Rezeki Sudah Diatur, Nyawa Kawan Tak Bisa Diganti: Ojol Rela 'Off Bid' Demi Keadilan untuk Affan

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 16:57 WIB
Rezeki Sudah Diatur, Nyawa Kawan Tak Bisa Diganti: Ojol Rela 'Off Bid' Demi Keadilan untuk Affan
Para pengemudi ojek online (ojol) beriringan mengantarkan ambulans berisi jenazah rekan mereka, Affan Kurniawan menuju pemakaman di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/sgd]
Kesimpulan
  • Ojol ikut demo, off bid tuntut keadilan atas tewasnya Affan.
  • Rizal rela kehilangan pendapatan demi solidaritas dan restu keluarga.
  • Massa desak pelaku Brimob dihukum berat, bukan sekadar sanksi administratif.

Suara.com - Sejumlah pengemudi ojek online turut serta dalam aksi demo mahasiswa di depan Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (29/8/2025). 

Mereka memilih mematikan aplikasi atau off bid sebagai bentuk solidaritas untuk menuntut keadilan bagi Affan Kurniawan yang tewas dilindas rantis Brimob. 

Keyakinan itulah yang mendorong Rizal (40), seorang pengemudi ojek online (ojol) asal Rawa Belong, untuk turut serta dalam aksi. 

Baginya, kehilangan pendapatan sehari tak ada artinya dibandingkan nyawa seorang kawan yang direnggut secara brutal.

"Rezeki udah ada yang ngatur," ujar Rizal dengan mantap saat ditemui di sela-sela aksi demo di depan Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025).

Kalimat singkat itu menjadi tamengnya melawan kekhawatiran soal dapur yang mungkin tak terisi penuh hari ini. 

Ia mengaku keputusannya untuk ikut aksi sudah mendapat restu dari sang istri di rumah.

"Istri juga udah paham, insya Allah ngerti," ucapnya. 

Kemarahan Rizal, seperti ratusan rekannya yang lain, tersulut oleh video detik-detik Affan tewas dilindas Rantis Brimob.

Baca Juga: Cara Anggota TNI Tenangkan Massa di Depan Mako Brimob Kwitang: Mundur Dulu Bang

Video tersebut memperlihatkan detik-detik aparat berupaya memukul mundur massa demo di Kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) kemarin. 

Rizal menilai, insiden itu bukan sekadar kecelakaan, melainkan sebuah tindakan sadis yang melampaui batas nalar.

"Ibaratnya binatang aja masih punya keprihewanan. Ini mah dia kagak sama sekali. Sadis!" ujarnya. 

Karena itu, Rizal bersama rekan-rekannya menuntut pelaku dihukum seberat mungkin. 

Mahasiswa bergabung dengan ojol dalam aksi yang digelar di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025). [Suara.com/M Yasir]
Mahasiswa bergabung dengan ojol dalam aksi yang digelar di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025). [Suara.com/M Yasir]

Mereka tidak ingin para pelaku yang berjumlah tujuh orang ini hanya menerima sanksi administratif atau pemecatan.

"Kita minta pelaku dihukum berat, kalau bisa hukum mati. Jangan cuma dipecat," tegasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?