Arek Malang Tolak Zakir Naik: Benarkah Dakwahnya Provokatif? Ini 5 Poin Kontroversialnya

Muhammad Ilham Baktora

Rabu, 09 Juli 2025 | 21:04 WIB
Arek Malang Tolak Zakir Naik: Benarkah Dakwahnya Provokatif? Ini 5 Poin Kontroversialnya
Ulama India, Zakir Naik di Jakarta, Jumat (31/3).

Suara.com - Penolakan terhadap rencana ceramah Dr. Zakir Naik di Malang oleh kelompok Arek Malang Bersuara (AMB) bukan tanpa sebab.

Kekhawatiran mereka berakar pada sejumlah pernyataan sang penceramah yang telah menjadi kontroversi global selama bertahun-tahun.

Gaya dakwahnya yang tajam, terutama dalam perbandingan agama, sering dianggap provokatif dan berisiko mengganggu harmoni sosial.

Untuk memahami dasar kekhawatiran tersebut, penting untuk menilik kembali beberapa pernyataan kontroversial yang paling sering dikutip dari Dr. Zakir Naik.

Namun, untuk menjaga keberimbangan, setiap poin kontroversi juga perlu disandingkan dengan klarifikasi atau konteks yang biasa disampaikan oleh pihaknya.

Berikut adalah 5 poin kontroversial utama yang melekat pada sosok Dr. Zakir Naik:

1. Pernyataan Mengenai Osama bin Laden dan Terorisme

Zakir Naik saat tampil di podcast Richard Lee.
Zakir Naik saat tampil di podcast Richard Lee.

Salah satu kutipan Dr. Naik yang paling terkenal dan sering disalahpahami adalah pernyataannya tentang Osama bin Laden.

Dalam sebuah rekaman ceramah, ia berkata, "if he is terrorizing America the terrorist, the biggest terrorist, I am with him. Every Muslim should be a terrorist." (jika dia meneror Amerika sang teroris, teroris terbesar, saya bersamanya. Setiap Muslim seharusnya menjadi teroris).

Klarifikasi dan Konteks: Dr. Naik dan para pendukungnya berargumen keras bahwa kutipan ini dipotong dan diambil di luar konteks.

Klarifikasinya adalah, kata "teroris" ia definisikan sebagai "seseorang yang menebar teror". Ia melanjutkan, seorang perampok akan merasa diteror oleh polisi.

Maka, bagi perampok, polisi adalah teroris. Dalam konteks ini, ia menyatakan bahwa setiap Muslim harus menjadi "teroris" bagi elemen anti-sosial (penjahat).

Terkait Osama bin Laden, ia menggunakan kalimat pengandaian "jika" dan tidak pernah menyatakan dukungan langsung karena ia mengaku tidak mengenalnya secara pribadi.

Ia juga secara terbuka mengutuk serangan 11 September 2001 sebagai tindakan yang menewaskan ribuan orang tak bersalah.

2. Hukuman Mati bagi yang Murtad (Keluar dari Islam)

Dr. Naik pernah menyatakan bahwa dalam syariat Islam, hukuman bagi seseorang yang murtad (meninggalkan Islam) adalah hukuman mati.

Pernyataan ini dianggap bertentangan dengan prinsip kebebasan beragama universal.

Klarifikasi dan Konteks: Pihaknya menjelaskan bahwa hukuman ini tidak berlaku mutlak bagi setiap orang yang pindah agama.

Konteksnya adalah dalam sebuah negara Islam (khilafah). Hukuman mati tersebut, menurut tafsirannya, baru berlaku jika orang yang murtad itu kemudian secara aktif menyebarkan keyakinan barunya dan secara terbuka mengkritik atau menyerang Islam di ruang publik.

Dalam pandangan ini, tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk pengkhianatan (treason) terhadap negara Islam, bukan sekadar pilihan keyakinan pribadi.

3. Larangan Pembangunan Tempat Ibadah Non-Muslim di Negara Islam

Pernyataan kontroversial lainnya dalam ceramahnya, Dr. Naik berpendapat bahwa di sebuah negara yang murni menjalankan syariat Islam, pembangunan tempat ibadah baru bagi non-Muslim (seperti gereja atau kuil) tidak seharusnya diizinkan.

