5 Fakta Panas Perang Thailand-Kamboja, Penyebab hingga Kronologi Sengketa

Bangun Santoso

Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:45 WIB
5 Fakta Panas Perang Thailand-Kamboja, Penyebab hingga Kronologi Sengketa
Militer Thailand melancarkan serangan udara terhadap posisi pasukan Kamboja. Sebagai respons atas serangan sistem peluncur roket BM-21 Grad dalam bentrokan di perbatasan [Suara.com/Ilustrasi]

Suara.com - Di balik citra ramah sebagai surga pariwisata, Thailand dan Kamboja ternyata menyimpan sebuah 'bom waktu' yang bisa meledak kapan saja. Akar masalahnya adalah sengketa atas sebuah kuil kuno di perbatasan yang telah memicu pertumpahan darah dan mengancam stabilitas kawasan.

Meski tensi saat ini mereda, bara dalam sekam konflik Kuil Preah Vihear tak pernah benar-benar padam. Lantas, apa sebenarnya yang membuat dua negara tetangga ini rela berperang demi sebuah bangunan batu?
Berikut adalah 5 fakta panas di balik sengketa berdarah ini:

1. Akar Masalah: Kuil di Ujung Tebing

Pusat dari semua masalah ini adalah Kuil Preah Vihear, sebuah kompleks candi Hindu kuno yang didedikasikan untuk Dewa Siwa. Kuil ini berdiri megah di puncak tebing setinggi 525 meter di Pegunungan Dângrêk, yang secara alami menjadi perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

Karena lokasinya yang strategis dan nilai sejarahnya yang tak ternilai (diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO), kedua negara sama-sama mengklaim sebagai pemilik sah kuil tersebut.

2. Putusan Mahkamah Internasional yang 'Setengah Hati'

Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag mengeluarkan putusan yang krusial. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, ICJ memutuskan bahwa Kuil Preah Vihear secara sah adalah milik Kamboja.

Namun, putusan itu ternyata 'setengah hati'. Mahkamah tidak secara tegas menentukan demarkasi atau garis batas di area sekitar kuil, menyisakan lahan seluas 4,6 kilometer persegi dalam status sengketa hingga hari ini.

3. Peta Buatan Prancis Jadi Biang Kerok

baca juga

Mengapa Mahkamah Internasional memenangkan Kamboja? Kuncinya ada pada sebuah peta buatan Prancis pada awal abad ke-20 saat Kamboja masih menjadi protektorat Prancis.

Peta tersebut menggambarkan kuil berada di dalam wilayah Kamboja. Thailand hingga kini menolak peta tersebut, mengklaimnya tidak akurat dan dibuat secara sepihak oleh kolonial Prancis.

Namun, bagi ICJ, fakta bahwa Thailand tidak pernah memprotes peta tersebut selama puluhan tahun dianggap sebagai bentuk penerimaan.

4. Bukan Sekadar Tanah, Ini Soal Harga Diri Bangsa

Konflik ini telah mendarah daging menjadi isu nasionalisme dan harga diri di kedua negara. Bagi Kamboja, kuil ini adalah simbol kejayaan Kerajaan Khmer kuno.

Sementara bagi Thailand, mengalah berarti kehilangan sebagian dari warisan sejarah mereka. Pengamat Hubungan Internasional, Dr. Rahmat Hidayat, menilai isu ini sangat rawan dieksploitasi.

"“Konflik Preah Vihear adalah contoh sempurna bagaimana warisan kolonial dan hukum internasional yang ambigu bisa meledak ketika bertemu dengan nasionalisme domestik. Ini bukan lagi sekadar sengketa peta, tapi sudah menjadi isu harga diri bangsa yang rawan dieksploitasi untuk kepentingan politik internal di kedua negara,”" ujarnya.

5. Bukan Cuma Debat, Tapi Perang Sungguhan

Jangan salah, sengketa ini bukan hanya perang kata-kata di meja perundingan. Konflik ini telah memicu perang sungguhan.

Bentrokan bersenjata antara militer Thailand dan Kamboja pecah beberapa kali, terutama pada tahun 2008 dan 2011. Pertempuran artileri dan senjata ringan di sekitar kuil telah menewaskan puluhan tentara dari kedua belah pihak dan memaksa ribuan warga sipil mengungsi, menjadi bukti betapa berbahayanya sengketa warisan kuno ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI di Thailand dan Kamboja Aman? Ini Update Terkini dari Kemlu!

WNI di Thailand dan Kamboja Aman? Ini Update Terkini dari Kemlu!

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:16 WIB

Semifinal Piala AFF U-23: Jam Berapa Timnas Indonesia U-23 vs Thailand?

Semifinal Piala AFF U-23: Jam Berapa Timnas Indonesia U-23 vs Thailand?

Bola | Jum'at, 25 Juli 2025 | 13:13 WIB

Dilanda Badai Cedera, Bagaimana Kans Timnas Indonesia ke Final Piala AFF U-23 2025?

Dilanda Badai Cedera, Bagaimana Kans Timnas Indonesia ke Final Piala AFF U-23 2025?

Your Say | Jum'at, 25 Juli 2025 | 12:14 WIB

Selamat Tinggal, Gerald Vanenburg Tak Bakal Mainkan 2 Pemain Ini Saat Lawan Thailand

Selamat Tinggal, Gerald Vanenburg Tak Bakal Mainkan 2 Pemain Ini Saat Lawan Thailand

Bola | Jum'at, 25 Juli 2025 | 11:30 WIB

Timnas U-23 vs Thailand: Duel Otak Gerald Vanenburg vs Thawatchai Damrong-Ongtrakul

Timnas U-23 vs Thailand: Duel Otak Gerald Vanenburg vs Thawatchai Damrong-Ongtrakul

Bola | Jum'at, 25 Juli 2025 | 11:35 WIB

Head to Head Timnas Indonesia U-23 vs Thailand: Misi Lanjutkan Dominasi

Head to Head Timnas Indonesia U-23 vs Thailand: Misi Lanjutkan Dominasi

Bola | Jum'at, 25 Juli 2025 | 10:10 WIB

Jadwal dan Link Streaming Timnas Indonesia U-23 vs Thailand: Laga Hidup Mati di SUGBK

Jadwal dan Link Streaming Timnas Indonesia U-23 vs Thailand: Laga Hidup Mati di SUGBK

Bola | Jum'at, 25 Juli 2025 | 09:56 WIB

Terkini

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

×