Mr. Q Ungkap 3 Alasan Mengejutkan Prabowo Ampuni Hasto & Tom Lembong

Wakos Reza Gautama

Selasa, 05 Agustus 2025 | 20:09 WIB
Mr. Q Ungkap 3 Alasan Mengejutkan Prabowo Ampuni Hasto & Tom Lembong
Muhammad Qodari memberikan analis alasan Presiden Prabowo memberi pengampunan ke Hasto dan Tom Lembong. [Suara.com/Lilis]

Suara.com - Analis Politik Muhammad Qodari atau biasa dikenal dengan sebutan Mr Q memberikan pandangan mengenai alasan Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti terhadap Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong.

Menurut Mr Q, ada tiga variabel yang menjadi pertimbangan Prabowo memberikan pengampunan terhadap Hasto dan Tom.

Variabel pertama adalah situasi global. Qodari mengatakan  pada hari ini kita berada dalam suatu fase perkembangan dunia yang tidak baik-baik saja yang sangat berbeda dengan 10 20 tahun yang lalu.

"Jadi kita ini berada pada fase di mana umat manusia itu living the life dangerously. Kita sampai satu titik di mana ada kekhawatiran bahwa ada potensi perang dunia ketiga," ujar dia dikutip dari Youtube Cokro TV.

Menurutnya, kekhawatiran ini muncul setelah melihat adanya perang antara Rusia-Ukraina, Israel-Iran dan terkini adalah antara Thailand-Kamboja. 

"Jadi siapa yang pernah membayangkan bahwa bisa tempur antara negara-negara ASEAN? Enggak ada itu. Jadi saya kira konteks besar global ini ditambah konteks baru dari kawasan ASEAN itu membuat apa-apa yang sebelumnya itu terasa agak sulit untuk terjadi pada pada hari ini bisa terjadi," papar Qodari.

Varibel kedua menurut Wakil Kepala Staf Kepresidenan ini adalah situasi politik dalam negeri. Ia mengatakan residu Pilpres 2024 belum sepenuhnya selesai.

"Residu itu yang membuat antara lain peristiwa hukum yang terjadi pada inisial HK dan inisial TL gitu ya, itu membuat tidak berdiri murni sebagai proses hukum tetapi dipakai kacamata politik di situ," ujarnya.

Dilihat dari kacamata politik, Qodari mengatakan membuat dinamika politik yang dipengaruhi oleh proses-proses hukum ini istilahnya intensitasnya itu masih tetap tinggi.

baca juga

Lalu variabel ketiga adalah individu seorang Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo membutuhkan dukungan dari semua elemen penting bangsa dan negara ini.

"Serta beliau sendiri sebagai pribadi memang seseorang yang sangat percaya kepada persatuan dan kesatuan. Bahwa rekonsiliasi adalah kunci menuju kemajuan suatu bangsa," ujar Qodari.

Menurutnya, Prabowo adalah orang yang membaca buku Team of Rivals yang di dalamnya itu ada cerita tentang Presiden Abraham Lincoln yang menggandeng lawannya dalam Pilpres untuk bergabung di dalam pemerintahan menjadi salah satu menterinya.

"Dan Pak Prabowo sendiri adalah bagian dari cerita tim of rivals itu. Karena apa? Beliau dulu pernah bersaing dengan Pak Jokowi ya. Beliau kalah, beliau menjadi Menteri Pertahanan Pak Jokowi," ujar dia.

Lalu saat Prabowo jadi presiden ujar Qodari, dia merangkul rival-rivalnya antara lain adalah PKS dan Anies Baswedan.

"Nah, jadi sebetulnya Pak Prabowo ini adalah penganut prinsip team of rivals, gitu. Jadi sebagai individu yang memang punya pengalaman pribadi, punya pandangan politik yang sangat menekankan pada persatuan-kesatuan gitu," ujarnya.

Karena itu menurut Qodari, variabel internasional, variabel nasional, kemudian variabel individu semuanya itu inline menuju lahirnya suatu keputusan amnesti dan abolisi.

"bahwa dunia yang tidak baik-baik saja sewaktu-waktu bisa menimbulkan krisis, membutuhkan situasi dan kondisi nasional yang solid, yang utuh dan kecenderungan inklinasi pribadi. Pak Prabowo juga memang sangat sangat percaya kepada pentingnya persatuan dan kesatuan. Tiga variabel ini yang melahirkan keputusan amnesti untuk HK dan abolisi untuk Tom Lembong," papar Qodari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Nataru, Prabowo Siapkan 5 Insentif Diskon-diskonan

Sambut Nataru, Prabowo Siapkan 5 Insentif Diskon-diskonan

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 20:01 WIB

Sindiran Halus PKB ke PDIP: Penyeimbang? Dalam Politik Hanya Ada Dua Pilihan!

Sindiran Halus PKB ke PDIP: Penyeimbang? Dalam Politik Hanya Ada Dua Pilihan!

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:36 WIB

Mensesneg Bantah Istana Dalangi Munaslub Golkar: Jangan Kaitkan dengan Istana!

Mensesneg Bantah Istana Dalangi Munaslub Golkar: Jangan Kaitkan dengan Istana!

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:27 WIB

Jejak Harun Masiku di Buku Catatan Hasto? Ini Alasan KPK Tahan Barang Bukti Meski Ada Amnesti

Jejak Harun Masiku di Buku Catatan Hasto? Ini Alasan KPK Tahan Barang Bukti Meski Ada Amnesti

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:15 WIB

1.178 Narapidana Dapat Amnesti, Termasuk Gus Nur dan Hasto Kristiyanto

1.178 Narapidana Dapat Amnesti, Termasuk Gus Nur dan Hasto Kristiyanto

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 18:30 WIB

Terkini

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB