Polisi Beber Bukti, Kenapa Netizen Masih Tak Percaya Arya Daru Bunuh Diri?

Yohanes Endra

Selasa, 29 Juli 2025 | 19:23 WIB
Polisi Beber Bukti, Kenapa Netizen Masih Tak Percaya Arya Daru Bunuh Diri?
Kenapa Netizen Masih Tak Percaya Arya Daru Bunuh Diri? (instagram)

Suara.com - Kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan, pada 8 Juli 2025, telah resmi dinyatakan sebagai bunuh diri oleh pihak kepolisian.

Meskipun hasil penyelidikan yang diumumkan tergolong lengkap dan berbasis forensic science, sebagian masyarakat masih menolak percaya.

Mereka menilai ada sejumlah kejanggalan dalam kasus ini, terutama terkait latar belakang Arya dan kondisi saat jasadnya ditemukan.

Pada Selasa, 29 Juli 2025, Polda Metro Jaya melalui Direktur Reskrimum, Kombes Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa kematian Arya disebabkan oleh gangguan pernapasan karena tertutupnya saluran napas atas.

Hasil autopsi menyatakan tidak ada tanda kekerasan, sidik jari lain, maupun racun dalam tubuh korban.

Potret Arya Daru Pangayunan saat di Perth, Australia, mengawasi demo OPM. [Dok aryadaru.blogspot.com]
Potret Arya Daru Pangayunan saat di Perth, Australia, mengawasi demo OPM. [Dok aryadaru.blogspot.com]

Pada lakban yang menutupi wajah Arya, hanya ditemukan sidik jari miliknya sendiri.

Selain itu, bukti digital menunjukkan Arya melakukan pencarian mengenai metode bunuh diri.

Almarhum juga mengirimkan email ke organisasi bantuan mental sejak 2013, dengan intensitas meningkat kembali pada 2021.

Namun, terlepas dari bukti tersebut, sebagian netizen menganggap kesimpulan polisi terlalu cepat dan tidak menjawab semua pertanyaan publik.

baca juga

Salah satu poin utama keraguan adalah cara Arya mengakhiri hidupnya, yakni dengan melilitkan lakban ke wajah.

Kisah Arya Daru Pangayunan menjadi diplomat. [aryadaru.blogspot.com]
Kisah Arya Daru Pangayunan menjadi diplomat. [aryadaru.blogspot.com]

Netizen mempertanyakan bagaimana seseorang bisa melakukan itu sendiri tanpa refleks menolak atau ketidaksadaran sebelum selesai.

Beberapa komentar menyebutnya sebagai metode yang "tidak manusiawi" dan sangat jarang terjadi dalam kasus bunuh diri.

Kecurigaan makin kuat ketika publik mengetahui Arya Daru sedang menangani misi sensitif, penyelamatan WNI korban perdagangan manusia di Myanmar.

Beberapa netizen menilai peran tersebut bisa saja membuat Arya menjadi target.

Apalagi, sempat muncul laporan bahwa ponsel Arya tidak ditemukan di TKP meski terekam CCTV masih dibawa hingga sesaat sebelum kejadian.

Bagi sebagian orang, hilangnya ponsel menandakan potensi penghilangan bukti.

Sejumlah pihak terdekat Arya juga menyuarakan kejanggalan. Salah satunya adalah teman lama bernama Sodirin, yang terang-terangan mengatakan tidak percaya Arya bunuh diri.

Pernyataan tersebut, meskipun belum disertai argumen rinci, semakin membentuk opini publik bahwa ada sesuatu yang disembunyikan atau belum diungkap secara menyeluruh oleh pihak berwenang.

Faktor lain yang mengundang spekulasi adalah perilaku Arya menjelang kematiannya.

Almarhum sempat melakukan perjalanan ke luar negeri, berbelanja perlengkapan dinas di Helsinki, dan meninggalkan tas di rooftop kantor Kemlu.

Tak hanya itu, ditemukan pula memar pada jasad Arya yang diklaim polisi berasal dari tekanan lakban, namun masih menimbulkan tanya bagi sebagian masyarakat.

Kondisi sosial yang semakin terbuka terhadap isu kesehatan mental juga berpengaruh terhadap interpretasi masyarakat.

Beberapa netizen menyuarakan bahwa mengakses layanan bantuan psikologis tidak serta-merta berarti seseorang akan bunuh diri.

Mereka menilai, justru langkah tersebut adalah bentuk kesadaran dan upaya bertahan, bukan menyerah.

"Mengakses bantuan kesehatan mental kok langsung disimpulkan sebagai upaya bunuh diri? Itu justru tandanya dia selangkah lebih maju dibanding orang-orang yang kalau ada masalah malah dipendam," bunyi salah satu komentar yang viral di media sosial.

Komentar lainnya menyoroti prosedur kematian Arya Daru yang dianggap janggal.

"Mana mungkin ada orang bunuh diri dengan cara melakban wajahnya? Kenapa bukan metode lain yang lebih umum?" tambah netizen lain.

Terlepas dari kontroversi penyebab kematiannya, Arya Daru dikenal sebagai seorang diplomat muda yang berdedikasi dan memiliki rekam jejak yang baik di Kemlu.

Dalam tugasnya, dia seringkali terlibat dalam misi-misi penting, termasuk isu-isu konsuler dan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI).

Arya Daru meninggalkan seorang istri bernama Meta Ayu Puspitantri dan dua orang anak.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Ditutup tapi Ponsel Arya Daru Masih Hilang: Inikah 'Kotak Hitam' Sebenarnya?

Kasus Ditutup tapi Ponsel Arya Daru Masih Hilang: Inikah 'Kotak Hitam' Sebenarnya?

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 19:20 WIB

Ikut Diperiksa Polisi, Siapa Vara? Wanita yang Temani Arya Daru Belanja di GI Sebelum Tewas

Ikut Diperiksa Polisi, Siapa Vara? Wanita yang Temani Arya Daru Belanja di GI Sebelum Tewas

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 19:16 WIB

Jejak Digital Ungkap Arya Daru Ingin Bunuh Diri saat Lihat Gedung Tinggi dan Pantai

Jejak Digital Ungkap Arya Daru Ingin Bunuh Diri saat Lihat Gedung Tinggi dan Pantai

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 18:55 WIB

Kematian Arya Daru, Benarkah Bunuh Diri? Luka Lebam di Tubuh Korban Picu Tanda Tanya

Kematian Arya Daru, Benarkah Bunuh Diri? Luka Lebam di Tubuh Korban Picu Tanda Tanya

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 18:53 WIB

Apa Penyebab Kematian Arya Daru Diplomat Kemlu?

Apa Penyebab Kematian Arya Daru Diplomat Kemlu?

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 18:14 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×