Gerindra Respon Usulan Pemakzulan Bupati Pati ke DPRD

M Nurhadi

Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:23 WIB
Gerindra Respon Usulan Pemakzulan Bupati Pati ke DPRD
Bupati Pati menaiki rantis Rimueng saat temui demonstran (X/Olikotor_)

Suara.com - Aksi demonstrasi yang digelar ribuan warga di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Rabu, 13 Agustus 2025, berakhir ricuh. Kericuhan ini dipicu oleh kekecewaan massa yang gagal bertemu dengan Bupati Pati, Sudewo.

Situasi yang awalnya tegang, berubah menjadi kekacauan, diwarnai insiden saling kejar dan serang antara aparat keamanan dan demonstran. Insiden ini menimbulkan korban dari kedua belah pihak.

Beberapa wanita dan anak-anak dilaporkan terkena gas air mata, sementara sejumlah aparat keamanan terlihat pingsan dan mengalami luka ringan.

Bahkan, mobil Provos milik kepolisian dilaporkan dibakar dan dijungkirbalikkan oleh massa. Sejumlah ambulans terus berdatangan untuk mengevakuasi korban.

Alun-Alun Pati menjadi saksi bisu kericuhan ini, dengan massa yang tampak lebih sigap merespons tembakan gas air mata kedua dengan langsung berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Sebelumnya, Bupati Sudewo sempat memberikan keterangan di atas kendaraan taktis dan menyampaikan permintaan maaf, namun hal itu justru dibalas dengan lemparan botol plastik dan sandal dari massa, yang memperburuk situasi.

Menanggapi situasi yang memanas dan desakan warga agar Bupati Sudewo mundur, Partai Gerindra sebagai partai politik yang menaungi Sudewo akhirnya buka suara.

Partai berlogo garuda itu mengakui telah meminta Sudewo untuk meminta maaf dan menyerahkan keputusan dari ketegangan politik ini sepenuhnya kepada DPRD Kabupaten Pati.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. (Suara.com/Novian)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. (Suara.com/Novian)

Gerindra menyebut, sejak pernyataan kontroversial Sudewo viral, Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah telah menghubungi Sudewo untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka. Namun, permintaan maaf tersebut tidak diterima oleh masyarakat.

baca juga

"Sejak pernyataannya viral, sekjen dan Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah sudah menghubungi yang bersangkutan untuk meminta maaf dan mengklarifikasi ucapannya secara terbuka, yang pada akhirnya itu sudah dilakukan, tapi permintaan maaf dan klarifikasinya tidak diterima oleh masyarakat Pati. Maka, sekarang mekanismenya diserahkan kepada DPRD Kabupaten Pati yang sudah sepakat untuk mengajukan Hak Angket kepada Bupati Pati," tulis Gerindra dalam keterangan resminya, dikutip Suara.com pada Rabu (13/8/2025).

Sebelumnya, Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra juga telah menegur Sudewo secara langsung terkait rencana kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen yang menjadi pemicu awal kemarahan warga.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, yang menyebut Prabowo telah memerintahkan agar kebijakan tersebut dibatalkan. Sudewo sendiri adalah politisi Gerindra yang terpilih sebagai Bupati Pati melalui Pilkada 2024 dan baru dilantik pada Februari 2025.

Tuntutan Massa dan Rencana Pemakzulan

Kericuhan ini merupakan puncak dari rentetan protes yang bermula dari kebijakan kenaikan PBB-P2. Meskipun kebijakan itu telah dibatalkan, tuntutan masyarakat tidak berhenti. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tetap menyuarakan tuntutan agar Sudewo mundur dari jabatannya.

Selain itu, demonstrasi ini juga menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan lain, seperti:

  • Menolak kebijakan lima hari sekolah.
  • Menolak renovasi Alun-Alun Pati dengan anggaran Rp2 miliar.
  • Menolak pembongkaran total Masjid Alun-Alun Pati yang bersejarah.
  • Mempertanyakan proyek videotron senilai Rp1,39 miliar.

Kini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati telah mengambil langkah tegas dengan menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk memproses pemakzulan Bupati Sudewo. K

eputusan ini menjadi babak baru dalam kisruh ini, menunjukkan bahwa krisis kepercayaan antara bupati dan rakyatnya telah mencapai puncaknya, dan proses politik untuk menindaklanjutinya kini sepenuhnya berada di tangan DPRD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Deretan Hoaks dan Fakta Mencekam di Balik Demo Pelengseran Bupati Pati Sudewo

CEK FAKTA: Deretan Hoaks dan Fakta Mencekam di Balik Demo Pelengseran Bupati Pati Sudewo

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:16 WIB

Demo Bupati Pati Sudewo Ricuh: 27 Pendemo dan 7 Polisi Luka-luka!

Demo Bupati Pati Sudewo Ricuh: 27 Pendemo dan 7 Polisi Luka-luka!

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:16 WIB

Pendidikan Bupati Pati Sudewo, Ngotot Ogah Mundur di Tengah Demo Pati

Pendidikan Bupati Pati Sudewo, Ngotot Ogah Mundur di Tengah Demo Pati

Lifestyle | Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:15 WIB

Pati Jadi Trending Terlama di X, Publik Tuntut Sudewo Mundur

Pati Jadi Trending Terlama di X, Publik Tuntut Sudewo Mundur

Tekno | Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:17 WIB

Perjalanan Bupati Sudewo Didesak Mundur, Pajak 250 Persen hingga Demo Berujung Rusuh

Perjalanan Bupati Sudewo Didesak Mundur, Pajak 250 Persen hingga Demo Berujung Rusuh

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:10 WIB

Bukan Kendaraan Biasa, Inilah Rantis Rimueng yang Selamatkan Bupati Pati dari Amukan Warga

Bukan Kendaraan Biasa, Inilah Rantis Rimueng yang Selamatkan Bupati Pati dari Amukan Warga

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 18:05 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×