Kemarahan dari ibu kota kini benar-benar menjalar dan membakar Makassar.
Gelombang massa dimotori oleh aliansi mahasiswa dari tiga universitas terbesar di Makassar: Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Sejak sore hari, mereka serempak turun ke jalan, memblokade titik-titik vital kota dengan satu tuntutan yang sama: usut tuntas kematian Affan dan adili para pelakunya.
Di depan Menara Phinisi UNM, mahasiswa memblokade total Jalan AP Pettarani dengan membakar tumpukan ban bekas.
Asap hitam yang mengepul menjadi latar bagi spanduk-spanduk provokatif yang mereka bentangkan.
Salah satu yang paling mencolok bertuliskan, "Menuju Reformasi Jilid II, #PolisiPembunuh", sebuah cerminan betapa dalamnya ketidakpercayaan dan kemarahan mereka terhadap institusi penegak hukum.
"Kami mengecam tindakan kepolisian atas jatuhnya korban seorang driver ojek online di Jakarta tadi malam," teriak seorang jenderal lapangan melalui pengeras suara, suaranya bergetar menahan amarah.
"Aparat pembunuh bukan penegak hukum!" serunya, yang langsung disambut sorakan riuh ribuan massa.
Menjelang malam, eskalasi kekerasan mencapai puncaknya. Situasi menjadi tak terkendali saat massa mulai bergerak menyasar simbol-simbol negara.
Baca Juga: Bentrok, Rocky Gerung: Akumulasi Frustrasi di Balik Tragedi Kematian Driver Ojol Affan
Saksi mata menyebutkan, sekelompok besar massa berjalan kaki dari arah kampus UNM menuju Pos Polisi yang berada di pertigaan strategis Jalan AP Pettarani dan Jalan Sultan Alauddin.
Tanpa komando yang jelas, mereka menyulut api dan meninggalkannya begitu saja. Bangunan kecil itu dengan cepat dilalap si jago merah, menjadi arang di tengah simpang jalan yang lumpuh.
Kantor DPRD Makassar Diserbu dan Dibakar
Api tak berhenti di sana. Amuk massa kemudian menyasar Kantor DPRD Kota Makassar, simbol legislatif yang dianggap gagal menyuarakan aspirasi mereka.
Halaman kantor dibakar, mengakibatkan sejumlah kendaraan dinas maupun pribadi yang terparkir di dalamnya ikut hangus terbakar. Hingga pukul 21.50 WITA, ribuan massa masih menduduki area tersebut, menjadikan kompleks parlemen sebagai markas perlawanan mereka.
Rumah MPR di Bandung dibakar
Sementara itu, bara api yang sama menjalar hingga ke Bandung. Aksi solidaritas yang semula terpusat di depan Gedung DPRD Jawa Barat berakhir dengan kekacauan setelah dibubarkan paksa menggunakan gas air mata.