Dedi Mulyadi Sindir Lapangan Golf Gunung Salak : Banjir dari Bogor Tapi Proyek Orang Jakarta

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Jum'at, 11 Juli 2025 | 07:00 WIB
Dedi Mulyadi Sindir Lapangan Golf Gunung Salak : Banjir dari Bogor Tapi Proyek Orang Jakarta
Gubernur Jawa Barat [Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau langsung pembebasan lahan di lereng Gunung Salak yang belakangan ini jadi sorotan.

Masyarakat sekitar meresahkan pembebasan lahan tersebut, lantaran kini menyebabkan banjir di sejumlah daerah di Bogor.

Kawasan yang disidak oleh Dedi Mulyadi itu merupakan proyek Pembangunan Lapangan Golf yang kini mulai di tahap pembibitan rumput.

Setelah dicek secara sekilas, proyek tersebut sudah meyalahi aturan, lantaran belum memiliki dokumen AMDAL.

AMDAL sendiri merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting usaha atau kegiatan terhadap lingkungan hidup.

Saat tiba di Lokasi, Dedi Mulyadi kemudian ditemui langsung oleh pihak dari kontraktor yaitu PT. Bumi Halimun Indah.

Perwakilan dari pihak PT. Bumi Halimun Indah (BHI), Arya mengungkapkan soal proyek Pembangunan lapangan Golf di lereng Gunung Salak tersebut belum dilengkapi dengan dokumen AMDAL.

Meski sudah tertangkap basah bahwa proyek tersebut belum memiliki izin lingkungan dan sebagainya, namun Arya mengaku jika semuanya masih dalam proses.

“Pagi pak saya Arya dari PT. BHI,” Ucap Arya menyapa Dedi Mulyadi, dikutip dari youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (10/7/25).

“Pagi, iya.. jadi yang bangun ini?” jawab Dedi.

“Betul pak.” Sahut Arya.

“Ada dokumen AMDAL nya?,” tanya Dedi.

“Dokumen AMDAL belum pak,” jawab Arya.

“Boleh nggak kegiatannya diteruskan, tapi dokumen AMDALnya belum selesai?,” tanya Dedi Kembali.

“Lagi proses pak,” jawab Arya sembari meyakinkan.

“Tidak ada, ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat,” sahut Dedi.

Dalih menunggu arahan dari PT BHI tak membuat Dedi berubah pikiran, pihaknya tetap bersikeras menghentikan pembangunan lapangan golf tersebut.

Dedi mengungkapkan jika pihaknya perlu mengkaji lebih lanjut dan melakukan penelitian terhadap proyek tersebut, termasuk mencari apakah ada dampaknya atau tidak.

“Hentikan dulu seluruh proyeknya, karena saya harus melakukan penelitian dulu,” perintah Dedi.

“Siap,” jawab Arya sigap.

Dedi sangat menyayangkan pembukaan lahan dilereng Gunung Salak tersebut, yang rupanya sudah satu tahun lalu.

“Ini ada banjir di bawah pak, ini kan harusnya nggak dibuka lahannya, ini lereng,” ujar Dedi.

Dedi menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan kajian, dan apabila nantinya terbukti proyek tersebut berpotensi bencana maka akan dihentikan.

“Nanti saya bikin kajian. Kalau nanti tim dari ahli saya menyatakan bahwa ini berpotensi menimbulkan bencana di bawah, proyeknya harus dihentikan,” ujarnya.

“Di bawah ini teriak-teriak banjir, karena sebelumnya tidak pernah banjir,” sambungnya.

Setelah memberi perintah untuk menghentikan sementara proyek Pembangunan lapangan Golf tersebut, Dedi sontak menyentil halus sang kontraktor.

Saat ditanya dari mana asalnya, jawaban Arya sontak menjadi peluru yang menusuk secara mendadak.

Pasalnya, Arya mengaku jika dirinya berasal dari Jakarta. Sementara itu selama ini Masyarakat Jakarta mengeluhkan banjir yang diakibatkan dari puncak.

“Bapak orang mana?” tanya Dedi.

“Saya Jakarta pak,” jawab Arya.

“Jakarta kan, Jakarta darimana itu banjirnya? Katanya dari Bogor, tapi yang buka lahan Bogornya orang mana?” tanya Dedi dengan nada menyindir.

“Orang Jakarta pak, hehe,” celetuk Arya.

Banjir Bogor

Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah desa di Bogor awal bulan ini menjadi tragedi yang memilukan.

Puncak yang notabennya Kawasan aman dari serangan air, kini justru menjadi korban utama saat musim hujan tiba.

Titik banjir berlokasi di Kecamatan Megamendung, Desa Cipayung, Desa Cipayung Girang dan Desa Gadog. Semua desa tersebut berada di Kawasan puncak.

Lokasi banjir lainnya terjadi di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Kopo, Desa Tugu Utara, dan Desa Tugu.

Di wilayah tersebut juga terjadi longsor yang merusak tiga akses jalan dan satu rumah warga.

Selain itu, air meluap dari Kawasan Rest Area Gunung Mas hingga merendam pemukiman warga, sehingga dua rumah mengalami kerusakan berat.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HP Hilang Saat Serahkan Lukisan ke Dedi Mulyadi, Pelukis Depok Ini Justru Dapat Rezeki Nomplok

HP Hilang Saat Serahkan Lukisan ke Dedi Mulyadi, Pelukis Depok Ini Justru Dapat Rezeki Nomplok

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 19:59 WIB

Jakarta Banjir, Gubernur Jabar Sebut Bendungan Ciawi Percuma Jika Hilir Tak Dibenah

Jakarta Banjir, Gubernur Jabar Sebut Bendungan Ciawi Percuma Jika Hilir Tak Dibenah

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:50 WIB

Dedi Mulyadi Tolak Narasi Banjir Kiriman, Tunjuk Hidung Pengusaha Jakarta Jadi Biang Kerok

Dedi Mulyadi Tolak Narasi Banjir Kiriman, Tunjuk Hidung Pengusaha Jakarta Jadi Biang Kerok

News | Kamis, 10 Juli 2025 | 14:37 WIB

Terkini

BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April

BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April

News | Senin, 13 April 2026 | 11:47 WIB

Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS

Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS

News | Senin, 13 April 2026 | 11:46 WIB

Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak serta Ekonomi Rakyat di Manado

Sinergi BNI dan Pemerintah Dorong Hunian Layak serta Ekonomi Rakyat di Manado

News | Senin, 13 April 2026 | 11:45 WIB

Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh

Kisah Anak-anak Iran di Tengah Perang: Aku Stres Banyak Suara Ledakan, Berlindung Agar Tak Terbunuh

News | Senin, 13 April 2026 | 11:43 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Jaktim Kemarin, Belasan Pohon Tumbang Timpa Ruko dan Kendaraan Warga

Cuaca Ekstrem Terjang Jaktim Kemarin, Belasan Pohon Tumbang Timpa Ruko dan Kendaraan Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 11:29 WIB

Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu

Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu

News | Senin, 13 April 2026 | 11:21 WIB

Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'

Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'

News | Senin, 13 April 2026 | 11:17 WIB

Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!

Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!

News | Senin, 13 April 2026 | 11:16 WIB

Bahlil Ikut Prabowo ke Rusia, Misi Amankan Pasokan Minyak RI di Tengah Gejolak Global

Bahlil Ikut Prabowo ke Rusia, Misi Amankan Pasokan Minyak RI di Tengah Gejolak Global

News | Senin, 13 April 2026 | 11:09 WIB

Tegas! PM Kanada Putus Ketergantungan kepada AS, Mark Carney: Kami Akan Berdikari

Tegas! PM Kanada Putus Ketergantungan kepada AS, Mark Carney: Kami Akan Berdikari

News | Senin, 13 April 2026 | 10:59 WIB