Din Syamsuddin Cium Skenario Makar: Ini Rekayasa Politik untuk Jatuhkan Prabowo!

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 03 September 2025 | 18:34 WIB
Din Syamsuddin Cium Skenario Makar: Ini Rekayasa Politik untuk Jatuhkan Prabowo!
Mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin memberikan keterangan mengenai pandangannya terkait aksi kericuhan dan juga adanya sinyalemen makar kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu (3/9/2025). [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Din Syamsuddin sebut demo ricuh adalah rekayasa politik.
  • Tujuannya untuk menjatuhkan Presiden Prabowo dari jabatannya.
  • Prabowo didesak ganti menteri yang punya loyalitas ganda.

Suara.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menganalisis bahwa gelombang kericuhan yang terjadi pada 28-30 Agustus 2025 bukanlah gerakan murni.

Ia menilai bahwa hal tersebut merupakan rekayasa politik yang bertujuan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya membaca yang terjadi ini adalah sebuah permainan politik atau rekayasa politik dari pihak atau pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto," kata Din Syamsuddin dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2025).

Ia menduga, aksi anarkis yang berujung pada penjarahan dan pembakaran fasilitas negara sengaja diciptakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Menurutnya, gerakan ini didukung oleh pihak-pihak yang merasa terancam oleh kebijakan pemberantasan korupsi.

"Ditambah dengan dukungan orang-orang yang merasa terganggu, dirugikan, karena dinyatakan sebagai koruptor," katanya.

Atas dasar analisis tersebut, Din Syamsuddin meminta masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menahan diri dan tidak terjebak dalam kepentingan politik terselubung ini.

Di sisi lain, ia juga memberikan peringatan kepada Presiden Prabowo untuk waspada terhadap ancaman dari dalam.

Ia menyarankan Prabowo untuk segera mengganti para pembantunya di kabinet yang ditengarai memiliki loyalitas ganda.

baca juga

"Ini atas nama saya pribadi, menggantikan para pembantunya yang selama ini ditengarai menampilkan loyalitas ganda, baik kepada presiden, dan juga kepada presiden sebelumnya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Peneliti  Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies atau CSIS Indonesia, Deni Friawan mengingatkan aksi unjuk rasa  yang berlangsung sepanjang 28-30 Agustus 2025 bisa menyebabkan krisis seperti yang terjadi pada 1998. 

"Kalau ini terus dibiarkan, akar permasalahan ini tidak diatasi, resiko krisis ekonomi, delegitimasi negara, dan degradasi demokrasi itu akan meningkat," kata Deni dalam media briefing CSIS, 'Wake Up Call dari Jalanan: Ujian Demokrasi dan Ekonomi Kita' di Jakarta, Selasa (2/9/2025). 

Dia menegaskan bahwa krisis 1997-1998 harus menjadi pelajaran penting. Pada waktu itu krisis terjadi secara multidimensional, kesulitan ekonomi, korupsi hingga lemahnya penegakan hukum.

Situasi itu pun memiliki kemiripan dengan kondisi saat ini, yakni ketidakadilan dan tekanan ekonomi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riza Chalid Ada Di Mana? Namanya Trending Dikaitkan dengan Demo

Riza Chalid Ada Di Mana? Namanya Trending Dikaitkan dengan Demo

News | Rabu, 03 September 2025 | 18:21 WIB

Ferry Irwandi: Permintaan Maaf Pemerintah adalah Kunci Redam Amarah Publik, Bukan Tindakan Represif!

Ferry Irwandi: Permintaan Maaf Pemerintah adalah Kunci Redam Amarah Publik, Bukan Tindakan Represif!

News | Rabu, 03 September 2025 | 16:46 WIB

Selasa Berangkat, Rabu Pulang: Apa Saja Kegiatan Prabowo di China?

Selasa Berangkat, Rabu Pulang: Apa Saja Kegiatan Prabowo di China?

News | Rabu, 03 September 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:35 WIB

Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah

Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:30 WIB

Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang

Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang

Malang | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:29 WIB

Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:21 WIB

Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap

Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:17 WIB

Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni

Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:09 WIB

Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah

Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:07 WIB

Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?

Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:06 WIB

Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata

Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:02 WIB

3 Motor yang Tetap Setia Pakai Fitur 'Purba' Meski Mulai Hilang di Matic Anyar

3 Motor yang Tetap Setia Pakai Fitur 'Purba' Meski Mulai Hilang di Matic Anyar

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:59 WIB

×