Ferry Irwandi: Permintaan Maaf Pemerintah adalah Kunci Redam Amarah Publik, Bukan Tindakan Represif!

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 03 September 2025 | 16:46 WIB
Ferry Irwandi: Permintaan Maaf Pemerintah adalah Kunci Redam Amarah Publik, Bukan Tindakan Represif!
Sejumlah influencer termasuk Ferry Irwandi ikut dalam aksi di depan Gedung DPR RI, pada Senin (1/9/2025). (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Ferry kritik pemerintah sibuk cari dalang demo rakyat.
  • Ia tegaskan akar masalah ada pada ketidakadilan.
  • Permintaan maaf dinilai kunci pulihkan kepercayaan.

Suara.com - Pegiat media sosial dan influencer Ferry Irwandi melontarkan kritik tajam kepada pemerintah yang dinilai lebih sibuk mencari dalang atau aktor intelektual di balik gelombang demonstrasi, ketimbang melakukan introspeksi terhadap kebijakannya sendiri.

Menurutnya, langkah fundamental yang seharusnya diambil Istana untuk meredam amarah publik yang kian membesar adalah sebuah permintaan maaf yang tulus.

Ferry menegaskan bahwa ledakan kemarahan rakyat bukanlah peristiwa yang bisa didalangi, melainkan akumulasi kekecewaan terhadap ketidakadilan dan arogansi kekuasaan.

Alih-alih mencari kambing hitam, pemerintah seharusnya berkaca pada kinerjanya.

"Akar masalah dari kekacauan ini bukanlah aksi massa itu sendiri, melainkan kegagalan pemerintah untuk bertindak adil dan kompeten," ujar Ferry dalam perbincangannya di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored.

"Pemerintah ini sibuk sekali mencari dalang, padahal sumbu utamanya adalah keadilan yang terkoyak," tegasnya, merujuk pada kesenjangan antara kebijakan dan nurani rakyat.

Menurut mantan pegawai Kementerian Keuangan ini, pemerintah keliru dalam mendiagnosis inti masalah.

Kemarahan publik tidak hanya dipicu oleh satu isu tunggal seperti kenaikan gaji pejabat di tengah kesulitan ekonomi rakyat, tetapi oleh serangkaian tindakan yang menunjukkan ketidakpekaan.

Ia menyoroti adanya jarak yang menganga antara kehidupan mewah para elite politik dengan kondisi masyarakat yang kian terjepit.

baca juga

Ferry berpendapat, tindakan represif aparat di lapangan dan kebijakan kontroversial yang merugikan rakyat, seperti pemblokiran fitur niaga di platform media sosial, justru semakin memperkeruh suasana.

Hal ini, menurutnya, menunjukkan kegagalan pemerintah dalam berkomunikasi dan memahami denyut nadi warganya.

"Permintaan maaf dari pihak pemerintah, termasuk Presiden, adalah langkah krusial yang seharusnya sudah dilakukan untuk meredakan ketegangan," ungkapnya.

Bagi Ferry, sebuah permintaan maaf bukanlah tanda kelemahan, melainkan wujud empati, kebesaran hati, dan pengakuan atas kekeliruan.

Langkah ini diyakini bisa menjadi titik awal untuk memulihkan kembali kepercayaan publik yang sudah terlanjur terkikis.

Tanpa adanya pengakuan kesalahan, segala upaya untuk meredam gejolak sosial hanya akan menjadi solusi sementara yang tak menyentuh akar persoalan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa permintaan maaf harus diikuti dengan langkah konkret berupa reformasi besar-besaran, baik dalam birokrasi, institusi, hingga struktur pemerintahan secara keseluruhan.

Namun, ia kembali menegaskan, semua perbaikan itu harus diawali dengan satu sikap mendasar: kerendahan hati para pemimpin untuk meminta maaf kepada rakyat yang telah mereka kecewakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Pria Bertopi Putih di Tengah Demo, Diduga Jadi Provokator Pemicu Massa Dobrak Pagar

Misteri Pria Bertopi Putih di Tengah Demo, Diduga Jadi Provokator Pemicu Massa Dobrak Pagar

News | Rabu, 03 September 2025 | 16:39 WIB

Ray Rangkuti 'Sentil' Pemerintah: Cuma Fokus Urus Rusuh, Belum ke Akar Kemarahan Publik

Ray Rangkuti 'Sentil' Pemerintah: Cuma Fokus Urus Rusuh, Belum ke Akar Kemarahan Publik

News | Rabu, 03 September 2025 | 16:25 WIB

Selasa Berangkat, Rabu Pulang: Apa Saja Kegiatan Prabowo di China?

Selasa Berangkat, Rabu Pulang: Apa Saja Kegiatan Prabowo di China?

News | Rabu, 03 September 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

5 HP Tecno Kamera 108 MP Paling Murah, RAM Besar untuk Multitasking

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Konser di Borobudur, Andrea Bocelli Bawa Perdamaian & Misi Donasi 100.000 Sepatu Bagi Anak Palestina

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:56 WIB

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

Pembalut Wanita Kena PPN, Irma Chaniago Semprot Menkeu: Tidak Cerdas dan Tak Pro Gender

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

×