Viral Penjual Es Krim Tolak Rp100 Ribu dari Warga Negara Asing, Minta Rp1 Juta Bikin Syok

Tasmalinda Suara.Com
Selasa, 12 Agustus 2025 | 18:19 WIB
Viral Penjual Es Krim Tolak Rp100 Ribu dari Warga Negara Asing, Minta Rp1 Juta Bikin Syok
viral warga negara asing yang mau beli es

Suara.com -  Jagat maya kembali dihebohkan oleh sebuah video singkat yang menampilkan interaksi tak biasa antara seorang pedagang es krim keliling dengan seorang wisatawan asing.

Momen yang semula tampak penuh keceriaan itu berubah drastis menjadi sebuah perdebatan harga yang mengejutkan dan kini menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang bapak penjual es krim dengan topi bertuliskan "PEJUANG RUPIAH" menunjukkan ekspresi bahagia.

Wajahnya berseri-seri, bahkan ia sempat mengacungkan jempol ke arah kamera.

Kegembiraan itu sangat beralasan, karena seluruh dagangan es krimnya ludes diborong oleh seorang turis wanita yang tampak antusias.

Momen itu seolah menjadi gambaran rezeki nomplok di hari yang cerah.

Akan tetapi, suasana harmonis tersebut tidak berlangsung lama.

Konflik mulai terjadi ketika proses transaksi memasuki tahap pembayaran.

Wisatawan asing tersebut terlihat menyerahkan beberapa lembar uang kertas pecahan Rp50.000, yang diperkirakan bernilai total Rp100.000, sebagai pembayaran atas semua es krim yang dibelinya.

Baca Juga: WNA Ngamuk hingga Lukai Diri di Hotel Kalibata, Alasannya Bikin Geleng-geleng!

Namun, di luar dugaan, sang penjual dengan tegas menolak uang tersebut menggunakan isyarat tangan.

Raut wajahnya yang tadinya ramah seketika berubah menjadi serius.

Dengan nada yang cukup jelas, sang bapak menyebutkan nominal yang harus dibayarkan, yakni sebesar Rp1 juta.

Angka yang fantastis untuk es krim keliling ini sontak membuat turis tersebut terperangah. Ia tampak tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya dan mencoba memastikan kembali.

Setelah sang penjual mengonfirmasi bahwa harga yang dimintanya adalah benar satu juta rupiah, turis itu pun langsung menggelengkan kepala dengan ekspresi syok.

Terdengar dengan jelas ia mengucapkan kalimat penolakan dalam bahasa Inggris, "One Million, No Way".

Respons tersebut menunjukkan bahwa harga yang dipatok dianggap sangat tidak wajar dan di luar nalar, sekalipun ia telah memborong seluruh dagangan.

Video tersebut, yang tidak menampilkan akhir dari penyelesaian transaksi, sontak memantik reaksi keras dari warganet.

Banyak yang mengecam tindakan penjual tersebut dan menilainya sebagai praktik "getok harga" atau aji mumpung.

Warganet berpendapat bahwa tindakan semacam ini dapat mencoreng citra pariwisata Indonesia di mata dunia, merusak reputasi pedagang lokal yang jujur.

Sebagian lainnya berspekulasi bahwa video tersebut kemungkinan adalah konten yang telah diatur (settingan) untuk menaikkan popularitas.

Terlepas dari kebenarannya, insiden ini telah membuka diskusi luas tentang pentingnya menjaga etika dan kejujuran dalam berdagang, khususnya saat berinteraksi dengan wisatawan yang berkunjung ke Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI