Diprotes Gegara Larangan Study Tour, Dedi Mulyadi Beri Saran Naikkan Pariwisata

Lintang Siltya Utami

Sabtu, 26 Juli 2025 | 18:30 WIB
Diprotes Gegara Larangan Study Tour, Dedi Mulyadi Beri Saran Naikkan Pariwisata
Dedi Mulyadi. [Instagram]

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnnya telah menerapkan kebijakan untuk melarang study tour bagi para siswa yang bersekolah di Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan piknik apapun yang dibungkus dengan kegiatan study tour dinilai sebagai beban terhadap orang tua. Oleh karena itu, Dedi Mulyadi menilai agar kegiatan tersebut bisa diganti dengan berbagai aktivitas lain berbasis inovasi, seperti mengelola sampah secara mandiri di lingkungan sekolah, aktivitas peternakan, mengembangkan sistem pertanian organik, hingga meningkatkan wawasan dunia usaha dan industri.

Menurut mantan Bupati Purwakarta tersebut, study tour hanya akan membebani para siswa yang tidak mampu dan dipaksa untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Walau begitu, rupanya sejumlah kepala daerah di Jawa Barat mengizinkan kembali sekolah untuk melakukan kegiatan study tour. Ada pun kepala daerah tersebut mencakup Wali KOta Bandung, Wali Kota Cirebon, dan Bupati Bandung.

Wali Kota Bandung rupanya memiliki kekhawatiran bahwa larangan study tour yang diberlakukan Dedi Mulyadi akan berdampak buruk bagi industri pariwisata. Bahkan, para pengelola wisata pun sebelumnya sudah melakukan aksi protes kepada Dedi Mulyadi karena mengaku sepinya pendapatan.

Rupanya hal serupa juga dipikirkan oleh Wali Kota Cirebon yang menilai bahwa larangan study tour berdampak pada kontribusi di sektor pariwisata dan pendapatan daerah.

Menanggapi perbedaan kebijakan tersebut, Dedi Mulyadi pun angkat bicara. Melalui video pendek yang diunggah di akun TikTok @dedimulyadiofficial miliknya, Dedi Mulyadi menyinggung bahwa izin study tour hanya akan membuat para siswa menjadi objek ekonomi.

"Ada beberapa bupati dan wali kota yang menjadi tujuan wisata, yang dibungkus oleh study tour, mengalami kegelisahan sehingga cenderung melakukan kembali study tour di sekolah-sekolah dengan berbagai catatan. Saya sampaikan bahwa menjadikan anak sekolah sebagai objek peningkatan kunjungan pariwisata adalah perbuatan yang tidak memiliki landasan berpikir akademis dan moral," ucap Dedi Mulyadi.

Bukan tanpa sebab, uang yang dikeluarkan oleh para siswa untuk membayar biaya perjalanan study tour dianggap sebagai bentuk eksploitasi.

"Kenapa anak sekolah tidak boleh menjadi objek ekonomi? Itulah saya melarang mereka untuk menjadi objek jual beli LKS, objek jual beli buku, objek jual beli pakaian seragam, karena apa? Karena sudah menjadikan mereka barang material dan menjadi bagian dari eksploitasi untuk mendapat keuntungan," tambah Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi kemudian menyinggung sektor pariwisata yang dikhawatirkan oleh para kepala daerah tersebut. Menurut Dedi Mulyadi, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendongkrak pendapatan di bidang pariwisata.

"Sedangkan pendidikan itu harus terbebas dari nilai-nilai yang bersifat eksploitatif. Dan kemudian apabila ingin meningkatkan kunjungan wisata di daerahnya, menurut saya adalah satu, tingkatkan kebersihan kotanya atau kabupatennya," sambungnya.

Selain itu, tempat wisata juga harus memperhatikan bangunan-bangunan kumuh yang berada di sekitar lingkungan. Menjaga kebersihan adalah salah satu cara untuk menarik perhatian wisatawan.

"Yang kedua, tingkatkan tata estetika kabupaten dan kotanya, tidak boleh ada bangunan-bangunan yang kumuh, sungai-sungainya harus bersih dan tertata, kemudian juga bangunan-bangunan heritagenya harus dijaga estetikanya dengan baik," jelas Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga menyoroti aktivitas ilegal yang kerap ditemukan di tempat wisata, seperti pungutan liar.

