Kebakaran di Jakarta Telan Korban Jiwa, DPRD DKI: Bukan Sekadar Musibah, Ini Alarm Masalah Urban

Senin, 21 Juli 2025 | 12:30 WIB
Kebakaran di Jakarta Telan Korban Jiwa, DPRD DKI: Bukan Sekadar Musibah, Ini Alarm Masalah Urban
Kondisi terkini salah satu rumah terdampak kebakaran di Jalan Kutilang RT. 06/RW.02, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2025). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Suara.com - Gelombang kebakaran yang melanda Ibu Kota sepanjang akhir pekan, 19-20 Juli 2025, menyisakan duka mendalam. Tidak hanya karena kerugian material, namun juga karena nyawa yang melayang.

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, menyebut kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan cermin dari kompleksitas masalah urban yang terus terabaikan.

Sedikitnya tiga peristiwa kebakaran terjadi dalam dua hari terakhir di Jakarta. Korban jiwa pun berjatuhan, termasuk empat anak yang tewas dalam kebakaran di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

"Kebakaran di Jakarta bukan semata akibat korsleting atau kelalaian, tetapi mencerminkan kompleksitas masalah urban seperti kepadatan permukiman, buruknya instalasi listrik, minimnya edukasi kebakaran, serta belum meratanya sarana pemadam kebakaran," ujar Mujiyono kepada wartawan, Senin (21/7/2025).

Ia menekankan perlunya langkah konkret dari Pemprov DKI dan PLN untuk mengintervensi persoalan ini secara sistematis. Salah satunya dengan memperketat inspeksi kelistrikan dan memberikan edukasi menyeluruh kepada masyarakat terkait risiko penggunaan instalasi listrik yang tidak standar.

Mujiyono juga mendorong optimalisasi aset lahan milik pemerintah untuk membangun sistem hidran mandiri di kawasan padat yang sulit dijangkau armada pemadam.

“Penting juga dilakukan inventarisasi dan pemanfaatan aset lahan pemerintah untuk pembangunan hidran mandiri. Di wilayah yang tidak memungkinkan masuknya armada pemadam kebakaran, kami mendorong penggunaan hidran portabel sebagai alternatif bagi daerah padat penduduk yang susah dilewati mobil pemadam," jelasnya.

Tak hanya soal sarana, ia menekankan pentingnya pelibatan aktif warga dalam upaya mitigasi kebakaran. Edukasi dan pelatihan harus menyasar komunitas akar rumput seperti relawan kebakaran (Redkar), sekolah, hingga kampus.

Di sisi lain, Mujiyono menyoroti implementasi program unggulan Pemprov DKI “Satu APAR Satu RT” yang dinilai belum maksimal. Menurutnya, keberadaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di lingkungan warga tak akan berguna jika hanya dijadikan pajangan.

Baca Juga: Masih Asap dan Rawan, Ini 4 Alasan Basarnas Belum Bisa Akses Bangkai KM Barcelona V

"Jangan sampai APAR hanya menjadi simbol di dinding tanpa fungsi saat keadaan darurat. Harus ada sistem inventarisasi dan pengecekan rutin terhadap seluruh APAR di lingkungan warga karena banyak ditemukan APAR yang tidak terisi ulang atau sudah kedaluwarsa," bebernya.

Ia menambahkan, pelatihan penggunaan APAR harus menjadi standar dalam program tersebut. Tak bisa diasumsikan bahwa semua warga paham cara menggunakannya saat kebakaran terjadi.

"Warga juga perlu diberi pelatihan langsung bagaimana cara menggunakan APAR secara benar. Jangan asumsikan semua orang tahu cara memadamkan api. Harus ada kolaborasi antara Pemprov, Dinas Gulkarmat, RT/RW, dan warga untuk menjadikannya solusi nyata, bukan formalitas," tegasnya.

Kebakaran pertama akhir pekan lalu terjadi di Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (19/7) pukul 06.20 WIB. Sebanyak dua rumah tinggal dan satu indekos ludes terbakar. Empat anak dinyatakan meninggal dunia, sementara penyebab diduga akibat korsleting listrik.

Sehari setelahnya, dua kebakaran kembali terjadi. Pertama, di sebuah warteg di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, pukul 09.10 WIB yang menewaskan satu orang. Selang dua jam kemudian, api melalap 55 rumah di kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, juga diduga karena korsleting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI