CCTV Kematian Diplomat Arya Daru Janggal, Pakar Bongkar 'Lubang Hitam' Bukti Digital Polisi

Wakos Reza Gautama

Kamis, 31 Juli 2025 | 19:09 WIB
CCTV Kematian Diplomat Arya Daru Janggal, Pakar Bongkar 'Lubang Hitam' Bukti Digital Polisi
Rekaman CCTV pergerakan diplomat Arya Daru yang disajikan polisi saat konferensi pers dipertanyakan pakar telematika Abimanyu.

Suara.com - Tabir misteri yang menyelimuti kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan, semakin dikoyak oleh analisis tajam pakar telematika, Abimanyu Wachjoewidajat.

Kali ini, sorotan diarahkan pada rantai bukti CCTV yang disajikan polisi, yang dinilainya tidak hanya "putus-putus" tetapi juga penuh dengan kontradiksi logika yang mencurigakan.

Abimanyu menguliti satu per satu "lubang hitam" dalam rekaman pergerakan korban, terutama saat berada di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) hingga pusat perbelanjaan.

Menurutnya, narasi visual yang disajikan polisi melompat-lompat secara tidak wajar, seolah ada bagian-bagian penting yang sengaja dihilangkan dari pandangan publik.

Misteri Perjalanan ke Rooftop: Tiba-tiba Muncul di Ujung Atap

Kejanggalan pertama dimulai dari perjalanan korban ke rooftop Kemenlu. Polisi menyebut korban naik melalui tangga darurat karena rooftop tidak bisa diakses via lift. Namun, Abimanyu menyoroti ketiadaan bukti pendukung untuk alur cerita ini.

"Elevator tersebut kalau aja di area yang sensitif itu (rooftop) ada kameranya berarti di elevator juga ada kameranya. Ada yang bisa membuktikan bahwa memang bersangkutan ada. Ini enggak ada ya," ujar Abimanyu dikutip dari Youtube Intens Investigasi.

Keanehan berlanjut. Tidak ada satu pun rekaman yang menunjukkan saat korban membuka pintu darurat atau melangkah keluar menuju area atap. Secara ajaib, rekaman baru muncul saat korban sudah berada di luar, di area paling kritis.

"Dan saat yang bersangkutan itu di rooftop keluar dari pintu fire exit-nya yang tempat tersebut juga tidak ada rekaman itu. Ya, tahu-tahu hanya pada saat dia lagi di luar mau loncat di area rooftop itu aja kameranya ada. Ini menjadi suatu tanda tanya," tegasnya.

baca juga

Bagi Abimanyu, ini adalah sebuah anomali besar. "Kenapa? Karena tidak ada kesinambungannya antara kamera-kamera yang lain dengan posisi dia yang tahu-tahu ada yang di atas ya."

Lubang hitam ini tidak berhenti di situ. Perjalanan korban turun dari rooftop, kembali ke lobi, hingga perjalanannya menuju sebuah toko untuk berbelanja, semuanya gelap tanpa bukti visual.

"saat dia ke toko, ke toko yang dia belanja sesuatu itu pun sebelum masuk toko mungkin dia akan lewat mall-nya dulu itu tidak pernah ada rekaman tersebut," ungkapnya.

Paradoks Privasi: Rooftop Sensitif Diobral, Lobi Umum Disembunyikan

Di sinilah Abimanyu melontarkan "pukulan" telak pada logika yang mungkin digunakan polisi untuk membenarkan ketiadaan rekaman, yaitu dalih menjaga privasi korban. Menurutnya, dalih ini justru menjadi bumerang yang memperlihatkan inkonsistensi paling fatal.

Polisi, kata Abimanyu, justru dengan mudahnya mempublikasikan rekaman di area rooftop Kemenlu, sebuah area yang seharusnya sangat privat dan sensitif dari sisi keamanan sebuah institusi negara.

Namun, rekaman di area publik seperti lift, lobi, atau parkiran, yang seharusnya tidak terlalu sensitif, justru disembunyikan.

"Nah, analisa ini menjadi tanda tanya kalau dianggap sekarang polisi bilang bahwa kita mesti menjaga apa ininya privasinya korban loh sampai di rooftop area yang sebetulnya justru privacy-nya Kemenlu yang di mana orang harusnya enggak boleh lihat bentuk rooftop itu seperti apa. Ini kok bisa dipublikasikan dengan begitu mudah," sentilnya dengan tajam.

"Sementara area umum yang sifatnya di elevator maupun di tempat umum yang di parkiran dan di kemudian di lobi itu bisa diumbar apa tidak bisa diumbar. ini jadi pertanyaan gitu loh ya."

Bagi Abimanyu, kontradiksi ini adalah sinyal kuat bahwa ada proses seleksi informasi yang tidak wajar. Dengan rantai bukti yang terputus-putus dan penuh kejanggalan logika, ia kembali menegaskan sikapnya.

"Kemudian hal ini yang mengakibatkan saya melihat bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan itu di mana data enggak lengkap," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Polisi Tak Mau Sebut Kematian Diplomat Arya Daru Bunuh Diri?

Kenapa Polisi Tak Mau Sebut Kematian Diplomat Arya Daru Bunuh Diri?

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 18:55 WIB

Pakar Telematika Abimanyu: Ponsel Arya Daru Tidak Hilang!

Pakar Telematika Abimanyu: Ponsel Arya Daru Tidak Hilang!

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 16:07 WIB

Misteri Kematian Arya Daru: Pakar Kuliti Metodologi Investigasi Digital Polisi yang Cacat

Misteri Kematian Arya Daru: Pakar Kuliti Metodologi Investigasi Digital Polisi yang Cacat

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:48 WIB

Kasus Ditutup, Ini Celah yang Bisa Buka Lagi Misteri Kematian Diplomat Arya Daru

Kasus Ditutup, Ini Celah yang Bisa Buka Lagi Misteri Kematian Diplomat Arya Daru

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:11 WIB

3 Fakta Kematian Arya Daru Bukan Bunuh Diri, Ini Penjelasan dari Keluarga Korban

3 Fakta Kematian Arya Daru Bukan Bunuh Diri, Ini Penjelasan dari Keluarga Korban

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:50 WIB

Terkini

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:30 WIB

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

PLTP Gunung Ungaran Tak Cuma Soal Listrik, Ini yang Perlu Dikaji

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:29 WIB

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:28 WIB

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:25 WIB

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Cara Bersihkan Kerak Kompor Susah Hilang, Auto Kinclong Seperti Baru

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:24 WIB

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Kesembilan, SAR Sisir 3.439 Mil Persegi Cari 5 Jurnalis Hilang

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

KAI dan INKA Rawat 7 Trainset KRL iE305

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 19:23 WIB

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

Iming-imingi Korban Jajan di Minimarket, Kakek Cabul di Jakarta Timur Babak Belur Dihajar Massa

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:21 WIB

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:19 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

×