Pengakuan Brimob yang Lindas Driver Ojol: Kami Diperintah Wakil Komandan!

Bernadette Sariyem | Suara.com

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 17:01 WIB
Pengakuan Brimob yang Lindas Driver Ojol: Kami Diperintah Wakil Komandan!
Kolase foto rantis Brimob melindas driver ojol bernama Affan Kurniawan (kiri), ketujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis tengah diperiksa di Polda Metro Jaya (kanan). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • 7 Brimob yang ada di dalam rantis diperiksa Polda Metro Jaya.
  • Mereka mengaku mendapat perintah dari wakil komandan.
  • Ketujuh brimob melindas driver ojol Affan Kurniawan demi cari jalan selamat.

Suara.com - Tabir di balik tragedi tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan mulai tersibak. Tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis (rantis) saat insiden maut itu terjadi memberikan pengakuan mengejutkan.

Alasan mereka tidak berhenti atau mundur setelah melindas korban adalah karena panik, dan sibuk menyelamatkan diri dari kepungan massa yang marah.

Pengakuan ini terungkap dalam proses pemeriksaan yang digelar oleh Biro Paminal Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri pada Jumat (29/8/2025).

Secara tak terduga, seluruh proses interogasi ini disiarkan secara langsung melalui akun Instagram resmi @divisipropampolri, sebuah langkah transparansi yang menarik perhatian publik secara luas.

Dalam siaran tersebut, ketujuh anggota Brimob terlihat mengenakan pakaian tahanan berwarna hijau, duduk di kursi pemeriksaan dalam satu ruangan besar.

Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka D.

Dengan wajah tegang, mereka menjawab rentetan pertanyaan dari para penyidik.

Pemeriksaan itu mengupas tuntas kronologi kejadian, mulai dari penugasan pengamanan demonstrasi hingga detik-detik terjadinya tragedi yang merenggut nyawa Affan.

Salah satu anggota Brimob menggambarkan betapa mencekamnya situasi saat itu.

"Bagaimana kondisi saat itu?" tanya seorang penyidik.

"Memanas," jawab anggota Brimob tersebut singkat.

Mereka mengaku masuk ke dalam rantis sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB atas perintah atasan.

"Wakil komandan memerintah kami untuk pendorongan menggunakan PJJ (penembak gas air mata) dan water canon, Pak," jelasnya.

Di tengah kekacauan itu, fokus utama para personel di dalam rantis baja tersebut adalah keluar dari zona konflik.

Alih-alih memberikan pertolongan, insting untuk bertahan hidup mengambil alih.

Salah satu anggota Brimob dalam pemeriksaan itu mengaku bahwa ia terus bergerak maju untuk mencari jalan keluar demi keselamatan rekan-rekannya.

"Ya saya berusaha mencari jalan, menyelamatkan," kata dia.

Menanggapi perkembangan ini, Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, menggelar konferensi pers pada hari yang sama.

Ia memastikan bahwa ketujuh terduga pelanggar tersebut telah diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan intensif.

"Masih dalam pemeriksaan dan pendalaman," kata Irjen Pol Abdul Karim.

Ia menegaskan bahwa dari gelar perkara awal, sudah ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa mereka telah melanggar kode etik profesi kepolisian.

Sebagai sanksi awal, tindakan tegas langsung diambil.

"Mulai hari ini kami lakukan penempatan khusus di Div Propam Polri selama 20 hari kedepan. Jadi sejak 29 Agustus sampai 17 September," ujarnya.

Irjen Pol Abdul Karim, jenderal bintang dua lulusan Akpol 1995, juga merinci peran masing-masing personel di dalam rantis tersebut.

"Dua orang duduk di depan, termasuk pengemudi. Lima lainnya di belakang."

Rantis tersebut teridentifikasi dikemudikan oleh Bripka R.

Sementara di sampingnya duduk Kompol C yang diduga sebagai komandan tim.

"Yang mengemudikan Bripka R. Sedangkan yang duduk di sebelah pengemudi Kompol C," ujarnya.

"Adapun yang duduk di belakang, Aipda R, Briptu D, Bripda M, Baraka J, dan Baraka Y."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rezeki Sudah Diatur, Nyawa Kawan Tak Bisa Diganti: Ojol Rela 'Off Bid' Demi Keadilan untuk Affan

Rezeki Sudah Diatur, Nyawa Kawan Tak Bisa Diganti: Ojol Rela 'Off Bid' Demi Keadilan untuk Affan

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:57 WIB

Cara Anggota TNI Tenangkan Massa di Depan Mako Brimob Kwitang: Mundur Dulu Bang

Cara Anggota TNI Tenangkan Massa di Depan Mako Brimob Kwitang: Mundur Dulu Bang

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:49 WIB

Beda Profil Affan Kurniawan dan Umar Amarudin yang Dilindas Rantis Brimob

Beda Profil Affan Kurniawan dan Umar Amarudin yang Dilindas Rantis Brimob

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:34 WIB

Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Anggota Dewan Ini Setuju Tunjangan Anggota DPR Dipangkas

Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Anggota Dewan Ini Setuju Tunjangan Anggota DPR Dipangkas

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:33 WIB

Mahasiswa hingga Ojol Demo di Depan Gedung DPR, Massa: Polisi Harusnya Mengayomi, Bukan Menindas

Mahasiswa hingga Ojol Demo di Depan Gedung DPR, Massa: Polisi Harusnya Mengayomi, Bukan Menindas

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:32 WIB

Ojol Tewas Digilas, DPR Heran Rantis Brimob Ngebut saat Bubarkan Massa: Langgar SOP?

Ojol Tewas Digilas, DPR Heran Rantis Brimob Ngebut saat Bubarkan Massa: Langgar SOP?

News | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:25 WIB

Temannya Banyak Pengemudi Ojol, Ria Ricis Datangi Makam Affan Kurniawan

Temannya Banyak Pengemudi Ojol, Ria Ricis Datangi Makam Affan Kurniawan

Entertainment | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:23 WIB

Tutup Kolom Komentar, Eko Patrio Ucapkan Duka untuk Driver Ojol Korban Rantis Brimob

Tutup Kolom Komentar, Eko Patrio Ucapkan Duka untuk Driver Ojol Korban Rantis Brimob

Entertainment | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:36 WIB

Terkini

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih

News | Senin, 20 April 2026 | 23:45 WIB

Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat

Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat

News | Senin, 20 April 2026 | 22:24 WIB

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

News | Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni

News | Senin, 20 April 2026 | 22:05 WIB

Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan

News | Senin, 20 April 2026 | 21:57 WIB

Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'

Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'

News | Senin, 20 April 2026 | 21:52 WIB

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman

News | Senin, 20 April 2026 | 21:50 WIB

Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT

Bakal Diambil Keputusan Tingkat I Malam Ini, Berikut 12 Poin Substansi RUU PPRT

News | Senin, 20 April 2026 | 21:41 WIB

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

Komnas Perempuan: Candaan di Grup WA Bisa Masuk Kekerasan Seksual

News | Senin, 20 April 2026 | 21:32 WIB

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

News | Senin, 20 April 2026 | 20:57 WIB