Ada Survei Puas di Tengah Pemakzulan Gibran, Mampukah Pimpin Indonesia di Lingkaran Kontroversinya?

Muhammad Ilham Baktora | Suara.com

Kamis, 10 Juli 2025 | 16:21 WIB
Ada Survei Puas di Tengah Pemakzulan Gibran, Mampukah Pimpin Indonesia di Lingkaran Kontroversinya?
Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di Penjaringan, Jakarta. (Foto: Antara via BBC Indonesia)

Suara.com - Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tak pernah sepi dari sorotan.

Berbagai platform media sosial, termasuk video yang beredar di X, ramai memperbincangkan kelayakannya memegang kendali sebagai orang nomor dua di Indonesia.

Muncul narasi yang membandingkan kinerjanya saat menjadi Wali Kota Solo yang dianggap lebih "terlihat" dan "intens", dengan perannya kini sebagai wapres yang terasa lebih senyap.

Pertanyaan publik ini wajar adanya. Gibran melenggang ke Istana dengan beban kontroversi yang tidak ringan, terutama terkait Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023.

Putusan yang mengubah syarat batas usia cawapres ini dianggap banyak pihak sebagai karpet merah yang dibentangkan untuk memuluskan jalannya, terlebih karena melibatkan Anwar Usman, pamannya, yang saat itu menjabat sebagai Ketua MK.

Hal ini melahirkan tudingan politik dinasti yang masif dan menciptakan defisit kepercayaan bahkan sebelum ia resmi menjabat.

Tak hanya itu, di tengah kinerjanya yang getol ditunjukkan putra sulung Joko Widodo (Jokowi) ini, isu pemakzulan Gibran mencuat.

Forum Purnawirawan Prajurit TNI juga sudah mengirim surat ke MPR dan DPR untuk segera mengambil tindakan serta mengabulkan agar Gibran segera diganti.

Mayjen TNI (Purn), Sunarko dalam siniar yang ia sampaikan di media sosial menganggap kualitas Gibran Rakabuming Raka untuk menjabat wakil presiden masih jauh.

"Kualitas Gibran ini meragukan untuk memimpin bangsa besar ini. Kita ini manusia, kapan saja bisa bisa kembali yang maha kuasa," ujar dia.

Sunarko mengandai-andai jika Presiden RI, Prabowo Subianto berhalangan untuk memimpin dan digantikan Gibran.

Menurutnya bakal banyak polemik karena sosok Gibran yang bagi dia diragukan untuk menggantikan Prabowo nantinya.

"Jika ditangani oleh Gibran, kita udah jelaslah. Mutunya itu enggak memenuhi persyaratan. Dari sisi intelektualitas, karakter, di sisi hukum di sisi moral," kata dia.

Lantas, di tengah bayang-bayang kontroversi tersebut, apa saja yang sudah dilakukan Gibran? Sejauh mana ia bisa diandalkan untuk turut memimpin Indonesia?

Kinerja di Balik Layar: Fokus pada Ekonomi dan Program Prioritas

Berbeda dengan perannya sebagai Wali Kota Solo di mana ia menjadi eksekutor utama dengan hasil pembangunan yang kasat mata seperti revitalisasi Solo Safari, Pracima Tuin, hingga Masjid Sheikh Zayed.

Kolase foto Gibran Rakabuming Raka dan Amien Rais. (tangkapan layar/ist)
Kolase foto Gibran Rakabuming Raka dan Amien Rais. (tangkapan layar/ist)

Peran sebagai wakil presiden menuntut Gibran bergerak di ranah yang lebih strategis dan seringkali tidak terekspos kamera.

Dari berbagai kegiatannya, terlihat Gibran mendapat tugas untuk fokus pada beberapa sektor kunci.

Ia kerap berbicara tentang hilirisasi digital, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengembangan ekonomi kreatif.

Selain itu, Gibran juga secara aktif mendorong implementasi program unggulan pemerintah, salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia juga terlibat dalam memastikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) masuk dalam rencana kerja pemerintah di setiap kementerian/lembaga.

Beberapa survei menunjukkan adanya kepuasan publik terhadap kinerjanya.

Survei dari Rumah Politik Indonesia pada April 2025, misalnya, mencatat 79,8 persen responden mengaku puas dengan kinerja Gibran, dengan penilaian bahwa ia mampu melengkapi kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Namun, kritik juga tak terhindarkan. Sebagian masyarakat menilai program seperti "Lapor Mas Wapres" hanya gimik politik dan meniru program yang sudah ada sebelumnya.

Jejak Kontroversi yang Sulit Dilepaskan

Kritik utama terhadap Gibran tidak hanya menyangkut kebijakannya, tetapi juga legitimasi dan citra yang melekat pada dirinya.

Proses pencalonannya yang kontroversial menjadi ganjalan terbesar.

Pemberhentian Anwar Usman dari jabatan Ketua MK oleh Majelis Kehormatan MK menjadi bukti adanya pelanggaran etik serius, meski putusan tersebut tidak bisa menganulir pencalonan Gibran.

Kontroversi ini diperparah oleh beberapa momen saat kampanye, seperti kesalahan penyebutan "asam folat" untuk ibu hamil yang viral di media sosial.

Momen-momen seperti ini, meski terlihat sepele, berkontribusi pada keraguan publik akan kapasitas dan kesiapannya dalam memimpin di level nasional.

Bagi banyak kalangan, terutama audiens muda yang kritis di kota-kota besar, Gibran masih harus membuktikan bahwa pencapaiannya bukanlah semata-mata karena privilese sebagai putra presiden.

Evaluasi: Menimbang Beban dan Potensi

Mengevaluasi Gibran Rakabuming Raka berarti menimbang dua sisi mata uang yang kontras.

Di satu sisi, ada upaya untuk menjalankan tugas-tugas strategis yang diembannya, terutama di sektor ekonomi digital dan program prioritas.

Ia menunjukkan kemauan untuk turun ke lapangan dan memastikan program berjalan, sebuah gaya yang mengingatkan pada kepemimpinan ayahnya, Joko Widodo.

Di sisi lain, beban kontroversi dari proses pencalonannya menjadi bayang-bayang yang terus mengikuti.

Jalur "instan" menuju kursi wapres telah menciptakan tembok besar berupa skeptisisme publik. Untuk bisa benar-benar diandalkan memimpin Indonesia, tantangan terbesar Gibran bukanlah sekadar menjalankan program kerja.

Tantangan utamanya adalah membuktikan bahwa ia layak berada di posisinya berdasarkan kompetensi, bukan koneksi.

Ia perlu membuat kinerjanya yang "senyap" lebih bergaung dan berdampak nyata, sehingga mampu meruntuhkan tembok keraguan yang dibangun oleh kontroversi kelahirannya di panggung politik nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suara Live: Gibran Ngantor di Papua? dan Ari Lasso Geram! Rider Musisi Jadi Sorotan

Suara Live: Gibran Ngantor di Papua? dan Ari Lasso Geram! Rider Musisi Jadi Sorotan

Video | Kamis, 10 Juli 2025 | 16:02 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran 'Didinginkan' di Parlemen? Jokowi Sebut Syarat Berat, Istana justru Santai

Wacana Pemakzulan Gibran 'Didinginkan' di Parlemen? Jokowi Sebut Syarat Berat, Istana justru Santai

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 14:18 WIB

Rocky Gerung Bongkar Fakta Mengejutkan! Gibran Ternyata Tak Berambisi Jadi Wakil Presiden

Rocky Gerung Bongkar Fakta Mengejutkan! Gibran Ternyata Tak Berambisi Jadi Wakil Presiden

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 14:01 WIB

Terkini

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

Gerak Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Penuhi Hak Beno Prasetio yang Wafat Dalam Kecelakaan Kerja

News | Sabtu, 18 April 2026 | 09:00 WIB

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

News | Sabtu, 18 April 2026 | 08:10 WIB

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB