Eks Intelijen Sebut AdaRapat Gelap Kepada Prabowo, Mulai Pekanbaru, Bali Hingga Ambon

Eviera Paramita Sandi

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:06 WIB
Eks Intelijen Sebut AdaRapat Gelap Kepada Prabowo, Mulai Pekanbaru, Bali Hingga Ambon
Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa]

Suara.com - Eks Intelijen Negara, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra membongkar isu baru soal dugaan adanya perlawanan dari para pendukung Presiden ke – 7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto.

Chandra menyebut bahwa dirinya mendapatkan informasi bahwa para pendukung atau relawan Jokowi tersebut mengadakan rapat tersembunyi.

“Beberapa operasi garis dalam yang mereka lakukan sekarang bahkan lebih berkembang kepada persoalan – persoalan yang nanti dapat menggoyahkan kedaulatan. Ini ngeri,” ujar Chandra, dikutip dari youtube Forum Keadilan TV, Jumat (8/8/25).

“Karena saya dapat informasi yang sangat bisa dipercaya, bahwa pendukung Jokowi di Riau mengadakan rapat gelap,” imbuhnya.

Menurut penjelasan Chandra, para relawan Jokowi itu berkumpul untum membahas wacana gerakan Riau Merdeka.

“Mereka membahas wacana gerakan Riau Merdeka. Gila,” ucapnya.

“Saya bisa dipercaya, karena dulu dia (yang memberi informasi) juga kaki tangan saya di lapangan,” tambahnya.

Chandra menyebut bahwa hal ini akan sangat berbahaya dan dapat menganggu pemerintahan di bawah pimpinan Prabowo.

“Ini sasarannya kan untuk mengganggu gusar nih kewibawaan presiden ya, kalau sampai ini muncul kembali,” ujarnya.

baca juga

Bahkan, Chandra sudah memprediksi bahwa hal ini tidak akan berhenti di Riau saja, melainkan bisa disusul di daerah lain, misalnya di Bali maupun Ambon.

“Ini bukan terjadi begitu saja, dan mungkin nanti juga akan distimulir didaerah lain, mungkin Bali, Ambon,” jelasnya.

Chandra menjelaskan bahwa relawan – relawan Jokowi ini dengan sengaja mendekati orang – orang yang dulu sempat menggagas Riau Merdeka untuk mewacanakan kembali.

“Saya tidak bisa mengatakan ini relawan, tapi ini adalah pendukung Jokowi yang mencoba mendekati mereka – mereka yang dulu sempat menggagas gerakan Riau Merdeka, terjadilah rapat untuk mewacanakan Kembali,” terangnya.

“Ini sangat tertutup sekali, mangkanya hanya sedikit orang yang mengetahui ini,” imbuhnya.

Menurut pengakuan Chandra rapat gelap atau rapat tersembunyi ini muncul usai Prabowo melakukan Abolisi dan Amnesti terhadap Tom Lembong serta Hasto Kristiyanto.

“Rapatnya sekitar 2 minggu yang lalu,” sebutnya.

“Pokoknya ini pasca Abolisi dan Amnesti, barulah mulai muncul itu,” tambahnya.

Bagi Chandra, Jokowi akan sangat mudah melakukan apapun yang diinginkan, hanya berbekal menggerakkan kekuatan massanya.

“Jokowi itu menggerakkan mesin politiknya kekuatan massanya pada pragmatisme. Itulah mengapa Jokowi mudah, karena dengan mudahnya siram uang, jalan dan selalu begitu,” urainya.

“Kemudian munculah perorangan maki – maki Prabowo, muncul ini One Piece, nanti muncul lagi separatis. Dan semua ini terkait pada posisi kondisi psikologis Prabowo yang mudah terbakar,” sambungnya.

Dalam rapat gelap yang dibongkar Chandra itu, pihaknya menyebutkan bahwa salah satu poin yang disepakati dalam rapat adalah soal deklarasi.

“Nanti dia akan mencari waktu, Menyusun kekuatan massa dulu. Mereka akan melakukan deklarasi Riau Merdeka. Ini sangat berani, ini Tindakan separatis,” ujarnya.

“Ini sudah ada, tapi kita masih menyelidiki kapan itu akan terjadi,” tambahnya.

Prabowo Mulai Tinggalkan Jokowi?

Pemberian amnesti untuk Hasto Kristiyanto dan Abolisi untuk Tom Lembong, memicu narasi bahwa Prabowo mulai mengambil jarak dari Jokowi.

Isu ini muncul lantaran Hasto dan Tom Lembong merupakan figure yang kerap berseberangan dengan kubu Jokowi.

Namun, menurut Analis politik, M. Qodari hal ini justru pilihan seorang presiden untuk menjaga hubungan baik.

Qodari menyebut bagi seorang presiden menjaga hubungan baik dengan semua kekuatan politik adalah sebuah keharusan, bukan pilihan.

Langkah merangkul figure dari kubu yang berbeda bukanlah tanda menjauhi kawan lama, melainkan sebuah strategi untuk membangun fondasi politik yang kokoh demi stabilitas nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Pengaruh Jokowi di Pemerintahan Prabowo, Maman Abdurahman: Bandul Politik Harus di Istana Negara

Isu Pengaruh Jokowi di Pemerintahan Prabowo, Maman Abdurahman: Bandul Politik Harus di Istana Negara

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 15:03 WIB

HNW PKS Bedah Kabinet 'Tak Berkeringat': Dua Nasib Menanti, Antara Tersingkir atau Jadi Ahli

HNW PKS Bedah Kabinet 'Tak Berkeringat': Dua Nasib Menanti, Antara Tersingkir atau Jadi Ahli

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 14:24 WIB

Menteri Golkar Beberkan Rahasia Hubungan Prabowo-Jokowi: Tak Akan Pernah Berubah?

Menteri Golkar Beberkan Rahasia Hubungan Prabowo-Jokowi: Tak Akan Pernah Berubah?

News | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 13:58 WIB

Terkini

Penyadapan Presiden Maksudnya Gimana? Ini Penjelasan dan Ancaman Hukumannya

Penyadapan Presiden Maksudnya Gimana? Ini Penjelasan dan Ancaman Hukumannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:40 WIB

Kampung Boncos Berulang Kali Digerebek, Polisi Kini Turun Cek Masalah Warga

Kampung Boncos Berulang Kali Digerebek, Polisi Kini Turun Cek Masalah Warga

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB

Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB

Bersepeda Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat, Promo 11.11 Bisa Jadi Momentum Lengkapi Kebutuhan

Bersepeda Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat, Promo 11.11 Bisa Jadi Momentum Lengkapi Kebutuhan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:34 WIB

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:30 WIB

69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa

69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 16:28 WIB

TVS Motor Edukasi Pelajar Sekolah Dasar Mengenai Pentingnya Pakai Helm SNI

TVS Motor Edukasi Pelajar Sekolah Dasar Mengenai Pentingnya Pakai Helm SNI

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 16:26 WIB

Madura United vs Arema FC Boleh Dihadiri Suporter Tuan Rumah, Aremania Dilarang Masuk Stadion

Madura United vs Arema FC Boleh Dihadiri Suporter Tuan Rumah, Aremania Dilarang Masuk Stadion

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 16:22 WIB

Ekspor Aluminium dan Nikel Meroket, Pertanian Justru Merosot

Ekspor Aluminium dan Nikel Meroket, Pertanian Justru Merosot

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:21 WIB

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:18 WIB

×