"Yang ketiga adalah bebaskan berbagai pungutan liar, dari mulai parkir liar, calo tiket, atau kadang ada satu objek itu ada dua tiket yang dibuat. Kemudian yang berikutnya adalah tata para pedagangnya agar mereka menjadi menyajikan dagangan yang berkualitas, tidak menggetok para pembelinya," timpalnya lagi.

Tak hanya dari segi lingkungan, namun pemandu wisata pun harus berbenah. Wisatawan akan datang dengan sendirinya jika lokasi tersebut juga menawarkan keamanan yang baik, sehingga orang-orang yang datang akan merasa aman.

"Yang berikutnya adalah para pemandu wisatanya, harus dikembangkan dengan baik. Selanjutnya adalah membangun keamanan dalam tempat lingkungan kunjungan wisatanya," imbuh Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi yakin jika poin-poin tersebut dilakukan, maka sektor pariwisata akan baik-baik saja meskipun tanpa kunjungan pelajar melalui kegiatan study tour.

"Kalau semuanya dilakukan, daerahnya tertata, bersih, para pedagangnya jujur, tidak ada pungli, kemudian ada rasa nyaman, infrastrukturnya harus dibangun agar tidak terjadi kemacetan yang panjang ketika musim kunjungan wisata. Kalau seluruhnya oleh kita semua, oleh gubernur, oleh bupati dan wali kota, jangan khawatir. Wisatawan akan datang berbondong-bondong. Kenapa? Mereka merasa nyaman," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Frustasi Tak Bisa Sekolah, Pelajar di Cirebon Nekat Minum Pembersih Lantai

Frustasi Tak Bisa Sekolah, Pelajar di Cirebon Nekat Minum Pembersih Lantai

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 18:25 WIB

Gegara Aturan Masuk Sekolah Jam 6.30, Dedi Mulyadi Digeruduk Warganet: Kurang Tidur!

Gegara Aturan Masuk Sekolah Jam 6.30, Dedi Mulyadi Digeruduk Warganet: Kurang Tidur!

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 12:54 WIB

Rp 50 Miliar Mengalir ke 1 Lembaga: Dedi Mulyadi Ungkap Keanehan Dana Pesantren Jabar

Rp 50 Miliar Mengalir ke 1 Lembaga: Dedi Mulyadi Ungkap Keanehan Dana Pesantren Jabar

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 07:46 WIB

Terkini

CPJ Kecam Teror Kepala Ayam Busuk ke Floresa: Kebebasan Pers RI Tak Boleh Dikangkangi!

CPJ Kecam Teror Kepala Ayam Busuk ke Floresa: Kebebasan Pers RI Tak Boleh Dikangkangi!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:45 WIB

Inisiatif Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Bermunculan, Mengapa Belum Banyak Digunakan Secara Luas?

Inisiatif Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Bermunculan, Mengapa Belum Banyak Digunakan Secara Luas?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:45 WIB

Bukan yang di Foto Viral, Ini Rincian Asli Uang Rupiah-Valas yang Disita KPK di Rumah Silmy Karim

Bukan yang di Foto Viral, Ini Rincian Asli Uang Rupiah-Valas yang Disita KPK di Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:38 WIB

Polisi: Bundaran HI Wajib Steril dari Demo Mahasiswa agar Jakarta Tak Lumpuh!

Polisi: Bundaran HI Wajib Steril dari Demo Mahasiswa agar Jakarta Tak Lumpuh!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:36 WIB

Belum Sampai Bundaran HI, Aksi Mahasiswa Sudah Diwarnai Bentrokan dengan Aparat

Belum Sampai Bundaran HI, Aksi Mahasiswa Sudah Diwarnai Bentrokan dengan Aparat

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:32 WIB

Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik

Ingatkan Soal PKI hingga RMS, Dudung Tegaskan Pemerintah Prabowo Tak Anti Kritik

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:25 WIB

Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia

Indonesia Insurance Summit 2026: Terungkap Tantangan Ganda Asuransi di Indonesia

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:23 WIB

Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!

Mahasiswa UI ke Aparat: Kami Bukan KKB, Tolong Jangan Represif!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:18 WIB

Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi

Strategi Barikade TNI-Polri Pecah Massa Mahasiswa, Bundaran HI dan DPR Sepi Orasi

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:14 WIB

Massa Demo Mahasiswa dan Ojol Bersatu Lawan Barikade TNI-Polri Menuju Bundaran HI

Massa Demo Mahasiswa dan Ojol Bersatu Lawan Barikade TNI-Polri Menuju Bundaran HI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:01 WIB