Blak-blakan, Mahfud MD Ungkap Alasan Prabowo Akhirnya Mau Dengar Aspirasi Rakyat

Eviera Paramita Sandi

Kamis, 11 September 2025 | 08:35 WIB
Blak-blakan, Mahfud MD Ungkap Alasan Prabowo Akhirnya Mau Dengar Aspirasi Rakyat
Presiden Prabowo Subianto melantik menteri baru di Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025). (Instagram/kemensetneg.ri)

Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud Md mengaku gembira dengan kabar baru Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/25) kemarin.

Tak main – main, Mahfud Md blak – blakan memberi apresiasi jempol dua untuk Prabowo. Hal ini diungkapkan dalam podcast di kanal youtubenya, Mahfud Md Official.

“Alhamdulillah, kalau saya boleh memberi isyarat atas kegembiraan ini, saya beri 2 jempol untuk Pak Prabowo,” ujar Mahfud.

“Kalau ada sisanya, jempolnya nanti berikutnya, haha,” imbuhnya.

Mahfud menjelaskan bahwa 2 jempol untuk Prabowo tersebut menjadi bentuk apresiasi setinggi – tingginya lantaran Prabowo sudah bersedia mendengar aspirasi masyarakat.

“Kenapa saya katakan 2 jempol? Karena dengan adanya reshuffle ini, yang didahului dengan penyelesaian cepat terhadap kerusuhan – kerusuhan dari demo itu, itu berarti Pak Prabowo sudah mulai mau mendengar aspirasi masyarakat sipil,” terangnya.

Pasalnya, menurut Mahfud masalah yang begitu kentara adalah bukti bahwa Prabowo tidak mau mendengar bahkan merespon aspirasi masyarakat.

“Kan selama ini masalahnya itu apa? Karena Pak Prabowo tidak mau mendengar, dan tidak pernah merespon aspirasi Masyarakat, sampai sebulan orang bertubi – tubi tidak direspons,” tegas Mahfud.

Menurut Mahfud, permasalahan ini bisa terjadi lantaran ada dugaan pesan tidak sampai pada Prabowo.

Selain itu muncul juga dugaan bahwa para Menteri tidak mengerti bagaimana cara mengelola aspirasi Masyarakat.

“Nah analisisnya 2, satu pesan ini tidak sampai kepada Pak Prabowo karena terlalu ada yang memagari. Kedua para Menteri tidak ngerti apa aspirasi masyarakat itu sesungguhnya dan bagaimana mengelolanya, sehingga macet terus,” terang Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud mengatakan bahwa kerusuhan yang terjadi di Indonesia belakangan ini bisa diselesaikan salah satunya dengan mereshuffle kabinet.

Pasalnya menurut Mahfud, kabinet Prabowo kali ini tidak memenuhi syarat untuk membawa Indonesia menjadi lebih maju.

“Nah sekarang sesudah terjadi demo dan kerusuhan dimana – mana, Pak Prabowo langsung merespon dengan cepat,” ucapnya.

“Seperti yang sudah pernah saya katakan, redakan dulu dengan cara apapun seluruh kebrutalan dan penjarahan serta tindak kekerasan yang mengorbankan rakyat maupun aparat. Yang kedua segera reshuffle kabinet, karena kabinet ini tidak memenuhi syarat untuk membawa Indonesia lebih maju,” sambungnya.

Mahfud mengatakan bahwa kabinet yang dianggap tidak memenuhi syarat untuk membawa Indonesia menjadi lebih maju ini bukan karena kepintarannya, melainkan integritas hingga track recordnya.

“Bukan karena kepintarannya. Karena kalau kepintaran itu satu segi saja dari kebutuhan kabinet. Kepintaran itu artinya kompetensi, yang kedua harus ada integritas, ketiga harus ada track record, itu syarat,” urainya.

“Kadang kala orang pintar sekali, tapi tidak punya integritas, tidak ngerti tugas juga sering ada,” tambahnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menduga bahwa pada Oktober 2025 Prabowo akan kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih.

Terlebih, menurut Mahfud, Prabowo telah mendengar keluhan publik dengan mereshuffle beberapa Menteri pada Senin kemarin.

Mahfud merasa Prabowo akan menjawab lagi keluhan publik dengan mencopot beberapa Menteri di Kabinet Merah Putih.

“Mungkin akan terjadi lagi nanti reshuffle berikutnya di Bulan Oktober. Kan janjinya setahun. Mungkin Bulan Oktober akan terjadi reshuffle berikutnya,” sebutnya.

Mahfud menilai Prabowo sudah mencatat semua keluhan Masyarakat terkait kinerja beberapa Menteri dan pimpinan Lembaga, sehingga reshuffle masih mungkin terjadi pada 2025.

“Ya, masih ada beberapa masalah yang saya kira Pak Prabowo sekarang sudah mencatat semua masalah yang pernah disampaikan oleh Masyarakat,” ujarnya.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keponakan Prabowo Mundur dari DPR, Ini Rekam Jejak Rahayu Saraswati: Aktif Perjuangkan Hak Perempuan

Keponakan Prabowo Mundur dari DPR, Ini Rekam Jejak Rahayu Saraswati: Aktif Perjuangkan Hak Perempuan

Lifestyle | Kamis, 11 September 2025 | 08:22 WIB

Rekam Jejak Karier Rahayu Saraswati, Keponakan Presiden Prabowo Subianto yang Mundur dari DPR RI

Rekam Jejak Karier Rahayu Saraswati, Keponakan Presiden Prabowo Subianto yang Mundur dari DPR RI

Entertainment | Kamis, 11 September 2025 | 07:53 WIB

Banjir Landa Bali dan NTT, Prabowo Perintahkan BNPB Bertindak Cepat

Banjir Landa Bali dan NTT, Prabowo Perintahkan BNPB Bertindak Cepat

News | Rabu, 10 September 2025 | 20:05 WIB

Terkini

Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung

Anggaran Diduga Disunat Rp1,4 M Per Unit, GMNI Laporkan Dugaan Korupsi KDMP ke Kejagung

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:21 WIB

Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik

Wamendagri Wiyagus: PAKU Integritas Tak Hanya Soal Urusan Hukum, Melainkan Juga Pelayanan Publik

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:13 WIB

Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan

Legislator PDIP Kecewa Pertamax Naik Diam-diam: Tanpa Sosialisasi, Tanpa Penjelasan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:08 WIB

Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo

Klaim Bawa Kabar Gembira ke Istana, Kepala BGN Mau Lapor Efisiensi Anggaran ke Prabowo

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:01 WIB

Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit

Iuran BPJS Gak Jadi Naik, Pemerintah Guyur Rp20 Triliun Demi Tambal Defisit

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:58 WIB

Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?

Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:55 WIB

Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR

Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:53 WIB

Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun

Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:50 WIB

Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan

Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB

Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri

Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:41 WIB