Ungkap Bahaya Anak Kian Terjebak Dunia Digital, KPAI: Kungkungan Gadget Harus Dilawan!

Rabu, 23 Juli 2025 | 11:15 WIB
Ungkap Bahaya Anak Kian Terjebak Dunia Digital, KPAI: Kungkungan Gadget Harus Dilawan!
Ungkap Bahaya Anak Kian Terjebak Dunia Digital, KPAI: Kungkungan Gadget Harus Dilawan!

Suara.com - Bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) 2025, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra menyoroti dampak serius dari dominasi gawai terhadap kehidupan anak-anak Indonesia.

Menangapi isu tersebut, Jasra mempertanyakan peran negara dalam melindungi anak-anak dari ancaman dunia digital yang kian membatasi ruang gerak dan tumbuh kembang mereka.

“Sejatinya dunia anak adalah dunia gerak, bermain, belajar dan penuh apresiasi. Bukan berdiam dalam peraduan digital,” kata Jasra dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Rabu (23/7/2025).

Namun, Jasra menggarisbawahi bahwa gerakan untuk melawan dominasi gadget tidak cukup hanya dalam bentuk simbolik. Menurutnya, perlu ada gerakan masif yang mendorong anak-anak keluar dari ketergantungan digital, melalui rekayasa sosial dan desain kawasan yang mengutamakan ruang gerak anak sejak dini.

“Memang kungkungan gawai, benar-benar harus dilawan dengan gerakan menguranginya, yang tegas dan kuat," ujar Jasra.

Ilustrasi anak-anak bermain gadget (Pexels.com/Jessica Lewis Creative)
Ilustrasi anak-anak bermain gadget (Pexels.com/Jessica Lewis Creative)

Jasra juga menyinggung video-video dari Cina yang memperlihatkan cara negara tersebut mendorong anak-anak keluar dari dunia digital. Tayangan yang menggambarkan ribuan anak mengikuti gerakan guru secara serempak, hingga balita yang tangkas melewati berbagai halang rintang, menurutnya menjadi oase yang menjawab keresahan orang tua di Indonesia.

“Pemandangan video-video tersebut sangat menggoda dan memanjakan mata kita semua. Di dalam hati bersemayam apakah di Indonesia bisa melaksanakan hal tersebut, mengeluarkan anak-anak dari peraduan digitalnya,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa akibat terlalu lama terpapar gawai, banyak anak mengalami keterlambatan berbicara dan bersosialisasi. Dampaknya bisa sangat merugikan ketika anak memasuki fase kemandirian, bahkan bisa menjadi persoalan kejiwaan, fisik, sensorik, dan psikomotorik di masa depan.

“Kita pernah mencoba, dengan barak militer, dengan APH menjemput langsung anak-anak dari rumah untuk keluar dari peraduan digitalnya. Itu bagaikan mewakili suara hati kecil para orang tua yang tak mampu melakukannya, karena penerjemahan kasih sayang yang katanya terlalu berlebihan,” ungkap Jasra.

Baca Juga: Bongkar Taktik 'Parcok' di Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Rismon Ungkit Kasus Jessica Wongso, Mengapa?

Lebih lanjut, Jasra mengajak semua pihak untuk melihat kembali urgensi penyelamatan generasi dari pengaruh dunia digital yang berlebihan, dan mengembalikan dunia anak sebagai ruang gerak nyata yang sehat dan membebaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI