Pengakuan Massa: 'Ada yang Ngarahin ke Rumah Puan Maharani!' Fakta Baru Penjarahan Terungkap?

Muhammad Ilham Baktora

Minggu, 31 Agustus 2025 | 14:36 WIB
Pengakuan Massa: 'Ada yang Ngarahin ke Rumah Puan Maharani!' Fakta Baru Penjarahan Terungkap?
Kolase seorang pria kaget mendapati massa yang diarahkan menuju rumah Puan Maharani. (Instagram)

Suara.com - Rentetan penjarahan rumah tokoh publik seperti anggota DPR terus berlanjut di tengah aksi demo yang mencekam.

Nama seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio dan Uya Kuya menjadi sasaran penjarahan. Terbaru rumah Nafa Urbach yang ada di kawasan Bintaro, Jakarta ikut dijebol massa.

Tak hanya itu, nama Ketua DPR RI, Puan Maharani ikut menjadi sasaran penjarahan massa. Meski belum ada kabar konkret terhadap nasib rumah anak dari Ketum Partai PDIP, Megawati Soekarnoputri itu, sejumlah massa diduga sudah diarahkan oknum tertentu.

Hal itu terungkap di media sosial TikTok ketika salah seorang pria menanyakan rombongan massa yang mengaku akan mendatangi rumah Puan Maharani.

"Lu mau kemana? Bang pulang bang," kata pembuat video dikutip Minggu (31/8/2025).

Pria tersebut yang mendapatkan informasi dari salah satu massa yang memperlihatkan sejumlah chat di sebuah grup WhatsApp.

Setelah sadar ada nama Puan Maharani, pria tersebut mengingatkan sekali lagi untuk pulang.

Namun massa yang berjumlah puluhan mengendarai motor tersebut tetap melaju pergi dan tak mengindahkan pria tersebut.

"Sumpah, ada yang ngarahin, ada enggak tahu gue dapat dari grup mana ke rumah Puan, ngapain?" ujar pria tersebut.

"Tadi satu orang itu bilang sudah, ikut-ikut," ujar temannya.

"Udahlah pulang-pulang," kata pria yang dibonceng.

Belum ada keterangan terkait kevalidan informasi yang dilakukan massa tersebut.

Namun dari informasi yang beredar, arahan dari oknum tertentu hampir sama terjadi di beberapa kasus yang terjadi sebelumnya.

Ada sejumlah pengarahan melalui pesan singkat yang disambut dengan gerakan massa ke arah rumah pejabat tersebut.

Meski massa tersebut belum diketahui memiliki rencana apa ke tempat Puan Maharani tinggal, namun kasus yang dialami beberapa anggota DPR dari kalangan artis adalah penjarahan rumah.

Awalnya penjarahan ini dialami oleh Ahmad Sahroni. Selanjutnya anggota DPR seperti Eko Patrio dan Uya Kuya juga menjadi sasaran massa pada Minggu (31/8/2025).

Aparat kepolisian baru menindak pelaku penjarahan di rumah Uya Kuya. Terdapat sekitar 9 orang yang diamankan oleh aparat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astrid Kuya Bela Uya Kuya: Semua Isi Rumah Dimiliki Sejak Sebelum Jadi DPR

Astrid Kuya Bela Uya Kuya: Semua Isi Rumah Dimiliki Sejak Sebelum Jadi DPR

Entertainment | Minggu, 31 Agustus 2025 | 14:22 WIB

Rumah Puan Maharani Dikabarkan Digeruduk Massa, Teriakan 'Woi Puan Keluar' Menggema

Rumah Puan Maharani Dikabarkan Digeruduk Massa, Teriakan 'Woi Puan Keluar' Menggema

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 14:17 WIB

Rumah Ludes Dijarah Massa, Harta Nafa Urbach Tembus Rp20 Miliar Tanpa Utang

Rumah Ludes Dijarah Massa, Harta Nafa Urbach Tembus Rp20 Miliar Tanpa Utang

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 14:03 WIB

Terkini

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:16 WIB

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:06 WIB