Suara.com - Sebuah narasi liar yang menyebut Inspektur Jenderal Polisi Karyoto menolak jabatan baru.
Sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan atau Kabaharkam Polri dan mengancam mundur beredar kencang di media sosial.
Isu ini, yang dibumbui dengan dramatisasi kekecewaan karena tidak diangkat menjadi Kabareskrim, sukses menyita perhatian publik.
Namun, setelah ditelusuri, kabar tersebut adalah hoaks atau tidak benar.
Kabar bohong ini secara tegas dibantah langsung oleh Irjen Karyoto.
Ia memastikan bahwa hubungannya dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam kondisi sangat baik dan menepis adanya penolakan jabatan yang merupakan sebuah promosi bagi dirinya.
Narasi yang Beredar
Isu ini pertama kali mencuat dari sebuah akun anonim di media sosial dengan nama pengguna @legsob208.
Akun tersebut menyebarkan narasi bahwa Irjen Karyoto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, merasa kecewa berat.
Karena tidak mendapatkan posisi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri seperti yang dijanjikan.
Narasi tersebut bahkan menggambarkan seolah-olah Karyoto sampai mengamuk di kantor Kapolri dan mengancam akan mengundurkan diri dari institusi Bhayangkara sebagai bentuk protes atas mutasi dirinya menjadi Kabaharkam.
Cerita yang penuh drama ini dirancang untuk menciptakan citra perpecahan dan konflik di internal petinggi Polri.
Hasil Penelusuran dan Verifikasi
Untuk memverifikasi kebenaran isu ini, tim melakukan penelusuran fakta dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, ditemukan fakta yang berkebalikan dengan narasi yang beredar.
1. Bantahan Langsung dari Irjen Karyoto