Sindiran Halus PKB ke PDIP: Penyeimbang? Dalam Politik Hanya Ada Dua Pilihan!

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:36 WIB
Sindiran Halus PKB ke PDIP: Penyeimbang? Dalam Politik Hanya Ada Dua Pilihan!
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan respons diplomatis namun menohok terhadap sikap politik PDI Perjuangan yang memilih menjadi kekuatan penyeimbang. Meski menghormati keputusan Megawati Soekarnoputri, PKB seolah menyindir halus dengan menyebut bahwa pilihan politik sebenarnya hanya ada dua; di dalam atau di luar pemerintahan.

Pada akhirnya, PKB menegaskan bahwa bola panas mengenai bagaimana menyikapi posisi 'abu-abu' PDIP ini sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPP PKB, Syaiful Huda, menyatakan pihaknya menghargai kedaulatan PDIP dalam menentukan sikap politiknya. Menurutnya, keputusan Megawati sebagai politisi senior pastinya sudah melalui pertimbangan yang matang.

"Tentu semua partai punya kedaulatan masing-masing untuk menentukan sikap, tanpa terkecuali saya kira PDIP," kata Huda kepada wartawan, Selasa (5/8/2025).

Namun, setelah memberikan penghormatan, Huda langsung menegaskan bahwa dalam sistem presidensial, keputusan akhir tetap ada pada presiden.

"Tentu sikap kedaulatan masing-masing partai ini dalam konteks sistem presidensial kita kembalikan kepada Pak Presiden, Pak Prabowo," jelasnya.

"Apakah posisi PDIP sebagai partai penyeimbang itu kira-kira dirasa cukup sampai di situ, atau seperti apa, ya kita serahkan kepada Pak Presiden."

PKB kemudian memaparkan cara pandang mereka yang lebih lugas dan seolah menjadi sindiran halus bagi posisi PDIP. Menurut Huda, dalam politik, tidak ada area abu-abu.

"Walaupun dalam cara pandang PKB memang pilihannya sebenarnya kalau tidak menjadi bagian dari partai pemerintah, berarti menjadi partai di luar pemerintahan. Itu saja cara pandang kami," tegas Huda.

baca juga

Ia pun memperjelas posisi partainya sendiri yang sudah mantap berada di barisan pendukung utama pemerintah.

"PKB memilih untuk menjadi bagian dari pemerintah seutuhnya," katanya.

Sebelumnya, PDIP memang kembali menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan penyeimbang. Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menjelaskan bahwa peran ini tidak mengharuskan mereka masuk kabinet.

Menurutnya, PDIP bisa mendukung program pemerintah yang pro rakyat, sekaligus melontarkan kritik yang ia sebut sebagai "second opinion" yang justru dibutuhkan oleh presiden.

"Bergabung tidak harus ada di dalam pemerintahan, tetapi bagaimana kita memberikan dukungan secara substantif," ujar Andreas.

Kini, dengan sikap tegas dari PKB dan posisi "abu-abu" dari PDIP, semua mata tertuju pada Presiden Prabowo Subianto untuk menentukan format akhir dari konstelasi politik nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensesneg Bantah Istana Dalangi Munaslub Golkar: Jangan Kaitkan dengan Istana!

Mensesneg Bantah Istana Dalangi Munaslub Golkar: Jangan Kaitkan dengan Istana!

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:27 WIB

Jejak Harun Masiku di Buku Catatan Hasto? Ini Alasan KPK Tahan Barang Bukti Meski Ada Amnesti

Jejak Harun Masiku di Buku Catatan Hasto? Ini Alasan KPK Tahan Barang Bukti Meski Ada Amnesti

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:15 WIB

Tak Masuk Kabinet, PDIP Pilih Jalur Kritik Konstruktif: Demokrat Setuju

Tak Masuk Kabinet, PDIP Pilih Jalur Kritik Konstruktif: Demokrat Setuju

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:13 WIB

Terkini

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:28 WIB

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 22:27 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:50 WIB

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

Yusril Jamin Transparansi Kasus Penyadapan Ilegal: Jangan Ragu Polri Sidik Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:23 WIB

×