmi masih di tangan Ketua Komisi. Namun, dari yang saya dengar, sebagian nama memang cocok dengan daftar yang beredar itu," katanya.
Berikut adalah daftar 24 nama calon dubes yang beredar:
Baca Juga: Kejar Tayang, Kenapa DPR Uji Kelayakan 24 Calon Dubes saat Akhir Pekan?
- Washington DC (AS): Dwisuryo Indroyono Soesilo
- Tokyo (Jepang): Nurmala Kartini Sjahrir
- Singapura: Letjen (Purn) Hormangaraja Panjaitan
- Kuala Lumpur (Malaysia): Raden Dato Mohammad Oman Hascarya Kusumo
- PTRI New York (PBB): Umar Hadi
- PTRI Jenewa (Swis): Sidharto Reza Suryodipuro
- Den Haag (Belanda): Laurentius Amrih Jinangkung
- Berlin (Jerman): Abdul Kadir Jaelani
- Abu Dhabi (Oman): Judha Nugraha
- Alger (Aljazair): Yusron Ambary
- Baku (Azerbaijan): Berlian Helmy
- Bangkok (Thailand): Hari Prabowo
- Brasilia (Brazil): Andhika Chrisnayudhanto
- Bratislava: Redianto Heru Nurchayo
- Brussel (Belgia): Andi Rachmianto
- Damascus (Suriah): Lukman Hakim
- Dhaka (Banglades): Listyowati
- Doha (Qatar): Syahda Guruh Langkah Samudera
- Hanoi (Vietnam): Adam Mulawarman Tugio
- Kairo (Mesir): Kuncoro Giri Waseso
- Muscat (Oman): Andi Rahadian
- Port Moresby (Afrika Selatan): Okto Dorinus Manik
- Pyongyang (Korea Utara): Mayjend (Purn) Gina Yoginda
- Quito (Ekuador): Imam Ashari