7 Fakta Unik Tentang Sutan Sjahrir, Orang Pertama Mendengar Jepang Menyerah!

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 12 Agustus 2025 | 07:37 WIB
7 Fakta Unik Tentang Sutan Sjahrir, Orang Pertama Mendengar Jepang Menyerah!
Sutan Sjahrir. (Wikipedia)

Suara.com - Sutan Sjahrir adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yang namanya tak lekang oleh waktu.

Delapan puluh tahun setelah proklamasi 17 Agustus 1945, kisahnya kembali relevan untuk diingat.

Di tengah ketegangan menjelang kemerdekaan, Sjahrir menjadi salah satu orang pertama di Indonesia yang mendengar kabar Jepang menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945. 

Informasi itu ia peroleh dari siaran radio luar negeri, sebuah momen yang kemudian memicu langkah strategis menuju kemerdekaan.

Peringatan 80 tahun kemerdekaan ini menjadi waktu yang tepat untuk mengenang peran Sjahrir dalam membaca peluang sejarah dan menggerakkan bangsa menuju kebebasan.

1. Mendengar Langsung dari Siaran Radio Luar Negeri

Sjahrir dikenal selalu mengikuti perkembangan internasional melalui radio. Pada 15 Agustus 1945, ia mendengar kabar penyerahan Jepang dari siaran radio luar negeri, termasuk BBC di London.

Sebagaimana dikutip dari Amemoar, informasi ini sangat penting karena menandai berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia dan membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

2. Menyadari Pentingnya Momen Sejarah

baca juga

Begitu menerima kabar tersebut, Sjahrir langsung menyadari bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk bertindak.

Ia memahami bahwa kekosongan kekuasaan setelah Jepang menyerah akan menjadi kesempatan emas untuk memproklamasikan kemerdekaan sebelum Sekutu datang dan berusaha mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia.

3. Segera Menghubungi Tokoh Nasional Lainnya

Setelah mendapatkan informasi penting itu, Sjahrir segera menghubungi para pemimpin pergerakan nasional, termasuk Soekarno dan Mohammad Hatta.

Langkah cepat ini menunjukkan bahwa Sjahrir tidak hanya menerima informasi, tetapi juga langsung bergerak agar kabar tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan penting.

4. Mendorong Proklamasi Tanpa Menunggu Jepang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lengkap! Ini Susunan Petugas Upacara 17 Agustus di Sekolah, Kantor, dan Lingkungan RT

Lengkap! Ini Susunan Petugas Upacara 17 Agustus di Sekolah, Kantor, dan Lingkungan RT

Lifestyle | Senin, 11 Agustus 2025 | 16:45 WIB

Terungkap! Ini Alasan Soekarno-Hatta Tidak Memproklamasikan Kemerdekaan Sebelum 17 Agustus

Terungkap! Ini Alasan Soekarno-Hatta Tidak Memproklamasikan Kemerdekaan Sebelum 17 Agustus

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 07:49 WIB

POSCART: Ketika Harapan untuk Tanah Air Diungkap Lewat Seni dan Aroma Jakarta

POSCART: Ketika Harapan untuk Tanah Air Diungkap Lewat Seni dan Aroma Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 20:04 WIB

Terkini

Mabes Polri Resmi Ambil Alih Kasus Dugaan Pidana Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

Mabes Polri Resmi Ambil Alih Kasus Dugaan Pidana Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

News | Senin, 28 September 2026 | 19:25 WIB

Cegah Ancaman Sampah Laut, Aksi Daur Ulang Kemasan Diperluas hingga Bali dan NTB

Cegah Ancaman Sampah Laut, Aksi Daur Ulang Kemasan Diperluas hingga Bali dan NTB

News | Senin, 28 September 2026 | 19:22 WIB

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:16 WIB

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

News | Senin, 28 September 2026 | 19:12 WIB

Diklaim Tak Ada Pengunduran Diri Massal, 85% Manajer Kopdes Setuju Lokasi Kerja

Diklaim Tak Ada Pengunduran Diri Massal, 85% Manajer Kopdes Setuju Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:11 WIB

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah

Riau | Senin, 28 September 2026 | 19:10 WIB

Rekam Jejak Ko Hyung-jin Wasit Timnas Indonesia vs Malayisa Malam Ini: Memori Kelam 2019

Rekam Jejak Ko Hyung-jin Wasit Timnas Indonesia vs Malayisa Malam Ini: Memori Kelam 2019

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:06 WIB

BEI Bantah Aturan Saham Minimum Rp1 Jadi Biang IHSG Anjlok ke 6.100

BEI Bantah Aturan Saham Minimum Rp1 Jadi Biang IHSG Anjlok ke 6.100

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:05 WIB

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

News | Senin, 28 September 2026 | 19:03 WIB

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

News | Senin, 28 September 2026 | 18:57 WIB

×