3 Kode Keras Istana: Gus Irfan Yusuf Calon Kuat Menteri Haji Pertama? Ini Faktanya

Andi Ahmad S | Novian Ardiansyah | Suara.com

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 11:47 WIB
3 Kode Keras Istana: Gus Irfan Yusuf Calon Kuat Menteri Haji Pertama? Ini Faktanya
Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochamad Irfan Yusuf. [Kemenag]

Suara.com - Bursa calon menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto kembali memanas. Kali ini, sebuah sinyal politik tingkat tinggi datang dari lingkaran dalam Istana, menyorot satu nama yang berpotensi besar mencetak sejarah sebagai Menteri Haji dan Umrah pertama di Indonesia Gus Irfan Yusuf.

Pernyataan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjadi perbincangan hangat, membuka tabir teka-teki siapa yang akan memimpin kementerian baru yang sangat strategis ini.

Di balik sinyal tersebut, ada beberapa fakta menarik yang wajib kamu ketahui.

1. "Kode Keras" Langsung dari Mensesneg Prasetyo Hadi

Ini bukan sekadar rumor atau spekulasi. Sinyal pencalonan Gus Irfan Yusuf datang langsung dari Mensesneg Prasetyo Hadi, salah satu orang terdekat Presiden yang memegang posisi sentral di Istana.

Saat ditanya wartawan, jawaban Prasetyo sangat lugas, meskipun tetap diplomatis.

"Kemungkinan seperti itu," jawab Prasetyo singkat saat dikonfirmasi mengenai peluang Gus Irfan, Kamis (28/8/2025).

Dalam dunia politik, pernyataan "kemungkinan seperti itu" dari seorang Mensesneg bukanlah jawaban biasa.

Ini adalah sebuah "kode keras" yang mengindikasikan bahwa nama Gus Irfan tidak hanya dipertimbangkan, tetapi sudah berada di puncak daftar kandidat. Prasetyo menegaskan keputusan akhir ada di tangan Presiden, namun sinyal awal ini sudah sangat kuat.

2. Transformasi "Naik Kelas": Dari Kepala Badan Jadi Menteri

Peluang emas bagi Gus Irfan Yusuf terbuka lebar karena adanya transformasi kelembagaan yang fundamental.

Berdasarkan Undang-Undang Haji yang baru disahkan DPR, Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) yang selama ini ia pimpin akan "naik kelas" menjadi Kementerian Haji dan Umrah.

Transformasi ini bukan sekadar ganti nama. Perubahan dari badan menjadi kementerian berarti:

Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochammad Irfan Yusuf.
Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Mochammad Irfan Yusuf.
  • Kewenangan Lebih Besar: Memiliki kekuatan politik dan diplomasi yang lebih tinggi, terutama dalam negosiasi kuota dan fasilitas haji dengan pemerintah Arab Saudi.
  • Posisi di Kabinet: Pimpinannya adalah seorang menteri, anggota kabinet yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
  • Anggaran dan Regulasi: Memiliki otonomi lebih besar dalam mengelola anggaran dan membuat regulasi turunan.

Secara logika, figur yang paling tepat untuk memimpin transformasi ini adalah orang yang sudah menguasai seluk-beluknya, dan Gus Irfan sebagai Kepala BP Haji saat ini adalah kandidat paling logis.

3. Bola Panas di Tangan Prabowo, Menunggu Perpres

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rakyat vs Aparat: Buah Pahit Adu Domba Penguasa?

Rakyat vs Aparat: Buah Pahit Adu Domba Penguasa?

Your Say | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 10:34 WIB

Diaspora Tantang DPR, Sahroni Tolak Debat: Uang Tak Bisa Beli Keberanian?

Diaspora Tantang DPR, Sahroni Tolak Debat: Uang Tak Bisa Beli Keberanian?

Your Say | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 10:21 WIB

Duka Abadi, Driver Ojol yang Dilindas Rantis Barracuda

Duka Abadi, Driver Ojol yang Dilindas Rantis Barracuda

Your Say | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 08:42 WIB

Cek Fakta: Benarkah Pendaftaran Badan Gizi NasionalDibuka Kembali?

Cek Fakta: Benarkah Pendaftaran Badan Gizi NasionalDibuka Kembali?

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 08:03 WIB

9 Fakta Mencekam Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob yang Wajib Kamu Tahu

9 Fakta Mencekam Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob yang Wajib Kamu Tahu

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 02:48 WIB

Rantis Lindas Pengemudi Ojol, Istana Turun Tangan Minta Polri Hati-hati

Rantis Lindas Pengemudi Ojol, Istana Turun Tangan Minta Polri Hati-hati

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 23:02 WIB

Terkini

Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging

Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:20 WIB

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:18 WIB

Usulan Gibran Soal Hakim Ad Hoc Dikritik, KontraS: Tak Ada di Aturan, Lebih Tepat Koneksitas

Usulan Gibran Soal Hakim Ad Hoc Dikritik, KontraS: Tak Ada di Aturan, Lebih Tepat Koneksitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:13 WIB

Di Tengah Tantangan Lingkungan, Bagaimana Industri AMDK Bertransformasi ke Arah Hijau?

Di Tengah Tantangan Lingkungan, Bagaimana Industri AMDK Bertransformasi ke Arah Hijau?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:09 WIB

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB

Sampah Jadi Pundi Rupiah: Cara Warga Kutawaru Ubah 240 Ton Limbah Jadi Destinasi Wisata

Sampah Jadi Pundi Rupiah: Cara Warga Kutawaru Ubah 240 Ton Limbah Jadi Destinasi Wisata

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:01 WIB

Ketua Ombudsman Terseret Kasus Nikel, Komisi II DPR Akui Luput dan Sampaikan Maaf

Ketua Ombudsman Terseret Kasus Nikel, Komisi II DPR Akui Luput dan Sampaikan Maaf

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:55 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus, KontraS Boikot Sidang Militer Anggota BAIS TNI?

Kasus Air Keras Andrie Yunus, KontraS Boikot Sidang Militer Anggota BAIS TNI?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:48 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:47 WIB

Serangan Roket Lebanon Lukai 7 Warga Israel di Karmiel dan Nahariya

Serangan Roket Lebanon Lukai 7 Warga Israel di Karmiel dan Nahariya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:46 WIB