9 Penjarah Rumah Uya Kuya Diciduk, Polisi Buru Pelaku Lain yang Terekam Video: Jumlahnya Banyak

Bangun Santoso

Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:42 WIB
9 Penjarah Rumah Uya Kuya Diciduk, Polisi Buru Pelaku Lain yang Terekam Video: Jumlahnya Banyak
Penampakan rumah Uya Kuya usai dijarah massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025 [Suara.com/Tiara Rosana]

Suara.com - Babak baru kasus penjarahan brutal di kediaman anggota DPR RI, Uya Kuya, dimulai. Meskipun telah berhasil meringkus sembilan orang terduga pelaku, Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur menegaskan bahwa perburuan masih jauh dari kata usai.
Kini, fokus utama aparat adalah mengejar puluhan pelaku lain yang masih bebas berkeliaran.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, mengonfirmasi penangkapan awal yang dilakukan di lokasi kejadian di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (30/8) malam.

"Betul, untuk saat ini kami sudah menangkap sembilan orang," kata AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Minggu (31/8/2025).

Penangkapan ini menjadi titik awal bagi kepolisian untuk membongkar jaringan massa yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

Polisi kini memegang bukti kuat berupa rekaman video dari berbagai sudut, termasuk siaran langsung di media sosial yang dilakukan oleh beberapa oknum saat penjarahan berlangsung. Bukti digital inilah yang menjadi peta jalan bagi tim di lapangan untuk mengidentifikasi dan memburu sisa pelaku.

Selain video, sejumlah barang bukti berupa perabotan rumah tangga milik Uya Kuya yang sempat dijarah juga berhasil diamankan dari para pelaku yang tertangkap.

“Semua yang terekam dalam video masih terus kita cari. Ada barang-barang yang memang ada di tempat kejadian perkara (TKP), kurang lebih beberapa perabotan," ujar Dicky.

Dicky menegaskan bahwa jumlah massa yang melakukan penjarahan sangat signifikan. Sembilan orang yang kini berada dalam tahanan hanyalah sebagian kecil dari gerombolan tersebut.

Pihaknya berjanji akan terus mengembangkan kasus ini hingga semua yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban.

baca juga

"Masih didalami peran mereka. Pelaku lainnya masih terus kita kembangkan karena jumlahnya banyak sekali," ucap Dicky.

Insiden penjarahan ini terjadi secara masif dan cepat. Menurut Dicky, petugas dari Polsek Duren Sawit sebetulnya telah berada di lokasi dan berupaya memberikan imbauan kepada massa untuk tidak bertindak melawan hukum. Namun, jumlah massa yang terlalu besar membuat imbauan tersebut tidak dihiraukan.

"Polsek sudah mencoba lakukan imbauan, tapi tidak berhasil. Akhirnya dilaporkan kepada Kapolres dan langsung dilakukan penindakan oleh tim gabungan Reskrim dan Samapta," kata Dicky.

Seperti diketahui, kediaman artis yang kini menjadi politisi itu diserbu massa pada Sabtu (30/8) malam. Dalam video yang beredar luas, massa yang beringas terlihat berhasil merobohkan pagar rumah Uya Kuya sebelum akhirnya menerobos masuk hingga ke lantai dua dan menjarah barang-barang yang ada.

Dalam rekaman tersebut, terdengar teriakan massa yang bersahut-sahutan, "Hancurkan," diiringi suara benda-benda yang pecah.

Aksi massa ini diduga dipicu oleh video Uya Kuya yang berjoget di gedung MPR/DPR, yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai perayaan atas kenaikan tunjangan rumah anggota dewan sebesar Rp50 juta per bulan.

Terkait hal ini, Uya Kuya telah memberikan klarifikasi. Menurutnya, aksi joget tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kenaikan tunjangan.

Ia menyatakan bahwa mereka hanya mengikuti irama lagu sebagai bentuk apresiasi terhadap musisi yang sedang tampil di gedung parlemen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fatwa Keras MUI di Tengah Demo Panas: Penjarahan Haram, Gaya Hedon Pejabat Juga Disorot

Fatwa Keras MUI di Tengah Demo Panas: Penjarahan Haram, Gaya Hedon Pejabat Juga Disorot

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:26 WIB

Sebelum Tangkap 9 Penjarah Rumah Uya Kuya, Polisi Akui Sempat Kewalahan Halau Massa Penjarah

Sebelum Tangkap 9 Penjarah Rumah Uya Kuya, Polisi Akui Sempat Kewalahan Halau Massa Penjarah

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:24 WIB

Penjarahan Rumah Pejabat Dinilai Janggal, Ananda Badudu: Rumah Sri Mulyani Sus Banget

Penjarahan Rumah Pejabat Dinilai Janggal, Ananda Badudu: Rumah Sri Mulyani Sus Banget

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 11:59 WIB

Penjarahan Rumah Uya Kuya di Pondok Bambu: Polisi Tangkap 9 Orang, Dalami Peran Pelaku

Penjarahan Rumah Uya Kuya di Pondok Bambu: Polisi Tangkap 9 Orang, Dalami Peran Pelaku

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 11:02 WIB

Usai Jarah Rumah Eko Patrio, Massa Bergerak ke Apartemen Uya Kuya

Usai Jarah Rumah Eko Patrio, Massa Bergerak ke Apartemen Uya Kuya

Entertainment | Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:59 WIB

'Rumah Ini Disita Rakyat', Hunian Uya Kuya Kacau Balau Usai Dijarah Massa

'Rumah Ini Disita Rakyat', Hunian Uya Kuya Kacau Balau Usai Dijarah Massa

Entertainment | Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:50 WIB

Penjarahan Rumah Sri Mulyani Diduga Teroganisir, Saksi: Ada Pemberi Komando dan Pakai Drone

Penjarahan Rumah Sri Mulyani Diduga Teroganisir, Saksi: Ada Pemberi Komando dan Pakai Drone

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:41 WIB

7 Potret Rumah Mewah Uya Kuya sebelum Digeruduk Massa: Luas 6000 Meter, Ada Lift Pribadi

7 Potret Rumah Mewah Uya Kuya sebelum Digeruduk Massa: Luas 6000 Meter, Ada Lift Pribadi

Lifestyle | Minggu, 31 Agustus 2025 | 10:32 WIB

Terkini

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:37 WIB

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:32 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:29 WIB

×