Dedi Mulyadi Blak-blakan Ogah Turun Tangan Hadapi Kisruh Bandung Zoo

Yohanes Endra

Kamis, 07 Agustus 2025 | 17:02 WIB
Dedi Mulyadi Blak-blakan Ogah Turun Tangan Hadapi Kisruh Bandung Zoo
Dedi Mulyadi (Suara.com)

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara terkait pengelolaan Kebun Binatang Bandung, Bandung Zoo yang hingga kini belum menemukan titik terang.

Dengan tegas, Kang Dedi, sapaan akrabnya menyerahkan permasalahan Bandung Zoo kepada Pemerintah Kota Bandung.

Namun, dia mengaku siap apabila diminta untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Dedi Mulyadi mengatakan, kewenangan dan aturan mengenai Bandong Zoo ada di Pemerintah Kota Bandung.

Untuk saat ini, Dedi Mulyadi menyatakan untuk tidak ikut campur terlebih dahulu ke masalah tersebut tanpa diminta.

"Kewenangannya ada di pemerintahan kota ya. Sampai hari ini kan kita tidak diminta untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Saya kan membatasi diri hari ini. Tidak masuk dulu ke wilayah yang menjadi kewenangan kota tanpa diminta," ucap Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan jika untuk saat ini, masih banyak permasalahan mendasar di Jawa Barat yang perlu juga diselesaikan.

Dia pun saat ini tengah fokus menghadapi permasalahan-permasalahan tersebut.

"Kecuali hal-hal yang mendasar yang itu menjadi keributan rakyat. Jalan misalnya kabupatennya rusak banget pasti saya intervensi. Jembatan, nih bayangin Sukabumi itu ada 5 jembatan yang terputus yang anaknya sekolah nyeberang sungai. Hari ini 4 jembatan sudah dibangun," kata Dedi.

baca juga

Maka dari itu, untuk saat Dedi mengaku tidak ada intervensi terkait permasalahan Bandung Zoo karenan kewenangan ada di Pemerintah Kota Bandung.

Namun, dia mengaku siap apabila diminta untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

"Tapi kalau kebutuhan lain seperti pengelolaan kebun binatang, karena menyangkut kelembagaan, yayasan, kita menghormati siapa dan siapa yang memiliki otorisasi. Hari ini akan selesaikan kalau saya diminta," tandas Dedi Mulyadi.

Bandung Zoo
Bandung Zoo

Untuk diketahui, Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo tutup sementara akibat konflik internal antara dua pihak yang sama-sama mengklaim diri sebagai manajemen sah lembaga konservasi tersebut.

Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi'i mengungkap jika penutupan dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar pengunjung tidak terdampak langsung konflik yang sedang berlangsung di internal pengelola.

"Kalau ada pengunjung, dampaknya lebih jelek. Jadi kita tutup aaja dalam rangka jangan sampai pengunjung stres," ungkap Sulhan.

Sulhan mengungkap, penutupan dilakukan mulai Kamis, 3 Juli 2025, dan berharap hanya berlangsung sementara.

Meski ditutup untuk umum, Sulhan memastikan seluruh aktivitas perawatan dan pemberian pakan satwa tetap berjalan normal.

Sulhan menambahkan, semenjak konflik internal antara dua pihak yang sama-sama mengklaim diri sebagai manajemen sah lembaga konservasi tersebut mencuat, sejumlah satwa dilaporkan mati di Kebun Binatang Bandung.

Lebih lanjut, Sulhan menduga, kondisi tersebut dapat dipicu lemahnya koordinasi akibat adanya dua pihak yang mengklaim sebagai manajemen. "Tujuh totalnya (satwa yang mati) dari 20 Maret saja ada burung-burung, ada berapa ekor, terus ada juga binturong," sambung Sulhan.

Kondisi pun semakin memanas sejak Rabu, 6 Agustus 2025 lalu, saat sekelompok orang datang memaksa masuk dengan menjebol gerbang depan Bandung Zoo yang sebelumnya ditutup sementara.

Keributan pun tak terhindarkan, massa yang memaksa masuk kebun binatang terlibat baku hantam dengan petugas jaga dari manajemen baru.

Gerbang lobi utama kebun binatang pun rusak akibat situasi yang tidak terkendali. Terkait ribut-ribut itu, Pemkot Bandung membuka opsi melibatkan Kemenhut untuk mencabut izin lembaga konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari selaku pengelola.

Kepala Sub Bidang Pengamanan Barang Milik Daerah dan Pencatatan Barang Persediaan BKAD Kota Bandung, Herman Hari Rustaman mengatakan, opsi itu diambil apabila konflik internal antara dua manajemen yang berselisih berlanjut dan tidak kunjung diselesaikan.

Kontributor : Anistya Yustika

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hewan di Bandung Zoo Terancam Mati Imbas Kisruh Manajemen

Hewan di Bandung Zoo Terancam Mati Imbas Kisruh Manajemen

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:06 WIB

Anak-anak di Pelosok Sukabumi Naik Perahu Rakit ke Sekolah, Teriak Minta Jembatan ke Dedi Mulyadi

Anak-anak di Pelosok Sukabumi Naik Perahu Rakit ke Sekolah, Teriak Minta Jembatan ke Dedi Mulyadi

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 13:36 WIB

Dedi Mulyadi: Politik Merusak Desa, Tak Semua Perlu Adakan Pilkades

Dedi Mulyadi: Politik Merusak Desa, Tak Semua Perlu Adakan Pilkades

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:44 WIB

Viral Perkara Vasektomi, Dedi Mulyadi Cerita Soal KB dan Keluarga Miskin Punya 24 Anak

Viral Perkara Vasektomi, Dedi Mulyadi Cerita Soal KB dan Keluarga Miskin Punya 24 Anak

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 11:34 WIB

Harga Tiket Kebun Binatang Bandung Lebaran 2025, Anak-Anak Gratis? Cek Promo Terbaru!

Harga Tiket Kebun Binatang Bandung Lebaran 2025, Anak-Anak Gratis? Cek Promo Terbaru!

Lifestyle | Selasa, 01 April 2025 | 21:52 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×