Bea Cukai Ungkap 4 Modus Penipuan Utama: Kenali Jebakan Belanja Online hingga Lelang Fiktif

Chandra Iswinarno | Suara.com

Kamis, 24 Juli 2025 | 23:00 WIB
Bea Cukai Ungkap 4 Modus Penipuan Utama: Kenali Jebakan Belanja Online hingga Lelang Fiktif
Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Nirwala Dwi Heryanto. (Suara.com/Chyntia Sami B)

Kemudian, ia akan menelepon dengan panik, mengabarkan bahwa barangnya tertahan di Bea Cukai dan meminta sejumlah uang untuk menebusnya.

Kerugiannya pun fantastis, bisa mencapai puluhan juta rupiah.

"Teman sekolah saya sendiri, saya yang dimarahi (saat menasihati). Dia (rugi) nggak kurang dari Rp50 juta hingga Rp60 juta," ungkapnya sebagai contoh nyata.

Barang Sitaan

Kemudian motif lainnya, yakni lelang barang sitaan fiktif.

Ia mengemukakan bahwa modus ini mengincar korban dengan tawaran barang-barang sitaan Bea Cukai—seperti gadget, kendaraan, atau barang mewah—dengan harga yang sangat miring.

Untuk meyakinkan korban, penipu seringkali mengklaim memiliki 'orang dalam' yang bisa mengatur kemenangan lelang.

Faktanya, jelas Nirwala, mekanisme lelang barang milik negara (termasuk sitaan Bea Cukai) dilakukan secara transparan dan terbuka melalui portal resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

"Padahal kalau orang yang mau paham, lelang itu kan sudah dilakukan secara terbuka online, mana ada orang dalam bisa masuk di situ," katanya.

Kemudian yang terakhir, yakni iming-iming titipan uang atau money laundering.

Dalam modus ini, biasanya korban tiba-tiba dihubungi oleh orang tak dikenal yang mengaku ingin menitipkan uang dalam jumlah besar dari luar negeri dan menawarkan komisi yang menggiurkan.

Sama seperti modus lainnya, skenario berujung pada kabar bahwa uang tersebut 'tertahan di Bea Cukai' karena melanggar aturan pembawaan uang tunai. Penipu lantas meminta korban mentransfer sejumlah dana sebagai 'denda' atau 'biaya administrasi'.

"Karena sudah mau dapat titipan uang nanti, terus bagi hasilnya seperti apa, orang sudah nggak berpikir sehat kan seperti itu," jelasnya.

Meski begitu, Nirwala menegaskan bahwa kunci dari semua penipuan tersebut ada pada kelihaian pelaku dalam menciptakan tekanan dan memanipulasi emosi.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu berpikir jernih, tidak mudah panik, dan melakukan verifikasi ke saluran resmi Bea Cukai jika menerima informasi yang mencurigakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Bea Cukai Bentuk Satgas Perangi Rokok Ilegal

Bos Bea Cukai Bentuk Satgas Perangi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 09 Juli 2025 | 14:05 WIB

Cukai Rokok Naik Lagi? Dirjen Bea Cukai Buka Suara Soal Dampak PHK dan Rokok Ilegal

Cukai Rokok Naik Lagi? Dirjen Bea Cukai Buka Suara Soal Dampak PHK dan Rokok Ilegal

Bisnis | Selasa, 08 Juli 2025 | 19:59 WIB

Dirjen Bea Cukai Baru Ditantang Selamatkan Industri Rokok

Dirjen Bea Cukai Baru Ditantang Selamatkan Industri Rokok

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 08:52 WIB

Terkini

Babak Baru Teror Air Keras Andrie Yunus: 8 Saksi Siap Bongkar Aksi 4 Anggota BAIS TNI, Siapa Saja?

Babak Baru Teror Air Keras Andrie Yunus: 8 Saksi Siap Bongkar Aksi 4 Anggota BAIS TNI, Siapa Saja?

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:49 WIB

Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

Petir Hantam Bangladesh, Sambar 14 Orang Sampai Tewas Terpanggang

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:44 WIB

Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Prabowo Resmikan 21 RSUD Mei 2026! Target Pangkas Rujukan dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:35 WIB

Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat

Kanselir Jerman: Iran Sedang Mempermalukan Amerika Serikat

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:28 WIB

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:21 WIB

Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan

Terkuak di Sidang! Intel BAIS Lacak Aktivis KontraS Andrie Yunus Lewat Google hingga Aksi Kamisan

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:21 WIB

KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan

KAI Minta Warga Setop Bikin Perlintasan Liar: Bahayakan Masinis dan Pengguna Jalan

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB

Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras

Terkuak di Sidang, Cara 4 Intel TNI Intai Andrie Yunus Sebelum Siram Air Keras

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:16 WIB

20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap

20 Tahun Tewas Misterius, Pembunuh Sadis Mayat Perempuan Prancis dalam Tong Air Ditangkap

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:11 WIB

Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama

Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:57 WIB