Alarm dari DPR: Kesepakatan Dagang dengan Trump Dinilai Tak Adil, Indonesia Bisa Buntung?

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 19 Juli 2025 | 21:06 WIB
Alarm dari DPR: Kesepakatan Dagang dengan Trump Dinilai Tak Adil, Indonesia Bisa Buntung?
Anggota Komisi I DPR Fraksi NasDem Amelia Anggraini mewanti-wanti pemerintah terkait pemberlakuan Tarif Trump. [Dok. Pribadi]

Suara.com - Kesepakatan dagang baru antara Indonesia dan Amerika Serikat, terutama terkait produk dari negara Paman Sam yang bebas masuk tanpa pajak sama sekali menjadi polemik.

Bahkan, Anggota DPR memertanyakan kesepakatan tersebut benar-benar menguntungkan atau justru berat sebelah.

Peringatan keras datang dari Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, yang meminta pemerintah bersikap jeli dan ekstra hati-hati dalam menindaklanjuti hasil kesepakatan dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

Ia menilai bahwa kesepakatan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump itu tidak bisa disebut sebagai kesepakatan yang resiprokal atau saling menguntungkan.

"Kita perlu lebih jeli lagi dan berhati-hati terhadap satu komoditinya apa, dari agriculture. Kemudian juga untuk perikanan, kita kan negara maritim. Kemudian komoditinya apa? Kita harus jelas dulu nih agreement yang sudah dicapai itu apa saja," kata Amelia lewat keterangannya yang dikutip Suara.com, Sabtu (19/7/2025).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, tarif impor bagi produk Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat memang diturunkan menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen.

Namun, sebagai gantinya, produk-produk Amerika yang masuk ke pasar Indonesia tidak akan dikenakan pajak atau non-tarif.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Pemerintah Indonesia juga diharuskan membeli produk pertanian, perikanan, hingga pesawat dari Amerika Serikat yang nilainya ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah.

Karena itu, Amelia mewanti-wanti agar pemerintah waspada terhadap detail produk-produk Amerika Serikat yang akan membanjiri pasar domestik.

baca juga

"Jangan sampai itu kan hanya sebatas komoditi. Jangan sampai misalkan seperti Google, YouTube tidak dikenakan pajak juga. Saya tidak bilang, jangan sampai ini melebar," katanya mengingatkan.

Di lain pihak, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno membela kesepakatan tersebut.

Ia menyebut bahwa produk-produk Amerika yang selama ini masuk ke Indonesia bukanlah barang konsumsi yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Fakta di balik percakapan telepon 17 menit Prabowo Subianto dan Donald Trump. [kolase suara.com]
Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump menyepakati penurunan tarif dagang Indonesia dengan AS menjadi 19 persen dan juga beberapa persyaratan. [kolase suara.com]

Oleh karena itu, ia yakin kesepakatan ini tidak akan mengancam produk lokal.

"Produk Amerika yang masuk ke Indonesia ini kan, yang besar hanya kedelai, kemudian gandum. Iya, kan. Jadi produknya adalah produk yang tidak bersaing dengan produk kita," kata Arif kepada wartawan di Jakarta Selatan, Sabtu (19/5/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding Tak Setara, Wamenlu Beberkan Hitungan di Balik Perjanjian Dagang dengan Amerika

Dituding Tak Setara, Wamenlu Beberkan Hitungan di Balik Perjanjian Dagang dengan Amerika

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 14:10 WIB

Selain Minyak Mentah-LPG, Pemerintah Masukkan BBM Dalam Daftar Impor Energi dari AS

Selain Minyak Mentah-LPG, Pemerintah Masukkan BBM Dalam Daftar Impor Energi dari AS

Bisnis | Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:00 WIB

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 20:59 WIB

Terkini

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

×