Apa Arti Sengkuni Sebutan untuk Yayak Gundul yang Viral di Pati?

Dany Garjito | Suara.com

Selasa, 12 Agustus 2025 | 12:21 WIB
Apa Arti Sengkuni Sebutan untuk Yayak Gundul yang Viral di Pati?
Ilustrasi apa arti sengkuni sebutan warga Pati untuk Yayak Gundul? (IG/cahyabasuki.yayakgundul)

Suara.com - Setelah tampak berjuang dengan masyarakat Pati untuk menolak pajak PBB-P2 yang naik hingga 250%, kini sosok Yayak Gundul justru disebut dengan istilah sengkuni oleh masyarakat Pati. Tapi sebenarnya apa arti sengkuni sebutan warga Pati untuk Yayak Gundul ini?

Ungkapan ini sendiri muncul setelah foto Bupati Pati dan Yayak Gundul tersebar di media sosial. Foto ini muncul karena adanya kesepakatan damai antara pemerintah dan sejumlah warga yang mengatasnamakan Gerakan Pati Bersatu, yang berada di bawah komando Cahya Basuki atau Yayak Gundul ini.

Kesepakatan juga melibatkan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi yang dikoordinatori Sahal Mahfudh. Dalam kesepakatan tersebut, kedua kelompok akan membatalkan demo pada 13 Agustus 2025 karena tuntutan pembatalan kenaikan pajak telah dipenuhi.

Yayak Gundul di Luar Kelompok di Posko Donasi

Sejumlah aktivis yang masih berada di posko donasi kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa Yayak Gundul bukan lagi bagian dari kelompok mereka. Tidak sedikit yang menyampaikan bahwa Yayak Gundul adalah sengkuni, karena dianggap mengkhianati perjuangan masyarakat Pati.

Pernyataan Yayak Gundul dan Sahal Mahfudh terkait dengan kesepakatan pembatalan demo juga tidak menjadi penghalang bagi masyarakat yang bergabung dalam kelompok lainnya. Salah satu perwakilan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menyatakan bahwa demo tanggal 13 Agustus 2025 akan tetap digelar, namun dengan tuntutan melengserkan Sudewo dari jabatannya saat ini.

Apa Arti Sengkuni dalam Konteks Ini?

Istilah sengkuni sendiri sebenarnya bukan hal baru dalam konteks perjuangan dan politik. Istilah ini sering disematkan pada orang-orang yang dianggap berkhianat pada orang lain, dan berangkat dari tokoh wayang yang memiliki nama serupa.

Sengkuni dalam epos Mahabarata dikenal karena sifatnya yang licik, suka mengadu domba, dan selalu mencari keuntungan pribadi dalam berbagai kondisi yang dihadapinya. Ia juga diceritakan tidak ragu berkhianat jika memang hal tersebut dapat membawa keuntungan padanya.

Sengkuni sebenarnya memiliki kecerdasan dan kepintaran yang tinggi. Namun demikian hal ini digunakan untuk memanipulasi orang lain dan mengadu domba, sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya bertikai. Hal ini dilakukan demi mendapatkan keuntungan pribadi tanpa memikirkan nasib orang lain.

Pada konteks politik dan aktivisme, istilah ini kemudian sering disematkan pada orang-orang yang memiliki sifat serupa. Gemar mengadu domba, bersilat lidah dan membelokkan apa yang dikatakan, berlaku tidak sesuai dengan apa yang disampaikan, licik, dan pengkhianat.

Maka tak heran setelah apa yang dilakukan oleh Yayak Gundul, ia disebut sengkuni oleh aktivis lain yang masih ingin berjuang untuk melengserkan Bupati Sudewo ini.

Sudut Pandang Yayak Gundul

Di sisi lain, Yayak Gundul justru merasa hal ini aneh. Ia merasa bahwa apa yang diperjuangkan dan protes masyarakat sebenarnya telah tercapai, terkait dengan pembatalan PBB-P2 250% yang disampaikan oleh Bupati Sudewo. Maka ia menganggap bahwa perjuangan telah selesai dan demo tidak perlu dilakukan.

Yayak Gundul merasa dikhianati sebab wacana yang diusung justru menjadi pelengseran Bupati Sudewo. Hal ini yang menjadi dasar ia mengambil keputusan untuk bertemu dengan Bupati Pati tersebut, dan menyepakati bahwa dirinya dan kelompoknya tidak akan melakukan demo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pajak Batal Tak Cukup, Bupati Pati Kini Dituntut Mundur: "Mundur Ksatria atau Dilengserkan Paksa"

Pajak Batal Tak Cukup, Bupati Pati Kini Dituntut Mundur: "Mundur Ksatria atau Dilengserkan Paksa"

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:38 WIB

Mengenal Siapa Yayak Gundul, Aktivis yang Viral di Pati

Mengenal Siapa Yayak Gundul, Aktivis yang Viral di Pati

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 10:52 WIB

7 Arti Mimpi Dikejar Ular Menurut Tafsir Primbon Jawa

7 Arti Mimpi Dikejar Ular Menurut Tafsir Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 12 Agustus 2025 | 07:30 WIB

Terlengkap! Ini 20 Arti Mimpi Menurut Primbon Jawa, dari Pertanda Hoki hingga Peringatan Bahaya

Terlengkap! Ini 20 Arti Mimpi Menurut Primbon Jawa, dari Pertanda Hoki hingga Peringatan Bahaya

Lifestyle | Senin, 11 Agustus 2025 | 20:25 WIB

Warga Pati ke Bupati Sudewo: Mundur Secara Kesatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa?

Warga Pati ke Bupati Sudewo: Mundur Secara Kesatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa?

News | Senin, 11 Agustus 2025 | 16:23 WIB

Terkini

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:15 WIB

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:39 WIB

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:35 WIB