Analis Militer: Kelamaan di Medan Tugas Picu Kekosongan Biologis Prajurit TNI, Apa Solusinya?

Wakos Reza Gautama

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:55 WIB
Analis Militer: Kelamaan di Medan Tugas Picu Kekosongan Biologis Prajurit TNI, Apa Solusinya?
Ilustrasi prajurit TNI. Lamanya tugas di medan operasi membuat prajurit TNI mengalami kekosongan biologis yang harus dicarikan solusinya. [pemkab bogor]

Suara.com - Isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di lingkungan militer kembali mengemuka dengan keras seiring kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Analis militer Selamat Ginting secara tegas menyatakan bahwa LGBT adalah ancaman serius yang harus diberantas dari institusi pertahanan negara.

Menurutnya, diperlukan langkah-langkah preventif yang radikal, mulai dari proses rekrutmen hingga perbaikan fasilitas mendasar di barak, untuk membendung apa yang ia sebut sebagai "salah satu musuh negara".

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap dinamika internal di tubuh TNI. Selamat Ginting menekankan bahwa tidak ada ruang toleransi bagi prajurit dengan orientasi LGBT, dan penyaringan harus dilakukan sejak pintu masuk pendidikan militer.

"Karena itu menurut saya di dalam penerimaan tentara nantinya faktor kemungkinan LGBT itu harus ada seleksi yang ketat. Kemungkinan-kemungkinan seperti itu. Itu di Indonesia dilarang. Sangat dilarang," ujar Ginting dikutip dari Youtube Forum Keadilan TV.

Sikap tegas ini didasarkan pada pandangan bahwa keberadaan LGBT dapat mengganggu soliditas, disiplin, dan efektivitas prajurit, terutama saat menjalankan tugas berat yang menuntut ketahanan mental dan fisik.

Kebutuhan Biologis di Medan Operasi Jadi Celah

Salah satu argumen utama yang dikemukakan Ginting adalah kerentanan prajurit saat berada dalam tugas operasi jangka panjang. Terisolasi dari keluarga, termasuk istri, selama berbulan-bulan bahkan lebih dari setahun, dapat menciptakan kekosongan yang berisiko memicu penyimpangan perilaku seksual.

"Misalnya mereka dalam tugas operasi bisa 1 tahun, bisa 1 tahun lebih. Artinya dia harus meninggalkan anak dan istrinya. Sementara kebutuhannya, kebutuhan biologisnya seperti apa. Itu kan juga harus dipikirkan," paparnya.

baca juga

Ginting mempertanyakan solusi yang disiapkan oleh institusi untuk mengatasi kebutuhan manusiawi ini secara sehat dan benar. Tanpa adanya jalan keluar yang terkelola, ia khawatir para prajurit akan mencari pelampiasan yang salah, termasuk ke sesama jenis.

"Apa boleh selama itu, bagaimana penanganannya apabila ada kebutuhan-kebutuhan biologis seperti itu, bagaimana solusinya? Jangan sampai nantinya malah terjadi kasus LGBT," tegasnya.

Ia juga merujuk pada kasus-kasus di militer negara lain, seperti Amerika Serikat, sebagai bukti bahwa isu ini nyata dan sering berujung pada pemecatan.

"Karena banyak di beberapa negara di Amerika juga kan. Pemecatan-pemecatan termasuk tentara wanita, tentara laki-laki juga gitu," ujar dia.

Puncak dari argumentasinya adalah pelabelan LGBT sebagai ancaman setara musuh negara yang harus dimusnahkan. Ini menandakan betapa seriusnya ia memandang isu tersebut dari perspektif pertahanan dan ideologi bangsa.

"Karena itu pelajaran bagi kita memang LGBT itu adalah salah satu musuh negara yang harus dienyahkan," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Isu LGBT di TNI, Analis Tegas: Hilangkan Praktik 'Mandi Bersama' di Satuan

Soroti Isu LGBT di TNI, Analis Tegas: Hilangkan Praktik 'Mandi Bersama' di Satuan

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:28 WIB

Ditanya Perwira TNI Lulusan S3 Soal Geopolitik, Gibran Malah Minta Pihak Lain yang Jawab

Ditanya Perwira TNI Lulusan S3 Soal Geopolitik, Gibran Malah Minta Pihak Lain yang Jawab

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 14:39 WIB

Kekerasan di Tubuh TNI: Analis Soroti Pelaku Gen Z yang Bawa Mental Tawuran dari Bangku SMA

Kekerasan di Tubuh TNI: Analis Soroti Pelaku Gen Z yang Bawa Mental Tawuran dari Bangku SMA

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 13:53 WIB

5400 Telur Penyu Diselundupkan: Jejak Digital Ungkap Kongkalikong Sipil-TNI di Kalbar

5400 Telur Penyu Diselundupkan: Jejak Digital Ungkap Kongkalikong Sipil-TNI di Kalbar

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 21:57 WIB

Merah Putih Berkibar di Kedalaman Laut Aceh: Upacara HUT ke-80 RI yang Bikin Merinding

Merah Putih Berkibar di Kedalaman Laut Aceh: Upacara HUT ke-80 RI yang Bikin Merinding

Video | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

Iran Menutup Pintu Negosiasi Baru dengan Amerika Serikat di Sidang Umum PBB

News | Senin, 28 September 2026 | 09:27 WIB

DPR Gelar RDP Hari Ini, Panggil Kalapas Soal Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

DPR Gelar RDP Hari Ini, Panggil Kalapas Soal Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 09:24 WIB

Harga Emas di Pegadaian Masih Kesulitan Tembus Rp2,7 Jutaan, Saatnya Beli?

Harga Emas di Pegadaian Masih Kesulitan Tembus Rp2,7 Jutaan, Saatnya Beli?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:22 WIB

Cuma Hari Ini! KAI Obral Tiket Kereta, Bayar 81 Persen Rayakan HUT Ke-81

Cuma Hari Ini! KAI Obral Tiket Kereta, Bayar 81 Persen Rayakan HUT Ke-81

News | Senin, 28 September 2026 | 09:19 WIB

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Analis: Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Analis: Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029

News | Senin, 28 September 2026 | 09:15 WIB

6 Pasangan Shio yang Paling Cocok Menikah dan Bikin Rezeki Suami Istri Melimpah

6 Pasangan Shio yang Paling Cocok Menikah dan Bikin Rezeki Suami Istri Melimpah

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 09:15 WIB

Kebijakan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Ambruk ke Level 6.209 Pagi Ini

Kebijakan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Ambruk ke Level 6.209 Pagi Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:14 WIB

Dugaan Pencatutan Nama Presiden Bayangi Muktamar NU, Klaim Transaksi Suara Capai Rp400 Miliar

Dugaan Pencatutan Nama Presiden Bayangi Muktamar NU, Klaim Transaksi Suara Capai Rp400 Miliar

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 09:07 WIB

Peluang Emas Buat UMKM: Jangan Batasi Pasar 'Modest Fashion' Cuma di Segmen Muslim!

Peluang Emas Buat UMKM: Jangan Batasi Pasar 'Modest Fashion' Cuma di Segmen Muslim!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:05 WIB

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Grace Natalie Buka Suara soal Rumor Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

News | Senin, 28 September 2026 | 09:02 WIB

×