Unggahan ini masuk ke dalam kategori konten tiruan (impostor content), di mana penipu membuat konten yang meniru institusi resmi untuk mengelabui korban. Masyarakat, terutama para pencari kerja, diimbau untuk selalu melakukan verifikasi silang ke situs dan media sosial resmi milik instansi terkait sebelum memberikan data pribadi apa pun.