Anies Baswedan Dulu 'Nakal' Suka Berkelahi, Dihukum ke Perpustakaan Malah Ketagihan, Kok Bisa?

Selasa, 22 Juli 2025 | 18:01 WIB
Anies Baswedan Dulu 'Nakal' Suka Berkelahi, Dihukum ke Perpustakaan Malah Ketagihan, Kok Bisa?
Anies Baswedan ditemui di FEB UGM, Senin (14/7/2025). [Hiskia/Suarajogja]

Suara.com - Di tengah maraknya perdebatan soal penanganan kenakalan remaja, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membagikan sebuah resep unik yang jauh dari hukuman fisik atau gaya militer. Resep ini ternyata datang dari pengalaman pribadinya saat masih kecil dan dianggap 'nakal'.

Dalam bincang-bincang santai di kanal YouTube Tretan Universe, Anies menolak mentah-mentah gagasan bahwa anak 'nakal' harus dihukum secara keras. Menurutnya, perilaku tersebut adalah cerminan dari lingkungan dan pendidikannya.

"Anak nakal adalah penyederhanaan bagi anak yang tidak dapat berperilaku sesuai dengan harapan karena beragam aspek," ujar Anies Baswedan.

Oleh karena itu, solusinya bukanlah menghukum si anak, melainkan memperbaiki akar masalahnya.

"Semua pihak harus punya andil dalam memperbaiki masalah ini, karena anak adalah produk dari didikan dari semua lingkungan," katanya.

Anies kemudian membongkar masa kecilnya di Yogyakarta yang ternyata tidak 'lurus-lurus' saja. Ia mengaku sering berkelahi dan dianggap jahil. Namun, orang tuanya punya cara cerdas untuk 'menghukumnya'.

Hobi Anies saat itu adalah bersepeda keliling kampung. Orang tuanya pun memberikan sebuah syarat: jika ingin tetap diizinkan bersepeda, Anies wajib datang ke perpustakaan.

"Saya ini senang naik sepeda. Pergi-pergi naik sepeda," kenangnya.

'Hukuman' ini, kata Anies, ternyata sangat efektif. Ia yang awalnya terpaksa, lama-kelamaan justru menikmati rutinitas barunya, meski dengan motivasi yang sedikit melenceng.

Baca Juga: Di Depan Tretan Muslim, Anies Baswedan Kritisi Kebijakan Barak Militer Dedi Mulyadi

"Jadi akhirnya saya senang berangkat ke perpus, bukan karena mau baca buku, tapi karena mau sepedaan," tuturnya sambil tertawa.

Bagi Anies, pengalaman ini menjadi bukti bahwa solusi yang efektif tidak selalu yang terlihat gagah atau populer. Ia menekankan bahwa kebijakan yang baik harus berorientasi pada penyelesaian masalah jangka panjang.

"Tidak selamanya yang ditepuk tangani itu benar dan tidak selamanya solusi mendapatkan tepuk tangan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI