Panas Ekstrem Ancam Produksi Susu Dunia, Mengapa Negara Berkembang Terdampak Lebih Parah?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 09 Juli 2025 | 15:31 WIB
Panas Ekstrem Ancam Produksi Susu Dunia, Mengapa Negara Berkembang Terdampak Lebih Parah?
Ilustrasi perah susu sapi. [Dok.Antara]

Suara.com - Gelombang panas ekstrem tak hanya berdampak pada manusia, produksi susu sapi pun ikut terpangkas. Sebuah studi baru yang dipublikasikan di Science Advances mengungkap bahwa bahkan teknologi pendingin canggih tidak mampu sepenuhnya mengatasi dampak kenaikan suhu global pada sapi perah.

Satu hari dengan suhu ekstrem bisa memangkas produksi susu hingga 10 persen. Efek stres panas juga tak berhenti di situ. “Stres panas” pada sapi dapat bertahan lebih dari seminggu.

Penelitian ini dilakukan di Israel, negara yang dianggap paling maju dalam teknologi peternakan sapi perah. Peneliti melacak lebih dari 130.000 sapi selama 12 tahun, menggunakan data cuaca dan survei peternakan.

Hasilnya menunjukkan bahwa saat suhu "bola basah" melebihi 26°C, produksi susu mulai turun drastis. Bola basah menggabungkan suhu dan kelembapan, mirip efek "mandi uap" bagi sapi.

Jangan minum susu mentah yang baru diperas dari sapi, ini bahayanya. (Shutterstock)
Jangan minum susu mentah yang baru diperas dari sapi, ini bahayanya. (Shutterstock)

“Bahkan peternakan yang paling canggih dan memiliki sumber daya yang memadai pun menerapkan strategi adaptasi yang mungkin tidak cukup untuk menghadapi perubahan iklim,” kata Eyal Frank, rekan penulis studi.

Meskipun hampir semua peternakan dalam penelitian ini menggunakan kipas, ventilasi, dan penyemprot air, sistem itu hanya mampu memangkas kerugian produksi sekitar separuhnya. Efektivitasnya bahkan turun drastis di hari-hari terpanas.

Namun, sistem pendingin tetap memberi manfaat ekonomi, rata-rata peternak bisa menutup biaya pemasangan dalam 18 bulan.

Negara Berkembang Hadapi Risiko Lebih Besar

Studi ini juga memproyeksikan kerugian di 10 negara penghasil susu terbesar dunia. Negara-negara beriklim panas seperti India, Pakistan, dan Brasil diprediksi mengalami penurunan produksi harian hingga 4% per sapi pada pertengahan abad ini, bahkan dengan sistem pendingin, kerugian tetap berkisar 1,5–2,7%.

“Adaptasi itu mahal, dan petani perlu mempertimbangkan dengan cermat manfaat yang mereka peroleh dibandingkan biayanya,” ujar Ayal Kimhi dari Universitas Ibrani Yerusalem.
Biaya adaptasi menjadi penghalang utama, terutama bagi peternak kecil di negara-negara Global South.

Selain produksi susu, stres panas berdampak pada kesejahteraan dan perilaku hewan, dari pola kesuburan hingga daya tahan hidup. Dampaknya luas, tidak hanya pada sektor peternakan, tapi juga rantai pangan global.

Petani di Garda Terdepan Krisis Iklim

Petani kini berada di garis depan perubahan iklim. Mereka menghadapi gelombang panas, banjir, dan cuaca tak terduga yang mengancam produksi pangan global.

“Perubahan iklim akan berdampak luas pada apa yang kita makan dan minum,” kata Frank. “Termasuk segelas susu dingin itu.”

Penulis studi menyatakan bahwa solusi jangka panjang tak cukup hanya dengan pendingin. Dibutuhkan reformasi sistem, termasuk kesejahteraan hewan, dukungan kebijakan, dan perlindungan untuk peternak berpenghasilan rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

70% Orang Tua Khawatir Alergi Makanan Anak! Ini Pilihan Nutrisi Tepat dan Dukungan yang Dibutuhkan

70% Orang Tua Khawatir Alergi Makanan Anak! Ini Pilihan Nutrisi Tepat dan Dukungan yang Dibutuhkan

Health | Senin, 07 Juli 2025 | 17:46 WIB

Dapat Berbagai Fasilitas dari BRI, Klaster Susu di Ponorogo Berhasil Tingkatkan Kapasitas Produksi

Dapat Berbagai Fasilitas dari BRI, Klaster Susu di Ponorogo Berhasil Tingkatkan Kapasitas Produksi

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 17:15 WIB

6 Susu Terbaik untuk Orang Tua Usia 50 Tahun: Kaya Gizi, Kuatkan Tulang, dan Tingkatkan Energi

6 Susu Terbaik untuk Orang Tua Usia 50 Tahun: Kaya Gizi, Kuatkan Tulang, dan Tingkatkan Energi

Lifestyle | Senin, 23 Juni 2025 | 21:35 WIB

Terkini

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz

News | Sabtu, 25 April 2026 | 12:03 WIB

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:53 WIB

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:33 WIB

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:18 WIB

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:04 WIB

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi

News | Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:45 WIB

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah

News | Sabtu, 25 April 2026 | 10:37 WIB