Pajak Batal Tak Cukup, Bupati Pati Kini Dituntut Mundur: "Mundur Ksatria atau Dilengserkan Paksa"

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:38 WIB
Pajak Batal Tak Cukup, Bupati Pati Kini Dituntut Mundur: "Mundur Ksatria atau Dilengserkan Paksa"
Bupati Pati Sudewo kini dituntut mundur. (Ist)

Suara.com - Meski Bupati Pati Sudewo telah resmi membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sempat melonjak 250 persen, api protes di tengah masyarakat tampaknya belum padam.

Tuntutan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu kini telah bergeser dari pembatalan kebijakan menjadi desakan agar Sudewo mundur dari jabatannya.

Aksi unjuk rasa besar-besaran rencananya akan kembali digelar di sekitar Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu (13/8).

Dukungan publik terhadap gerakan ini terlihat masif, ditandai dengan menumpuknya bantuan logistik seperti ribuan kardus air mineral, makanan ringan, hingga buah-buahan di posko donasi.

Di lokasi, sejumlah baliho bernada keras turut dipasang, di antaranya bertuliskan: "Pak Presiden Prabowo, Pecat Bupati Sudewo atau Jateng Boikot Partai Gerindra" dan "Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Kesatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa".

"Tuntutannya Bapak Bupati Pati Sudewo mengundurkan diri secara ksatria atau dilengserkan secara paksa oleh masyarakat Kabupaten Pati," ujar Inisiator demo, Supriyono, pada Senin (11/8).

Supriyono mengklaim aksi tersebut akan diikuti oleh lebih dari 50 ribu orang, jumlah yang menurutnya melampaui pernyataan Sudewo sebelumnya. "Yang jelas melebihi tantangan Bapak Bupati Pati Sudewo yang 50 ribu (orang)," tegasnya.

Dukungan logistik pun terus mengalir deras tidak hanya dari wilayah Pati, tetapi juga dari kota-kota besar lain bahkan hingga luar negeri. "Bantuan dari semua wilayah Pati, sampai ada yang dari luar kota, Jakarta, Yogyakarta, dari luar negeri juga ada," tutup Supriyono.

Bupati Pati Minta Maaf: "Saya Tidak Menantang Rakyat"

Sebelumnya, Bupati Pati Sudewo telah menyampaikan permintaan maaf atas rentetan peristiwa yang terjadi. Pertama, ia meminta maaf atas kericuhan yang pecah pada Selasa (5/8) saat Satpol PP mengamankan dus-dus air mineral dari posko donasi massa.

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya kericuhan pada hari Selasa kemarin," ujar Sudewo dalam konferensi pers, Kamis (7/8). "Kami tidak bermaksud untuk melakukan perampasan barang-barang tersebut, hanya ingin memindahkan supaya tidak mengganggu Kirab Boyongan Hari Jadi Kabupaten Pati dan tidak mengganggu acara-acara 17 Agustus."

Sudewo juga meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap menantang massa aksi. Pernyataan itu berbunyi, "Siapa yang akan melakukan penolakan? Yayak Gundul? Silakan lakukan. Jangan hanya 5 ribu orang, 50 ribu orang aja suruh kerahkan, saya tidak akan gentar, saya tidak akan mengubah keputusan."

Ia mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut bukanlah sebuah tantangan. "Saya minta maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya, '5 ribu silakan, 50 ribu massa silakan'. Saya tidak menantang rakyat, sama sekali tidak ada maksud untuk menantang rakyat. Mosok rakyatku tak tantang?" ujar Sudewo. Menurutnya, ia hanya ingin memastikan demo berjalan murni untuk menyalurkan aspirasi, "bukan karena ditumpangi pihak-pihak tertentu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Siapa Yayak Gundul, Aktivis yang Viral di Pati

Mengenal Siapa Yayak Gundul, Aktivis yang Viral di Pati

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 10:52 WIB

Warga Pati ke Bupati Sudewo: Mundur Secara Kesatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa?

Warga Pati ke Bupati Sudewo: Mundur Secara Kesatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa?

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 16:23 WIB

Ditantang Balik Bakal Didemo, Bupati Sudewo Malah Tuduh ada yang Menunggangi

Ditantang Balik Bakal Didemo, Bupati Sudewo Malah Tuduh ada yang Menunggangi

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 13:27 WIB

Pajak 250 Persen Sudah Dibatalkan, Kenapa Amarah Warga Pati pada Bupati Sudewo Belum Reda?

Pajak 250 Persen Sudah Dibatalkan, Kenapa Amarah Warga Pati pada Bupati Sudewo Belum Reda?

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 06:35 WIB

Sudewo di Ujung Tanduk? Demo 13 Agustus Tetap Digelar, Warga Pati Bersatu Minta Bupati Lengser

Sudewo di Ujung Tanduk? Demo 13 Agustus Tetap Digelar, Warga Pati Bersatu Minta Bupati Lengser

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 05:35 WIB

Sosok Ahmad Husein, Inisiator Aksi Tolak Kenaikan PBB 250 Persen di Pati

Sosok Ahmad Husein, Inisiator Aksi Tolak Kenaikan PBB 250 Persen di Pati

Lifestyle | Minggu, 10 Agustus 2025 | 13:15 WIB

Nasi Sudah Jadi Bubur: Warga Tolak Mentah Permintaan Maaf dan Desak Bupati Pati Mundur!

Nasi Sudah Jadi Bubur: Warga Tolak Mentah Permintaan Maaf dan Desak Bupati Pati Mundur!

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 11:22 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB