Perang Dingin Jokowi-SBY? Yunarto: Kewibawaan Prabowo Jadi Taruhannya

Wakos Reza Gautama

Senin, 28 Juli 2025 | 10:24 WIB
Perang Dingin Jokowi-SBY? Yunarto: Kewibawaan Prabowo Jadi Taruhannya
Ilustrasi Momen pertemuan Prabowo dan SBY di Hambalang. Pengamat Politik Yunarto Wijaya menyebut kewibawaan Prabowo jadi taruhan di tengah tudingan Demokrat sebagai dalang di balik isu ijazah palsu Jokowi. [Foto: Istimewa]

Suara.com - Bola panas politik kembali bergulir liar. Dugaan bahwa Partai Demokrat menjadi sutradara di balik serangan isu ijazah palsu terhadap Presiden Joko Widodo telah memicu spekulasi dan intrik di level tertinggi.

Namun, di tengah hiruk pikuk pertarungan antar-elite ini, pengamat politik Yunarto Wijaya menawarkan perspektif yang berbeda dan jauh lebih krusial.

Menurutnya, polemik ini bukanlah sekadar drama antara Jokowi dan Demokrat. Lebih dari itu, ini adalah ujian nyata pertama bagi otoritas dan kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai komandan koalisi besar yang baru saja terbentuk.

Yunarto Wijaya secara blak-blakan menyatakan bahwa validitas tuduhan terhadap Demokrat bukanlah poin terpenting. Yang menjadi sorotan utama adalah dampak dari kegaduhan ini terhadap citra kepemimpinan Prabowo.

“Tapi yang jelas kalau benar ini terjadi menurut saya yang paling jatuh adalah kewibawaan Pak Prabowo," tegas Yunarto dikutip dari Youtube Kompas TV.

Logikanya sederhana namun tajam. Jika benar ada "perang dingin" yang dimainkan oleh salah satu anggota koalisi (Demokrat) terhadap lingkaran Presiden saat ini (Jokowi), maka itu menunjukkan sebuah masalah besar.

"Ketika kemudian Pak Prabowo seakan-akan tidak bisa berbuat apa-apa antar partai koalisinya, antar tokoh-tokoh terbesar dalam koalisinya," lanjutnya.

Ini bukan sekadar konflik biasa. Ini melibatkan nama besar dua presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo, yang notabene adalah figur yang sangat dihormati oleh Prabowo.

"Apalagi ini menyangkut nama SBY dengan Pak Jokowi loh, dua orang mantan presiden yang setahu saya Pak Prabowo sangat menjaga hubungan dengan semuanya bahkan dengan Ibu Mega sekalipun walaupun masih menjadi oposisi," papar Yunarto.

baca juga

Pertanyaannya kemudian menjadi sangat jelas: "kenapa sih kalau betul itu terjadi... kenapa enggak diselesaikan oleh Pak Prabowo?"

Yunarto kemudian membedah situasi ini menjadi dua kemungkinan skenario yang sama-sama pelik, terutama terkait peran Jokowi yang pertama kali melempar "kode" tanpa menyebut nama.

Skenario 1: Jokowi Sedang Mengirim Pesan ke Prabowo

Jika Jokowi memang memiliki data atau prediksi yang sama dengan para relawannya—bahwa Demokrat adalah dalangnya—maka kegaduhan publik ini bisa jadi merupakan sebuah pesan politik terselubung untuk Prabowo.

Namun, ini memicu pertanyaan lanjutan. "Kalau iya pun pertanyaannya katanya hubungannya baik, kenapa tidak disampaikan saja kalau memang punya fakta?" ujar Yunarto.

Gaya komunikasi tak langsung ini bisa menandakan adanya kerikil dalam hubungan atau kalkulasi politik yang lebih rumit.

Skenario 2: Relawan Jokowi yang Terlalu Reaktif (Offside)

Kemungkinan kedua adalah Jokowi sendiri tidak bermaksud menunjuk hidung secara spesifik. Bisa jadi para relawannya, karena rasa loyalitas yang tinggi, menafsirkan petunjuk samar dari Jokowi secara berlebihan dan bergerak terlalu jauh. Ini adalah skenario yang berbahaya bagi Jokowi sendiri.

"Jangan sampai teman-teman relawan Jokowi ini karena terlalu sayang sama Jokowi, offside menafsirkan secara berlebihan sesuatu yang Pak Jokowi sendiri belum tentu bisa judge," analisis Yunarto.

Jika ini yang terjadi, dampaknya bisa merugikan. "Kalau itu yang terjadi hati-hati loh nanti Pak Jokowi akan menambah musuh di masa pensiunnya."

Pada akhirnya, semua jalan kembali bermuara pada Prabowo Subianto. Ia kini berada di posisi yang sangat dilematis.

Di satu sisi, ia harus menjaga soliditas koalisi gemuknya yang diisi oleh berbagai kekuatan politik dengan sejarah dan kepentingannya masing-masing.

Di sisi lain, ia dituntut untuk bisa menjadi penengah yang efektif dalam konflik yang melibatkan para mentor dan pendahulunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta, Prabowo Batal ke IPDN

Bakal Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim di Jakarta, Prabowo Batal ke IPDN

News | Senin, 28 Juli 2025 | 09:36 WIB

Demokrat Diduga Dalang di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi, Dendam Lama Bersemi Kembali?

Demokrat Diduga Dalang di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi, Dendam Lama Bersemi Kembali?

News | Senin, 28 Juli 2025 | 09:22 WIB

Kesaksian Teman Jokowi di Reuni UGM: Naik Motor Sampai ke Gunung Bareng, Masih Dibilang Settingan?

Kesaksian Teman Jokowi di Reuni UGM: Naik Motor Sampai ke Gunung Bareng, Masih Dibilang Settingan?

News | Senin, 28 Juli 2025 | 09:05 WIB

Bukan Mulyono Tapi Wakidi, Dokter Tifa Sebut Teman Kuliah Jokowi di Reuni UGM Ternyata Calo Terminal

Bukan Mulyono Tapi Wakidi, Dokter Tifa Sebut Teman Kuliah Jokowi di Reuni UGM Ternyata Calo Terminal

News | Senin, 28 Juli 2025 | 08:52 WIB

Ada SBY di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi? Partai Biru Jadi Kode

Ada SBY di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi? Partai Biru Jadi Kode

News | Senin, 28 Juli 2025 | 08:41 WIB

Terkini

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB