Negara Ini Layak Lebih Baik!, Orasi Ferry Irwandi yang Kini Banjiri Media Sosial

Tasmalinda Suara.Com
Selasa, 02 September 2025 | 12:23 WIB
Negara Ini Layak Lebih Baik!, Orasi Ferry Irwandi yang Kini Banjiri Media Sosial
Orasi Ferry Irwandi yang kini banjiri media sosial. [Ist]

"saling jaga, saling lindungi," pesannya kepada massa.

Ia kemudian melontarkan metafora paling kuat yang menjadi inti dari seluruh pidatonya: "kita tinju ke atas, bukan ke samping, betul?! tinju kita ke atas, bukan ke samping, betul?!"

Ini adalah sebuah instruksi strategis untuk memfokuskan seluruh kemarahan dan perlawanan kepada sistem dan para pemangku kebijakan ("atas"), dan melarang keras adanya konflik horizontal atau gesekan antar sesama rakyat ("samping"). Ini adalah seruan untuk melawan upaya adu domba yang seringkali melemahkan gerakan protes.

Tiga Pilar Orasi Viral.

1. TUNTUTAN: Bebaskan Tahanan & Buka Dialog.

2. STRATEGI: Tinju ke Atas (Sistem), Bukan ke Samping (Sesama Rakyat).

3. TUJUAN: Pemerintahan & Perwakilan yang Lebih Baik. Sumber: Olah Grafis/Tim Redaksi)

"Penjahatnya Bukan Kita, tapi Mereka"

Orasi ini juga berfungsi untuk mempertegas identitas dan moral gerakan. Sang orator dengan berani mendefinisikan ulang siapa "penjahat" yang sesungguhnya dalam krisis ini, sekaligus menjauhkan gerakan dari tuduhan anarkisme.

Baca Juga: Soroti Pelaku Pembakaran Fasilitas Umum, Ferry Irwandi: Penjahatnya Bukan Kita, Tapi Mereka!

"negara ini layak untuk dapat pemerintah yang lebih baik... layak untuk dapat perwakilan yang lebih baik," ujarnya, menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah untuk kebaikan seluruh bangsa.

Ferry Irwandi (Instagram/irwandiferry)
Ferry Irwandi (Instagram/irwandiferry)

Ia kemudian menutupnya dengan kalimat-kalimat yang menusuk yakni "penjahatnya bukan kita, tapi mereka, betul?! yang membakar bukan kita, tapi mereka, betul?!"

Pernyataan ini adalah pukulan telak yang bertujuan mengembalikan narasi, bahwa kerusakan sesungguhnya bukanlah fasilitas yang terbakar, melainkan kepercayaan rakyat yang telah "dibakar" oleh para elite.

Pidato ini ditutup dengan teriakan "Revolusi!" yang menggema, menjadi puncak pembakaran semangat bagi ribuan massa yang hadir.

Bagaimana pendapat Anda tentang pesan "Tinju ke atas, bukan ke samping"?

Apakah ini adalah strategi yang tepat untuk menjaga kemurnian gerakan rakyat? Diskusikan di kolom komentar!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI