Tom Lembong dan Hasto Bebas, Cara Prabowo Rangkul Kubu Anies dan Ganjar?

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 05 Agustus 2025 | 14:04 WIB
Tom Lembong dan Hasto Bebas, Cara Prabowo Rangkul Kubu Anies dan Ganjar?
Presiden RI Prabowo Subianto membebaskan Thomas Trikasih Lembong dan Hasto Kristiyanto. (kolase Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Senior Analyst Drone Emprit, Yan Kurniawan, memandang saat ini Presiden Prabowo Subianto tengah memainkan politik akomodatif, menyusul pemberian abolisi dan amnesti untuk Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto.

Prabowo ingin merangkul lawan-lawan politiknya pasca Pilpres 2024. Tom melambangkan kelompok Anies Baswedan, sementara Hasto melambangkan PDIP dan Ganjar Pranowo. Dua calon presiden yang berhadapan dengan Prabowo pada tahun lalu.

Yan Kurniawan mengatakan Prabowo tahu betul bagaimana karakter dan pola pikir dari oposisi. Hal itu didasarkan dari pengalaman Prabowo sebagai oposisi imbas kalah dalam sejumlah Pilpres.

Sebagai kepala negara, Prabowo saat ini membutuhkan kondusivitas dalam menjalankan pemerintahan.

"Makanya sepertinya pola politik akomodatif yang dilakukan oleh Pak Prabowo itu adalah pola yang tepat agar pertumbuhan dan pemerataan ini bisa berjalan," kata Yan dalam podcast di Forum Keadilan TV dengan judul Drone Emprit: Prabowo Satukan Musuh Bebuyutan Melawan Jokowi, dikutip Selasa (5/8/2025)

Adapun pihak-pihak yang bakal dirangkul ialah dua kelompok dari calon presiden yang kalah pada Pilpres 2024.

"Yang dirangkul adalah orang-orang atau bisa dibilang lawan politiknya. Kalau sekarang ukuran paling gampang yang kemarin kalah Pilpres, ada kelompoknya Anies, terus ada kelompok Ganjar, PDIP dan ini terepresentasi sekarang itu di Tom Lembong dan di Hasto," kata Yan.

Tetapi di sisi lain, Yan memandang langkah Prabowo memberikan abolisi dan amnesti bukan untuk memecah kongsi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, kendati anggapan tersebut juga muncul di publik.

Yan berkeyakinan bahwa Prabowo akan menjaga hubungan baik dengan Jokowi.

baca juga

Ia tidak akan begitu saja melupakan jasa Jokowi. Yan mengingatkan bagaimana Jokowi memberikan kenaikan pangkat istimewa berupa Jenderal Kehormatan TNI kepada Prabowo.

Pangkat istimewa tersebut membuat Prabowo yang kala ktu Menteri Pertahanan, resmi menyandang bintang empat.

"Saya yakin Pak Prabowo nggak akan lupa begitu. Tipikal dari tentara kan gitu, loyalis, sisi positif dari tentara gitu," kata Yan.

Yan menegaskan bahwa Prabowo tidak akan mengambil jalan untuk menjadikan penguasa sebelumnya, yakni Jokowi sebagai pihak yang berseberangan dengan dia.

Sebaliknya, melalui abolisi dan amnesti, terlihat bahwa Prabowo ingin merangkul semua pihak. Bukan pihak yang pro dan kontra terhadap dirinya, melainkan merangkul pihak Jokowi dan pihak yang selama ini bertentangan dengan mantan wali kota Solo tersebut.

Presidem RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2025). (Foto dok. Dasco)
Presidem RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2025). (Foto dok. Dasco)

Langkah merangkul kedua kelompok tersebut, menurut Yan sudah diperlihatkan Prabowo dalam kunjungannya ke Solo dalam rangka menghadiri Kongres PSI.

Diketahui Prabowo lebih dulu sowan ke kediaman pribadi Jokowi sebelum menuju ke Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu (20/7) malam.

Sementara keesokan harinya, Prabowo justru bertemu dengan Ketua DPR RI yang saat itu juga menjabat Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam acara peluncuran Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Tidak hanya Puan, dalam acara tersebut hadir elite PDIP lain, Banbang Wuryanto atau Bambang Pacul.

"Artinya apa? Pak Prabowo itu di satu sisi dia tanda kutip merangkul yang kanan, di satu sisi merangkul yang kiri. Nah kanan kirinya sekarang siapa? Yang menarik adalah bukan Prabowo dan anti Prabowo tapi Jokowi dan anti Jokowi, menarik kan," kata Yan.

"Kenapa menurut saya menarik? Karena baru kali ini ada pemerintahan oposisinya itu bukan kepada presidennya tapi pada presiden sebelumnya," sambung Yan.

Meski demikian, Yan melihat bahwa ada satu hal yang ingin ditegaskan Prabowo melalui pemberian amnesti dan abolisi. Prabowo dianggap ingin melepas belenggu atau anggapan bahwa dirinya merupakan Kucing Solo.

Prabowo ingin menghilangkan atau mereduksi anggapan politik orbital bahwa dirinya dulu diangkat oleh Jokowi.

"Karena gini ada pola yang sudah melekat di Pak Prabowo selama ini beliau itu bukan Macan Asia, Kucing Solo kata netizen itu. Makanya dengan ini kan sekaligus menunjukan bahwa beliau itu bukan Kucing Solo. Jadi pola-pola politik orbital yang selama ini hembuskan, terbantahkan oleh ini," kata Yan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Tak Lagi Kritis Setelah Kalah Pilpres Pada Era SBY, Ternyata Ini yang Membuat Berubah

PDIP Tak Lagi Kritis Setelah Kalah Pilpres Pada Era SBY, Ternyata Ini yang Membuat Berubah

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 13:44 WIB

Megawati Sedih Prabowo Turun Tangan, KPK Sebut Hasto Tetap Bersalah: Amnesti Tak Hapus Tindak Pidana

Megawati Sedih Prabowo Turun Tangan, KPK Sebut Hasto Tetap Bersalah: Amnesti Tak Hapus Tindak Pidana

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 12:50 WIB

Adu Kekayaan 3 Hakim yang Dilaporkan Tom Lembong, Punya Motor Rp12 Juta sampai Kendaraan Rp1 Miliar

Adu Kekayaan 3 Hakim yang Dilaporkan Tom Lembong, Punya Motor Rp12 Juta sampai Kendaraan Rp1 Miliar

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 12:17 WIB

Kebijakan Prabowo-Gibran Viral Lalu Dibatalkan: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kebijakan Prabowo-Gibran Viral Lalu Dibatalkan: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Video | Selasa, 05 Agustus 2025 | 13:00 WIB

Terkini

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:55 WIB

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:34 WIB

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:30 WIB

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:39 WIB

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:32 WIB

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:26 WIB

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:39 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB