Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Jenderal Gatot: Karena Sudah Merusak Negeri Ini

Eviera Paramita Sandi

Senin, 08 September 2025 | 18:21 WIB
Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Jenderal Gatot: Karena Sudah Merusak Negeri Ini
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (tangkap layar/ist)
Baca 10 detik

Suara.com - Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo buka suara soal adanya aksi demonstrasi besar-besaran di berbagai kota di Indonesia belakangan ini.

Menurutnya, Indonesia sudah dihancurkan begitu saja oleh orang-orang tak bertanggung jawab secara perlahan.

Dalam membahas konteks aksi demonstrasi, Jenderal Gatot mendadak menyebut nama Presiden ke 7, Joko Widodo (Jokowi).

Pihaknya justru terang – terangan mengucapkan terima kasih pada Jokowi. Bukan atas pengabdiannya selama 10 tahun, melainkan justru soal dalang yang ikut merusak negeri ini.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Bapak Jokowi yang bisa merusak negeri ini sangat luar biasa,” ucap Jenderal Gatot, dikutip dari youtube Hersubeno Point, Senin (8/9/25).

Jenderal Gatot mengatakan bahwa kerusakan yang diakibatkan oleh pemerintahan Jokowi terasa mulai dari desa, kota hingga provinsi, dimana korupsi sudah menjadi hal wajar dilakukan.

“Dari kota sampai desa, Provinsi juga mengatakan ini luar biasa,” ucapnya.

“Kita ngurus KTP saja sekarang ini, ada Sebagian, waktu itu mantan anak buah saya, Wanita sampai jam 11 malam. Kamu bawa uang berapa? 2.500, kau bayar sekian, iya selesai pak katanya. Jadi korupsi ini KKN sudah berjalan, KKNnya sangat luar biasa,” imbuhnya.

Menurut Jenderal Gatot, Presiden Prabowo Subianto kini harus menanggung beban yang sangat berat atas peninggalan pemerintahan Jokowi

baca juga

Bahkan, di usia jabatannya sebagai presiden yang belum menginjak 1 tahun, Prabowo sudah harus menghadapi kenyataan aksi demonstrasi membabi buta.

“Yang dibebankan kepada Presiden Prabowo sebenarnya sangat berat. Dirusak sedemikian rupanya, sedangkan ini belum 1 tahun kan, tapi sudah demo dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Ini bukan permasalahan salah perorangan, tapi situasi yang seperti ini,” tambahnya.

Jenderal Gatot mengungkapkan bahwa tagar Adili Jokowi adalah hal yang biasa.

Menurutnya, yang bersangkutan bisa membersihkan namanya jika memang tidak melakukan kesalahan ataupun melanggar hukum.

“Adili Jokowi itu adalah kita berpikiran positif, agar publik tahu. Kalau tidak salah ya bersihkan Namanya, kalau salah ya sesuai dengan hukumnya,” jelasnya.

Sehingga Jenderal Gatot menilai bahwa Adili Jokowi bukan memiliki arti yang negatif, melainkan untuk membuktikan siapa yang benar-benar bersih dan sebaliknya siapa yang benar-benar kotor.

“Jadi Adili Jokowi itu bukan berarti kita negatif kepada Jokowi, bukan. Justru kita memberikan kepastian hukum. Sehingga anak cucunya nanti melihat oh ternyata bapak saya kakek saya itu sosok yang benar, dan sebagainya,” tegasnya.

Refly Sebut Obat Penyakit Bangsa adalah Adili Jokowi

Senada dengan Jenderal Gatot, Roy Suryo, Refly Harun, dan Faizal Assegaf turut menyuarakan keprihatinannya terhadap arah politik negara saat ini.

Salah satu pandangan ekstrem yang muncul yaitu penegakan keadilan terhadap pemerintahan sebelumnya.

“Obat bagi penyakit bangsa ini adalah menurut saya adili Jokowi dan makzulkan Gibran. Karena ini itu obat mujarab,” ujar Refly, dikutip dari youtube Sinkos Indonesia, Rabu (3/9/25).

Para pakar ini juga menyoroti isu kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kemarahan rakyat sudah mencapai Tingkat yang sulit dikendalikan oleh elit politik manapun.

“Eskalasi kekerasan tidak sebesar pada tahun 98, tapi ternyata walaupun eskalasinya di tempat – tempat tertentu. Penjarahan sudah terjadi dan di depan aparat, di depan kamera yang jauh lebih canggih dibandingkan tahun 98,” ujar Refly.

Bahkan, ada yang merujuk pada momen Prabowo dianggap sendiri dalam menghadapi situasi ini, tanpa dukungan kuat dari lingkaran dalamnya.

Kehadiran Gibran dinilai memperuncing polarisasi, terutama karena ia terlihat hanya nyaman di kelompoknya sendiri, bahkan menerima kelompok relawan yang justru menyuarakan penggulingan Prabowo.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konten Kreator Sindir Jokowi: Penunjukan Nadiem Jadi Menteri Pendidikan di Luar Nalar

Konten Kreator Sindir Jokowi: Penunjukan Nadiem Jadi Menteri Pendidikan di Luar Nalar

News | Senin, 08 September 2025 | 17:11 WIB

Menteri Jokowi Didepak Prabowo: Karier Politik Budi Arie Pentolan Projo yang Terseret Kasus Judol

Menteri Jokowi Didepak Prabowo: Karier Politik Budi Arie Pentolan Projo yang Terseret Kasus Judol

Entertainment | Senin, 08 September 2025 | 17:01 WIB

Presiden Prabowo 'Ganti Ban di Tikungan Terakhir', Bersihkan Orang-orang Jokowi

Presiden Prabowo 'Ganti Ban di Tikungan Terakhir', Bersihkan Orang-orang Jokowi

News | Senin, 08 September 2025 | 16:51 WIB

Terkini

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Dari Uang Saku hingga Persoalan Sosial, Begini Cara Anak Belajar Mengambil Keputusan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

×