Apa Saja Koleksi Langka di Museum Bagawanta Bhari? Dijarah Pas Demo 30 Agustus 2025

Rifan Aditya

Senin, 01 September 2025 | 18:49 WIB
Apa Saja Koleksi Langka di Museum Bagawanta Bhari? Dijarah Pas Demo 30 Agustus 2025
koleksi di Museum Bagawanta Bhari Kediri (screenshot YT Saifkhan Official)

Salah satu yang unik adalah Miniatur Rumah, sebuah artefak untuk pemujaan Dewi Sri (dewi kesuburan) yang diletakkan di sawah.

Koleksi Numismatik & Filologi

Museum ini juga menyimpan koleksi mata uang kuno dan naskah-naskah atau buku-buku lama yang sangat berharga sebagai sumber primer sejarah.

Tragedi di Tengah Kerusuhan: Harta Karun yang Dijarah

Pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, insiden kelam terjadi. Aksi unjuk rasa yang meluas di kompleks pemerintah kabupaten Kediri menjadi destruktif.

Museum Bagawanta Bhari menjadi salah satu korbannya. Massa merusak dan menjarah sebagian koleksi.

Menurut laporan, beberapa koleksi penting yang hilang atau rusak antara lain:

  • Kepala Ganesha
  • Plakat HVA Sidomulyo 2 buah
  • Arca Sumber Cangkring
  • Koleksi Wastra (kain batik)
  • Buku-buku lama yang bernilai sejarah tinggi
  • Bata berinskripsi mantra-mantra suci
  • Miniatur lumbung yang rusak parah

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon yang memang merupakan salah satu tokoh pemerhati sejarah sangat menyayangkan terjadinya aksi penjarahan di Museum Bagawanta Bhari ini.

"Museum bukan hanya ruang koleksi benda bersejarah, melainkan juga simbol memori kolektif masyarakat. Karena itu, segala bentuk gangguan dan vandalisme terhadap museum adalah kerugian besar bagi bangsa," tegas Fadli Zon, dalam pernyataannya.

Pihak berwenang, termasuk Bupati Kediri, telah mengimbau agar para pelaku segera mengembalikan artefak-artefak yang tak ternilai harganya tersebut.

baca juga

KOLEKSI MUSEUM BAGAWANTA BHARI

ArkeologiEtnografiLainnya

Arca Ganesha
Arca Nandi
Arca Brahma
Jaladwara
Kepala Kala

Miniatur Rumah
Alat Pertanian
Gerabah

Mata Uang Kuno
Buku Kuno
Kain Batik
(Wastra)

Indonesia Darurat Keamanan Museum

Kasus di Kediri ini, sayangnya, bukan yang pertama. Indonesia memiliki catatan kelam terkait pencurian koleksi museum.

Ingat kasus hilangnya empat artefak emas dari Museum Nasional pada 2013?

Atau pencurian koleksi emas zaman Majapahit dari Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, pada 2010 yang dianggap sebagai pencurian museum terbesar dalam sejarah Indonesia?

Kejadian-kejadian ini adalah alarm keras. Pengelolaan museum yang kurang profesional, pendanaan minim, dan sistem keamanan yang rapuh menjadi isu kronis.

Pasal 106 UU Cagar Budaya tahun 2010 memang mengancam pencuri dengan hukuman berat, namun pencegahan jelas jauh lebih utama.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Kehilangan artefak adalah kehilangan tautan ke masa lalu. Itu adalah sebuah lubang dalam narasi sejarah kita yang mungkin tidak akan pernah bisa ditambal.

Tragedi di Museum Bagawanta Bhari adalah duka kita bersama. Sekarang, apa peran kita, terutama generasi muda?

1. Tingkatkan Kesadaran:

Bicarakan hal ini. Bagikan artikel ini di media sosialmu. Buat teman-temanmu sadar bahwa museum dan isinya adalah aset vital bangsa yang harus dilindungi bersama.

2. Kunjungi dan Dukung Museum Lokal:

Cara terbaik menghidupkan museum adalah dengan mengunjunginya. Kehadiranmu memberi arti dan dukungan moral bagi para juru pelihara yang bekerja dalam sunyi.

3. Advokasi Keamanan:

Desak pemerintah daerah dan pusat untuk memprioritaskan keamanan dan pendanaan museum. Warisan budaya kita terlalu berharga untuk dipertaruhkan.

Jangan biarkan Museum Bagawanta Bhari hanya menjadi catatan kaki yang menyedihkan dalam sejarah.

Mari kita jadikan tragedi ini sebagai titik balik untuk lebih menghargai dan melindungi jendela-jendela peradaban kita.

Karena saat kita kehilangan sejarah, kita kehilangan sebagian dari diri kita sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kediri Jadi Lautan Api! Kantor Bupati, DPRD Hingga Museum Dijarah dan Dibakar

Kediri Jadi Lautan Api! Kantor Bupati, DPRD Hingga Museum Dijarah dan Dibakar

News | Minggu, 31 Agustus 2025 | 00:06 WIB

Viral Pria Berbaju Timnas Indonesia Injak Situs Artefak Batu Kenteng Songo di Puncak Merbabu

Viral Pria Berbaju Timnas Indonesia Injak Situs Artefak Batu Kenteng Songo di Puncak Merbabu

Bola | Sabtu, 19 April 2025 | 10:53 WIB

Balita Temukan Artefak 3.800 Tahun, Ternyata Punya Kaitan dengan Kisah di Alkitab

Balita Temukan Artefak 3.800 Tahun, Ternyata Punya Kaitan dengan Kisah di Alkitab

Tekno | Selasa, 08 April 2025 | 13:59 WIB

Terbakar dan Terkubur di Ladang, 800 Artefak Zaman Besi Ini Bikin Arkeolog Terkejut!

Terbakar dan Terkubur di Ladang, 800 Artefak Zaman Besi Ini Bikin Arkeolog Terkejut!

Tekno | Kamis, 27 Maret 2025 | 15:36 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×