Grahadi Kembali Membara! Dialog dengan Khofifah Gagal, Press Room Ludes Dibakar Massa

Andi Ahmad S Suara.Com
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 23:47 WIB
Grahadi Kembali Membara! Dialog dengan Khofifah Gagal, Press Room Ludes Dibakar Massa
Penampakan Gedung Negara Grahadi, Surabaya Dibakar [BeritaJatim]
Baca 10 detik
  • Dialog Buntu, Amarah Meledak
  • Anomali Pengamanan: Di Mana Polisi?

Suara.com - Upaya dialog dan deeskalasi yang coba dibangun di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berakhir dengan kegagalan total.

Alih-alih mereda, amarah massa justru meledak lebih dahsyat pada Sabtu (30/8/2025) malam, dengan sasaran baru yang lebih simbolis Press Room Grahadi ludes dilalap api.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.58 WIB ini menandai malam kedua kerusuhan di jantung pemerintahan Jawa Timur, sekaligus memunculkan pertanyaan besar tentang strategi pengamanan yang diterapkan.

Situasi memanas justru setelah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V Brawijaya mengambil langkah berani untuk menemui massa aksi secara langsung.

Dialog yang diharapkan bisa mendinginkan suasana ternyata tidak membuahkan hasil.

Tak lama setelah pertemuan tersebut, massa bergerak menuju pintu gerbang sisi kiri Grahadi. Di sanalah mereka melampiaskan kemarahan dengan membakar bangunan Press Room, sebuah ruang yang sehari-hari menjadi tempat para jurnalis peliput Grahadi bekerja dan beristirahat.

Lokasinya yang strategis, di samping SMA Tri Murti dan menjadi area parkir motor wartawan, membuatnya menjadi sasaran empuk. Api dengan cepat membesar, menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya.

Kejanggalan terbesar yang menjadi sorotan sepanjang aksi pada Sabtu malam adalah absennya aparat kepolisian. Pantauan di lapangan sejak sore hingga puncak kerusuhan menunjukkan pemandangan yang tidak biasa.

Hanya terlihat aparat TNI yang berjaga di beberapa titik, tanpa kehadiran personel kepolisian dalam formasi anti huru-hara seperti yang lazimnya terlihat dalam aksi berskala besar.

Baca Juga: Berduka Ojol Dibunuh Polisi, Sarmuji Golkar Kuatkan Ortu Affan Kurniawan: Insyaallah Husnul Khatimah

Ketiadaan polisi ini membuat massa leluasa bergerak dan melakukan perusakan tanpa ada barikade atau upaya penghalauan yang signifikan.

Insiden pembakaran Press Room ini bukanlah yang pertama. Peristiwa ini merupakan eskalasi dari kerusuhan yang telah terjadi sehari sebelumnya.

Dilansir dari BeritaJatim -jaringan Suara.com, pada Jumat (29/8/2025) malam, massa aksi juga berhasil menembus sebagian area Grahadi dan melakukan pembakaran terhadap sejumlah sepeda motor yang terparkir di dalam kompleks.

Rentetan dua malam anarkisme ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Surabaya, khususnya di sekitar simbol pemerintahan, berada dalam kondisi yang sangat genting.

Gagalnya dialog dan absennya polisi kini menjadi dua isu utama yang menuntut penjelasan dari para pemangku kebijakan keamanan di Jawa Timur.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?