Dia pernah berujar bahwa gaji dan tunjangan anggota DPR pada akhirnya akan kembali ke rakyat.
"Kita anggota DPR ini sangat menyadari bahwa kita merupakan pejabat publik yang digaji oleh masyarakat, dan pada akhirnya uang tersebut akan kembali ke masyarakat," ujarnya saat itu.
"Melalui apa? Salah satunya program kerja dan berbagai bantuan sesuai aspirasi masyarakat di dapil," tuturnya lebih lanjut.
Sahroni menjelaskan bahwa dirinya yang terpilih dari dapil DKI Jakarta III selalu berupaya menjalankan program sesuai kebutuhan masyarakat.
"Contoh, untuk di dapil saya salah satu masalah yang kerap muncul adalah banjir," ucapnya.

"Ya selanjutnya tim saya akan membentuk program-program terkait membantu dan menanggulangi banjir," tambahnya.
Namun, dia juga menegaskan bahwa tidak semua anggota DPR mempublikasikan kerja mereka di media sosial.
"Ya ibarat tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahui. Tapi saya yakin kok, kalau ditanya ke masyarakat di dapilnya masing-masing, pasti merasakan program dan bantuan dari anggota dewan terpilihnya," tegasnya.
Meski begitu, publik tetap menyoroti nominal gaji DPR yang dianggap terlalu besar dibandingkan dengan kinerja mereka.
Baca Juga: Koleksi Sepatu Ahmad Sahroni yang Dijarah Massa: Nike, Loewe, hingga Chanel
Sejumlah pihak menilai gaji pokok yang kecil justru membengkak karena tambahan tunjangan, reses, fasilitas rumah, hingga dana operasional.
Kritik ini semakin kencang setelah insiden rumah Sahroni dijarah karena masyarakat menyaksikan langsung betapa besarnya uang tunai yang dia simpan di rumah.
Situasi di Tanjung Priok itu pun memunculkan anggapan bahwa ucapan Sahroni tentang gaji kembali ke rakyat kini terwujud secara harfiah, yakni lewat uang dari brankas yang tersebar di jalan.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa Sahroni saat ini berada di Singapura.
Anak buah Surya Paloh itu disebut-sebut memilih mengungsi ke luar negeri setelah gelombang protes masyarakat semakin meluas usai pernyataan kontroversialnya.
Hingga kini, dia juga belum merilis pernyataan resmi mengenai rumahnya yang dijarah massa.