![Sejumlah warga mengusung keranda jenazah korban insiden pada Aksi 28 Agustus, Affan Kurniawan di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/29/14017-pemakaman-affan-kurniawan-pemakaman-jenazah-affan-kurniawan-ojol-yang-dilindas-mobil-rantis.jpg)
Ia kembali mengingatkan agar kepala negara segera bersikap tegas.
"Prabowo tidak boleh diam karena ada indikasi kuat untuk menjatuhkan presiden melalui skenario demo dan kerusuhan. Provokasi Reformasi 98 jilid 2 sudah sangat liar di sosmed."
Yusak menegaskan bahwa situasi saat ini menjadi peringatan serius untuk segera dikendalikan melalui aparat kepolisian.
"Ini alarm serius dan berbahaya bagi Prabowo. Situasi genting (chaos) yang tidak terprediksi sebelumnya, bisa saja terjadi ke depan jika Prabowo tidak bisa mengendalikan aparat Polri," kata Yusak.
Sebelumnya diberitakan, Tragedi kematian Affan Kurniawan, driver ojol, yang dilindas kendaraan taktis atau rantis Brimob Polda Metro Jaya, Kamis (28/8/2025) malam, memicu amarah masyarakat.
Sampai Jumat (29/8/2025) siang sekira jam 14.30 WIB, massa yang didominasi pengemudi ojek online, masih mengepung Markas Komando Brimob Kwitang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis tengah malam, langsung meminta maaf kepada publik atas kejadian tersebut.
“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban serta seluruh keluarga dan juga seluruh keluarga besar ojol,” kata Kapolri kepada awak media di Jakarta.
Baca Juga: Desakan agar Kapolri Mundur Mulai Terdengar: Kematian Affan Kurniawan Lebih dari Cukup!