Kelemahan Teori Fetish dalam Kasus Kematian Arya Daru Menurut Pakar

Wakos Reza Gautama

Rabu, 23 Juli 2025 | 22:07 WIB
Kelemahan Teori Fetish dalam Kasus Kematian Arya Daru Menurut Pakar
Ilustrasi Arya Daru Pangayunan. Kriminolog UI Adrianus Meliala menilai ada kelemahan dalam teori fetish di kasus kematian Arya Daru Pangayunan. [Instagram]

Suara.com - Ketika skenario pembunuhan dan bunuh diri dalam kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan sama-sama menemui jalan buntu, sebuah teori alternatif yang lebih sensasional mulai merayap ke permukaan: aktivitas seksual menyimpang atau fetish.

Namun, Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menilai teori ini lemah jika dikaitkan dalam kasus kematian Arya sebab minimnya informasi dari polisi mengenai kondisi korban.

"Ada juga yang kemudian menyatakan bahwa ini teori yang bersangkutan itu melakukan suatu kegiatan seksual ya yang boleh dibilang sebagai menyimpang, fetis lah," ujarnya dikutip dari Youtube Intens Investigasi.

Menurutnya, sebuah teori, seterkejut apa pun, harus didukung oleh konteks di tempat kejadian perkara (TKP). Tanpa konteks yang relevan, teori tersebut tidak lebih dari sekadar asumsi tanpa dasar.

"Tapi jangan lupa bahwa kalau itu teori dikatakan kuat, kalau dalam hal ini juga ada hal-hal yang biasanya menyertai orang yang melakukan suatu kegiatan seksual menyimpang," tegas Adrianus.

Syarat Mutlak #1: Kehadiran Konteks Seksual Fisik di TKP

Syarat pertama dan paling fundamental adalah adanya bukti fisik yang mengarah pada aktivitas seksual. Adrianus mencontohkan salah satu indikator paling umum yang akan dicari oleh penyidik dalam kasus yang melibatkan dugaan erotic asphyxiation (sensasi sesak napas untuk kepuasan seksual).

"Ya, misalnya bahwa pada saat dia ditemukan itu dia dalam kondisi telanjang misalnya, mohon maaf ini ya," paparnya secara blak-blakan.

Kondisi korban saat ditemukan adalah petunjuk forensik yang krusial. Apakah korban berpakaian lengkap, atau dalam kondisi yang mengindikasikan aktivitas privat?

baca juga

Ketiadaan informasi mengenai hal ini dari pihak kepolisian menciptakan sebuah lubang besar pertama dalam teori fetish.

Syarat Mutlak #2: Kehadiran Stimulan Pembangkit Gairah

Syarat kedua adalah adanya alat bantu atau stimulan. Aktivitas parafilia seperti ini jarang sekali terjadi dalam ruang hampa.

Pelaku biasanya membutuhkan pemicu eksternal untuk mencapai tingkat gairah yang diinginkan.

"Atau ada lagi misalnya apakah itu benda-benda pornografis ya, video porno yang lalu kemudian menjadi alat bantu yang bersangkutan dalam rangka untuk terangsang misalnya begitu," jelas Adrianus.

Kehadiran majalah, video, atau objek-objek lain yang bersifat pornografis di sekitar lokasi akan menjadi bukti pendukung yang sangat kuat. Namun, lagi-lagi, informasi ini terkunci rapat di dalam laporan investigasi kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kriminolog Adrianus Meliala Runtuhkan Teori Bunuh Diri Diplomat Arya dengan Satu Pertanyaan Kunci

Kriminolog Adrianus Meliala Runtuhkan Teori Bunuh Diri Diplomat Arya dengan Satu Pertanyaan Kunci

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 21:20 WIB

Kriminolog UI: Kondisi TKP Patahkan Teori Pembunuhan Diplomat Arya Daru

Kriminolog UI: Kondisi TKP Patahkan Teori Pembunuhan Diplomat Arya Daru

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 20:43 WIB

Babak Baru Penyelidikan Tewasnya Arya Daru, Antara Bungkamnya Komnas HAM dan Jejak Kunci CCTV

Babak Baru Penyelidikan Tewasnya Arya Daru, Antara Bungkamnya Komnas HAM dan Jejak Kunci CCTV

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 15:30 WIB

Misteri Kematian Diplomat ADP: Kompolnas Ungkap 4 Fakta Baru, Bantah Keras Hasil Autopsi Hoaks

Misteri Kematian Diplomat ADP: Kompolnas Ungkap 4 Fakta Baru, Bantah Keras Hasil Autopsi Hoaks

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 21:23 WIB

Misteri Kresek Hitam Diplomat Muda, Kompolnas: Bukti Penting terkait Kematian Arya Daru

Misteri Kresek Hitam Diplomat Muda, Kompolnas: Bukti Penting terkait Kematian Arya Daru

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:26 WIB

Terkini

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Jadi Man of the Match Persija vs Persik, Denis Kolinger Tak Mau Tinggi Hati

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

Geledah Dinas PUPR Klaten, KPK Sita Segepok Uang Tunai dan Bukti Elektronik Proyek

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×