Misteri Kematian Arya Daru: Pakar Kuliti Metodologi Investigasi Digital Polisi yang Cacat

Wakos Reza Gautama

Kamis, 31 Juli 2025 | 15:48 WIB
Misteri Kematian Arya Daru: Pakar Kuliti Metodologi Investigasi Digital Polisi yang Cacat
Pakar Telematikan Abimanyu menguliti metode investigasi digital polisi dalam penyelidikan kasus kematian diplomat Arya Daru Pangayunan. [suara.com/alfian winanto]

Suara.com - Di tengah duka yang menyelimuti kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan, muncul suara kritis yang menyoroti kejanggalan dalam penyelidikan polisi.

Pakar telematika Abimanyu secara terbuka menyebut kesimpulan polisi yang mengarah pada bunuh diri adalah sebuah langkah yang "terlalu cepat" dan "prematur".

Menurut Abimanyu, dengan barang bukti yang telah dilempar ke publik, terutama rekaman CCTV, keputusan tersebut justru melahirkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Ia menuding polisi telah melakukan transparansi yang "setengah-setengah", sebuah langkah yang menurutnya justru menjadi bumerang.

"Keputusan kepolisian kan kalau di berbagai media sudah saya sampaikan bahwa kayaknya terlalu cepat menyampaikan bahwa itu adalah kasus bunuh diri ya. Nah, kenapa saya bilang terlalu cepat? Karena mengingat dari berbagai barang bukti yang saat ini sudah disampaikan kepada publik ya dengan runtutan yang seperti itu kesimpulan untuk menganggap bahwa yang bersangkutan bunuh diri itu terlalu prematur," ujar Abimanyu dikutip dari Youtube Intens Investigasi.

Ironi CCTV: Momen Krusial Nihil, Aksi Buang Sampah Viral

Kritik paling tajam dari Abimanyu tertuju pada penggunaan bukti rekaman CCTV oleh pihak kepolisian. Ia menilai ada sebuah ironi yang sangat aneh. Polisi gagal menyajikan rekaman-rekaman paling krusial yang bisa membangun kronologi utuh, namun justru menyebarkan rekaman yang sifatnya sangat sepele.

Pakar telematika ini mempertanyakan mengapa tidak ada informasi visual saat korban berangkat dari kos menuju kantornya di Kemenlu, atau saat ia kembali. Padahal, momen-momen ini adalah kunci untuk memastikan pergerakan korban sepanjang hari nahas tersebut.

"Tetapi justru hal yang paling remeh-temeh urusan seorang korban ini buang sampah itu disebarkan kepada publik. Ini kan sesuatu yang aneh. Hal yang penting aja tidak bisa sampaikan tapi hal yang biasa banget itu bisa disampaikan," sentilnya.

baca juga

Ia meyakini bahwa rekaman-rekaman krusial tersebut seharusnya masih tersimpan dalam sistem perekam di lokasi.

"Padahal menggunakan kamera yang sama, padahal di hari yang sama. Dan itu belum terjadi rentang waktu yang jauh di mana rekaman tersebut saya yakini masih ada," tambahnya.

Kegagalan menyajikan data penting ini, menurutnya, adalah kesalahan fatal polisi sendiri yang telah memilih jalur transparansi namun tidak menjalankannya secara penuh.

"Salah polisi sendiri. Kan beberapa cuplikan sudah disampaikan kepada publik dengan dasar bahwa hal ini termasuk transparansi bagi publik. Tetapi yang disampaikan itu hanya setengah-setengah, sepotong-sepotong," ujarnya.

Metodologi Investigasi Digital yang Cacat?

Lebih jauh, Abimanyu membedah metodologi investigasi digital yang seharusnya dijalankan polisi dalam kasus seperti ini, yang ia sebut dengan "4R + 4R".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Ditutup, Ini Celah yang Bisa Buka Lagi Misteri Kematian Diplomat Arya Daru

Kasus Ditutup, Ini Celah yang Bisa Buka Lagi Misteri Kematian Diplomat Arya Daru

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:11 WIB

3 Fakta Kematian Arya Daru Bukan Bunuh Diri, Ini Penjelasan dari Keluarga Korban

3 Fakta Kematian Arya Daru Bukan Bunuh Diri, Ini Penjelasan dari Keluarga Korban

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:50 WIB

3 Minggu Bungkam, Keluarga Diplomat Arya Daru Rilis Pernyataan Resmi: Serukan Pemeriksaan Mendalam

3 Minggu Bungkam, Keluarga Diplomat Arya Daru Rilis Pernyataan Resmi: Serukan Pemeriksaan Mendalam

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 13:57 WIB

Endingnya Ngenes! Detik-detik Aksi Maling Tas di KRL Terekam CCTV, Diciduk Polisi Kurang dari 24 Jam

Endingnya Ngenes! Detik-detik Aksi Maling Tas di KRL Terekam CCTV, Diciduk Polisi Kurang dari 24 Jam

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 13:15 WIB

Pesan WA Terakhir Diplomat Arya Daru Sempat Salah Kirim, Terkirim ke Istri?

Pesan WA Terakhir Diplomat Arya Daru Sempat Salah Kirim, Terkirim ke Istri?

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×