Klarifikasi dan Konteks: Ia memberikan argumen teologis bahwa karena Islam diyakini sebagai agama yang benar, maka mengizinkan pembangunan tempat untuk menyembah "tuhan yang salah" adalah sebuah kontradiksi.

Namun, ia selalu menambahkan bahwa tempat-tempat ibadah non-Muslim yang sudah ada sebelum negara itu menjadi negara Islam harus dilindungi dan tidak boleh dirusak. Jadi, larangan itu berlaku untuk pembangunan baru, bukan untuk menghancurkan yang sudah ada.

4. Komentar Terhadap Etnis Tionghoa dan India di Malaysia

Ribuan peserta hadir di acara ceramah Zakir Naik di Edutorium UMS. (Suara.com/Ari Welianto)
Ribuan peserta hadir di acara ceramah Zakir Naik di Edutorium UMS. (Suara.com/Ari Welianto)

Saat berada di Malaysia, Dr. Naik memicu kemarahan publik ketika ia menyebut etnis Tionghoa Malaysia sebagai "tamu lama" yang seharusnya "pulang" lebih dulu jika mereka ingin dirinya (sebagai "tamu baru") dideportasi.

Ia juga mempertanyakan loyalitas umat Hindu di Malaysia kepada pemerintah. Pernyataan ini membuatnya dilarang berceramah di seluruh Malaysia.

Klarifikasi dan Konteks: Dr. Naik mengklaim komentarnya disalahartikan.

Ia menyatakan bahwa ucapannya adalah respons terhadap desakan kelompok tertentu agar ia diusir dari Malaysia.

Ia menggunakan logika retoris: jika "tamu baru" seperti dirinya diminta pergi, maka secara logis "tamu lama" (merujuk pada leluhur etnis Tionghoa yang juga imigran) harus pergi lebih dulu.

Ia bersikeras itu bukan perintah, melainkan argumen balasan. Meskipun demikian, ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman yang ditimbulkan oleh pernyataannya.

5. Gaya Dakwah Perbandingan Agama yang Konfrontatif

Pernyataan kontroversial yang pernah ia sampaikan adalah inti dari keberatan banyak kelompok, termasuk di Malang.

Metode dakwah Dr. Naik yang sering kali membedah kitab suci agama lain, menunjukkannya di depan umum, lalu membandingkannya dengan Al-Qur'an untuk menunjukkan kelemahan atau inkonsistensi, dianggap merendahkan dan tidak menghargai keyakinan lain.

Klarifikasi dan Konteks: Dari sudut pandang Dr. Naik dan organisasinya, metode ini disebut sebagai "dakwah bil-hujjah" (berdakwah dengan argumen/bukti).

Tujuannya, menurut mereka, bukanlah untuk menghina, melainkan untuk membuka dialog intelektual dan menjawab pertanyaan secara logis berdasarkan teks sumber.

Ia sering kali mengundang audiens dari berbagai latar belakang agama untuk bertanya langsung, dan ia menjawabnya dengan mengutip ayat dari kitab suci penanya itu sendiri, yang ia klaim sebagai pendekatan yang jujur dan transparan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Dr Zakir Naik Safari Ceramah di Indonesia: dari Pisau Bedah hingga Bisnis Jutaan Dolar

Profil Dr Zakir Naik Safari Ceramah di Indonesia: dari Pisau Bedah hingga Bisnis Jutaan Dolar

News | Rabu, 09 Juli 2025 | 10:50 WIB

Dedi Mulyadi Izinkan Kelas 50 Siswa di Jabar, P2G: Kualitas Pendidikan Bisa Hancur!

Dedi Mulyadi Izinkan Kelas 50 Siswa di Jabar, P2G: Kualitas Pendidikan Bisa Hancur!

News | Senin, 07 Juli 2025 | 10:20 WIB

Istri Menteri UMKM Viral, Publik Tak Boleh Lupa 4 Kontroversi Keluarga Pejabat yang Lain

Istri Menteri UMKM Viral, Publik Tak Boleh Lupa 4 Kontroversi Keluarga Pejabat yang Lain

Entertainment | Jum'at, 04 Juli 2025 | 15:22 WIB

Terkini

Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN

Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:23 WIB

Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 22:10 WIB

Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan

Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 21:06 WIB

Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?

Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:58 WIB

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:47 WIB

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:41 WIB

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:40 WIB

Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas

Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:04 WIB

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB