Pakar Telematika Abimanyu: Ponsel Arya Daru Tidak Hilang!

Wakos Reza Gautama

Kamis, 31 Juli 2025 | 16:07 WIB
Pakar Telematika Abimanyu: Ponsel Arya Daru Tidak Hilang!
Abimanyu Wachjoewidajat menyoroti ponsel Arya Daru yang dinyatakan hilang. [YouTube/Trans TV Official]

Suara.com - Di tengah misteri kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan, yang ditemukan dengan wajah terlilit lakban, satu barang bukti krusial hilang dari radar penyelidikan: ponselnya.

Namun, bagi pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat, pernyataan polisi bahwa ponsel tersebut "hilang" adalah sebuah diksi yang salah kaprah dan berpotensi menutup-nutupi ketidakmampuan aparat.

Dengan analisis setajam silet, Abimanyu menelanjangi kelemahan pernyataan resmi polisi. Menurutnya, penggunaan kata "hilang" adalah sebuah cara untuk melempar tanggung jawab dan menganggap masalah selesai, padahal yang terjadi sesungguhnya adalah kegagalan dalam proses investigasi.

"Saat ini bahasa yang disampaikan kepada publik adalah ponselnya hilang. Itu bahasa yang salah. Maaf saya berani katakan itu bahasa yang salah," tegas Abimanyu dikutip dari Youtube Intens Investigasi.

'Hilang' vs 'Tidak Ditemukan': Semantik Kegagalan Polisi

Abimanyu membedah makna di balik kata-kata tersebut. Menurutnya, kata "hilang" hanya absah diucapkan oleh si pemilik.

Bagi pihak ketiga seperti polisi, istilah yang tepat adalah "tidak diketemukan," yang secara implisit mengakui bahwa pekerjaan mereka belum tuntas.

"Kalau orang ngelihat saya punya ponsel kemudian hilang dari apa tidak dilihat sama publik berarti ponsel tersebut tidak diketemukan. Beda dengan hilang. Kalau hilang masalah selesai ya," jelasnya.

"Tetapi kalau tidak diketemukan, berarti kerjaan polisinya yang belum selesai tidak mampu menemukan informasi ini," tegas dia.

baca juga

Pernyataan ini bukan sekadar permainan kata. Ini adalah sebuah tudingan langsung terhadap kapabilitas tim penyidik dalam memanfaatkan teknologi dasar untuk melacak barang bukti vital. Ponsel, bagi Abimanyu, bukanlah jarum di tumpukan jerami.

Jejak Digital yang Seharusnya Terang Benderang

Pakar telematika ini lantas memaparkan betapa mudahnya seharusnya jejak sebuah ponsel modern dilacak, selama perangkat tersebut masih memiliki daya. Kegagalan polisi memberikan informasi dasar mengenai lokasi terakhir ponsel adalah sebuah kejanggalan besar.

"Padahal yang namanya ponsel saat itu tidak diketemukan. Masih mungkin dia masih menyala kalau masih ada baterainya dan bisa dideteksi lokasinya. Ada berbagai BTS ataupun base transver station yang bisa mengetahui ini orang terakhir ada di mana. Itu jelas kelihatan lokasinya ya secara digital," ungkap Abimanyu.

Seharusnya, polisi bisa memberikan kronologi digital yang jelas kepada publik: kapan ponsel terakhir aktif, apakah dimatikan sengaja, kehabisan baterai, atau hilang sinyal, dan yang terpenting, di mana lokasi terakhirnya terdeteksi.

Namun, informasi krusial ini nihil. Polisi, menurut Abimanyu, hanya memberikan pernyataan dangkal tanpa data pendukung yang spesifik.

"jangan secara waktu sekian kemudian hilang. Ya ampun, hilangnya secara waktu, secara lokasi harusnya ketahuan tidak bisa disampaikan oleh polisi. Minimal area. Kalau enggak ngomong lokasi di mana, minimal hilang di kelurahan mana kek, minimal hilang di area mana kek. Hal itu tidak bisa disampaikan," sungutnya dengan nada gemas.

Kegagalan melacak ponsel ini menjadi titik lemah terbesar dalam narasi penyelidikan kematian Arya Daru Pangayunan.

Di dalam ponsel itu, bisa jadi tersimpan percakapan terakhir, data lokasi, atau petunjuk lain yang dapat meruntuhkan teori bunuh diri dan membuka tabir kejahatan yang sebenarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Kematian Arya Daru: Pakar Kuliti Metodologi Investigasi Digital Polisi yang Cacat

Misteri Kematian Arya Daru: Pakar Kuliti Metodologi Investigasi Digital Polisi yang Cacat

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:48 WIB

Daftar HP Xiaomi yang Akan Menerima Pembaruan HyperOS 3 Pertama Kali

Daftar HP Xiaomi yang Akan Menerima Pembaruan HyperOS 3 Pertama Kali

Tekno | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:21 WIB

5 HP Murah yang Bisa Rekam Video 4K, Cocok Buat Content Creator Pemula!

5 HP Murah yang Bisa Rekam Video 4K, Cocok Buat Content Creator Pemula!

Tekno | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:19 WIB

Kasus Ditutup, Ini Celah yang Bisa Buka Lagi Misteri Kematian Diplomat Arya Daru

Kasus Ditutup, Ini Celah yang Bisa Buka Lagi Misteri Kematian Diplomat Arya Daru

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:11 WIB

HP Samsung Rp1 Jutaan Terbaik Juli 2025, Spek Makin Gahar, Layar Super AMOLED Turun Kasta!

HP Samsung Rp1 Jutaan Terbaik Juli 2025, Spek Makin Gahar, Layar Super AMOLED Turun Kasta!

Tekno | Kamis, 31 Juli 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×