-
Garda Revolusi Iran menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dengan rudal.
-
Serangan balasan dipicu oleh hancurnya infrastruktur sipil dan lumpuhnya ekspor minyak Iran.
-
Yordania berhasil menembak jatuh tiga rudal Iran yang melintasi wilayah udara mereka.
Suara.com - Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan serangan rudal mematikan ke markas militer Amerika Serikat di Kuwait. Operasi ofensif ini berhasil menghancurkan radar pertahanan, gudang senjata utama, serta dua sistem peluncur rudal permukaan ke permukaan HIMARS.
Pihak Teheran menegaskan aksi agresif ini merupakan respons langsung terhadap gempuran bertubi-tubi AS sebelumnya. Washington dituding telah merusak infrastruktur sipil vital milik Iran, termasuk jaringan kereta api dan telekomunikasi.
Agresi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dilaporkan memicu krisis ekonomi yang sangat serius bagi Iran. Dikutip dari Tasnimnews, dampak fatalnya langsung memukul sektor energi utama yang menjadi urat nadi perekonomian negara tersebut.
![Kondisi kota Hawalli, Kuwait di tengah gempuran rudal Iran ke pangkalan minyak Amerika Serikat di negara tersebut [Suara.com/Courtesy : Resti Setyawati]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/02/21920-kota-hawalli-kuwait.jpg)
Tindakan AS di kawasan tersebut telah menyebabkan penurunan tajam dalam produksi dan penghentian total ekspor minyak dan gas melalui Selat Hormuz.
IRGC juga memberikan peringatan keras bahwa operasi pembalasan mereka akan terus berlanjut.
Eskalasi pertempuran ini memicu kepanikan massal di negara-negara tetangga yang berada di jalur lintasan rudal. Upaya pencegahan langsung dilakukan secara darurat oleh kekuatan militer di kawasan sekitar untuk mengamankan wilayahnya.
Respons Militer Yordania
Tentara Yordania bergerak cepat menginterseptor proyektil berbahaya yang melintasi ruang udara kedaulatan mereka. Sistem pertahanan udara mereka berhasil merontokkan tiga rudal milik Iran yang tengah melesat menuju target.
Pemerintah Amman memastikan pecahan rudal yang jatuh berhasil diamankan sebelum menimbulkan korban jiwa di masyarakat. Tim Korps Teknik Kerajaan Yordania langsung dikerahkan ke lokasi jatuhnya serpihan bom untuk melakukan sterilisasi.
Di sisi lain, kantor berita resmi Iran melaporkan situasi mencekam akibat serangan udara bertubi-tubi dari militer Amerika Serikat. Gempuran udara jet tempur Washington pada malam hari tersebut telah memakan korban jiwa dari masyarakat sipil.
Berdasarkan laporan media lokal Iran, serangan rudal Amerika Serikat menyasar sejumlah fasilitas publik yang krusial. Bandara komersial dan jembatan penghubung utama hancur lebur akibat hantaman bom udara tersebut.
Konflik bersenjata antara Washington dan Teheran terus membara seiring perebutan pengaruh geopolitik di Timur Tengah. Pemblokiran Selat Hormuz kini menjadi ancaman nyata yang bisa melumpuhkan pasokan energi global dalam waktu dekat.