Selain Minyak Mentah-LPG, Pemerintah Masukkan BBM Dalam Daftar Impor Energi dari AS

Achmad Fauzi

Sabtu, 19 Juli 2025 | 11:00 WIB
Selain Minyak Mentah-LPG, Pemerintah Masukkan BBM Dalam Daftar Impor Energi dari AS
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memuji kemampuan negosiasi Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan terkait tarif impor ke AS yang diberlakukan Presiden Donald Trump. [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memasukkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke dalam daftar barang yang akan diimpor dari Amerika Serikat (AS).

BBM menjadi komoditas baru dalam rencana impor energi dari AS dalam kesepakatan Tarif Trump, yang sebelumnya hanya mencakup minyak mentah dan LPG.

Indonesia berencana mengimpor energi dari AS senilai USD 15 miliar, atau setara Rp 244,28 triliun (asumsi kurs Rp 16.285 per USD).

“Dari negosiasi itu salah satu materinya adalah proposal Indonesia kepada Amerika yang akan membeli kurang lebih sekitar USD10miliar sampai USD15miliar untuk LPG, kemudian BBM, dan crude,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, yang dikutip Sabtu (19/7/2025).

Ilustrasi Impor Minyak

Untuk merealisasikan impor tersebut, Bahlil saat ini tengah berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk PT Pertamina (Persero) selaku pelaksana impor migas dari AS.

“ESDM sudah harus melakukan langkah-langkah dalam rangka menindaklanjuti, khususnya dengan Pertamina setelah itu, baru saya akan menyampaikan laporan perkembangan terakhir,” jelasnya.

Bahlil menegaskan, kesepakatan impor migas ini memiliki manfaat ekonomi bagi kedua negara. Ia menambahkan bahwa rencana impor ini akan direncanakan secara matang, termasuk menghitung biaya logistik.

"Semuanya kami akan hitung sesuai dengan harga keekonomian yang sama, harus saling menguntungkan dan kami ingin negara kita juga harus mendapatkan harga yang seefisien mungkin," bebernya.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, memastikan bahwa rencana impor minyak dan gas (migas) dari AS akan menggunakan skema business-to-business (B2B), tanpa menggunakan APBN.

baca juga

Fadjar menyebut bahwa saat ini Pertamina telah menyepakati rencana impor migas dengan mitra strategis AS, namun belum bisa mengungkap nama mitranya karena terikat perjanjian non-disclosure.

“Kita belum bisa sebutkan, karena terkait dengan non disclosure agreement… karena memang kita kan B2B. Beda dengan G2G skemanya. Jadi kalau business to business memang ada beberapa skema yang kita juga tidak bisa sebutkan detail,” ujar Fadjar di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Fadjar menegaskan bahwa impor migas dari AS yang dilakukan oleh Pertamina terbatas pada minyak mentah dan LPG, dan sampai saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai LNG.

“Sampai saat ini yang terbatas masih minyak mentah dan LPG,” tegasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai Bulan Depan Pertamina Gunakan Sistem Perizinan Digital Secara Penuh

Mulai Bulan Depan Pertamina Gunakan Sistem Perizinan Digital Secara Penuh

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 23:40 WIB

Mengenal Pertamina Youth Program: Libatkan Generasi Muda Jaga Kedaulatan Energi

Mengenal Pertamina Youth Program: Libatkan Generasi Muda Jaga Kedaulatan Energi

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 22:19 WIB

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Balas Budi Donald Trump, RI Gelontorkan Rp240 Triliun Beli Energi dari Amerika Serikat

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 20:59 WIB

Terkini

Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi

Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:15 WIB

LG Pimpin Pasar Mesin Cuci Front Loading, Andalkan AI untuk Pertahankan Konsumen

LG Pimpin Pasar Mesin Cuci Front Loading, Andalkan AI untuk Pertahankan Konsumen

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas

Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Ini Rincian Dana untuk 15 Daerah

Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Ini Rincian Dana untuk 15 Daerah

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:02 WIB

BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau

BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Menbud Fadli Zon Soroti Karhutla Ancam Lukisan Gua Prasejarah dan Makam Toraja

Menbud Fadli Zon Soroti Karhutla Ancam Lukisan Gua Prasejarah dan Makam Toraja

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP

Es Jeruk di Malioboro Rp20 Ribu Viral, Hasto Bakal Turunkan Satpol PP

Jogja | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Sestama BNPB Klaim Serahkan Dokumen ke Penyidik KPK

Usai Diperiksa 7 Jam, Sestama BNPB Klaim Serahkan Dokumen ke Penyidik KPK

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:55 WIB

×