Kisah Perjalanan Edi Sound Horeg dari Kendang Hingga Konsol Mixer Speaker Penggetar Jiwa

Rifan Aditya

Sabtu, 26 Juli 2025 | 13:39 WIB
Kisah Perjalanan Edi Sound Horeg dari Kendang Hingga Konsol Mixer Speaker Penggetar Jiwa
Memed Potensio alias Thomas Ava Edi Sound Horeg (Facebook Karnaval Sound)

Suara.com - Kecintaan pada dunia audio bisa tumbuh dari mana saja. Bagi Memed Potensio alias Thomas Ava Edi Sound Horeg, perjalanan kariernya di dunia sound system berawal dari ketertarikan sederhana sejak ia masih duduk di bangku kelas 3 SD.

"Dulu itu, waktu kelas 3 SD belajar kendang. Kendang ketipung, elektunan. Setelah itu bapakku ikut sound-sound-an," ungkap Edi dalam Youtube ALI ID yang diunggah tiga tahun lalu (7/11/2022).

Nama Memed Potensio atau juga dikenal sebagai Thomas Ava Edi Sound Horeg belakangan viral dan menghebohkan publik.

Warganet awalnya penasaran dengan wajah lesu Edi saat mengoperasikan sound horeg. Namun lama kelamaan, kisah dan perjalanan hidupnya pun menggelitik banyak orang.

Suka Musik dan Sound Sejak SD

Kala itu, ia mulai belajar memainkan kendang ketipung untuk musik elektunan, terinspirasi dari sang ayah yang juga berkecimpung di dunia persewaan sound system.

"Dulu punya sekarang sudah habis, canon. Dijual, canon sama ACR Classic," cerita Edi dalam bahasa Jawa.

Meskipun sound system milik ayahnya akhirnya dijual, semangat Memed tidak pernah padam. Tanpa guru formal, ia belajar secara otodidak.

Ia memulainya dari hal-hal paling dasar, seperti menyalakan genset diesel, hingga memahami fungsi-fungsi dasar pada mixer.

"Setelah itu belajar nyalain dongfeng, nyalain diesel. Bisa tapi tidak diajarin cara benerin treble, middle, bass."

baca juga

"Pokoknya bisa nyalain diesel, ganti lagu, benerin treble, ya sudah. Tanggapan buat jaranan. Tidak ada yang ngajarin dulu, belajar sendiri," kenangnya.

Gaji Pertama

Memasuki jenjang SMP, semangatnya justru semakin membara. Sepulang sekolah, ia langsung berangkat untuk menjadi kru sound system di berbagai acara, salah satunya pertunjukan jaranan.

"Pokoknya SD kelas 6 sudah main sound. Setelah itu SMP mondok setahun gara-gara kepinteran. Akhirnya setahun sudah selesai. Mondok, SMP, pulang sekolah main sound lagi," kataya.

Dari pekerjaan itu, ia menerima bayaran pertamanya sebesar Rp25.000 untuk dua hari bekerja.

Awalnya, ia hanya menjadi "rewangan" atau kru pembantu untuk sebuah sound system dari Blitar.

Langkahnya menjadi lebih profesional saat ia berkesempatan belajar manajemen dan seluk-beluk mixer digital bersama Mas Aan dari Aan Production.

Namun, titik balik terbesarnya datang saat pertemuannya yang unik dengan Mas Brewok, pemilik Brewok Audio.

"Saya dibuang teman saya di samping tong sampah di pasar, lalu ditemukan oleh Mas Bre," candanya menceritakan pertemuan tak terduga itu.

Saat itu, Mas Brewok sedang membutuhkan operator dadakan untuk sebuah acara dan Memed-lah yang dihubungi. Kepercayaan itu menjadi awal dari kolaborasi panjang.

Bersama Brewok Audio, kariernya semakin menanjak. Ia terlibat dalam berbagai acara, mulai dari hajatan, sholawatan, hingga karnaval besar.

Salah satu momen yang turut melambungkan namanya adalah saat karnaval di Tokol, Malang, yang menjadi awal mula viralnya Brewok Audio.

Perlu kalian ketahui, Brewog Audio adalah salah satu pihak yang turut mempelopori tren sound horeg di Jawa Timur.

Bahkan dalam satu truk yang dimiliki Brewog Audio, nilai investasinya hingga menyentuh tiga digit atau lebih dari Rp 1 miliar.

Edi Sound Horeg Sekarang

Kini, ia bukanlah orang baru di skena sound horeg. Edi disebut-sebut sebagai salah satu pelopor yang memperkenalkan sound system bergaya horeg (goyang atau bergetar) ke berbagai hajatan kampung, mulai dari pernikahan, karnaval, hingga acara sunatan.

Gayanya yang khas—menghasilkan dentuman bass yang mampu menggetarkan tanah dan dada—perlahan membangun reputasinya dari mulut ke mulut di seantero Jawa Timur.

Gelar "Thomas Alva EdiSound" bukanlah sekadar lelucon. Julukan ini lahir dari rasa hormat komunitas terhadap dedikasi dan inovasinya yang tanpa henti hingga disebut-sebut sebagai penemu Sound Horeg.

Edi tidak hanya menyetel sound system pabrikan; ia menciptakan "monster"-nya sendiri. Dengan menggunakan teknik amplifier rakitan, speaker kustom, dan permainan equalizer manual yang rumit, ia berhasil menciptakan karakter suara yang menjadi cetak biru bagi banyak pegiat sound horeg lainnya.

Dedikasinya bahkan telah menjadi legenda. Sebuah cerita yang beredar di kalangan penggemar menyebutkan, "Edi bahkan disebut-sebut rela tidak tidur selama satu minggu penuh demi menciptakan konfigurasi sound horeg paling sempurna."

Kantong matanya yang menghitam, yang sering terlihat dalam video-videonya, bukanlah tanda kelelahan biasa, melainkan lencana kehormatan dari kerja kerasnya mengulik frekuensi hingga larut malam.

Inilah yang membedakannya—ia adalah seorang kreator, bukan sekadar operator. Seperti itulah kisah perjalanan Memed Potensio alias Thomas Ava Edi Sound Horeg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Horeg Artinya Apa? Ini Makna Menurut Kamus Jawa Resmi, Ternyata Bukan Bahasa Gaul

Horeg Artinya Apa? Ini Makna Menurut Kamus Jawa Resmi, Ternyata Bukan Bahasa Gaul

Lifestyle | Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:57 WIB

Asal Usul Sound Horeg dan Sosok Pria Berjuluk 'Thomas Alva Edisound' di Baliknya

Asal Usul Sound Horeg dan Sosok Pria Berjuluk 'Thomas Alva Edisound' di Baliknya

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:30 WIB

Dari Karnaval Desa ke TikTok Viral: 7 Alasan Sound Horeg Mendominasi

Dari Karnaval Desa ke TikTok Viral: 7 Alasan Sound Horeg Mendominasi

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 11:10 WIB

Siapa Pencipta Sound Horeg? Ini Sosok Edi Sound yang Dijuluki Thomas Alva Edisound dari Jawa Timur

Siapa Pencipta Sound Horeg? Ini Sosok Edi Sound yang Dijuluki Thomas Alva Edisound dari Jawa Timur

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 10:09 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×